Ayo Memelihara Jangkrik Ngerik!

Juni 14, 2013

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Saudara-saudara sekalian, kawan-kawan, para sahabat, dan siapa saja yang sempat membaca artikel ini…

Kami ingin berbagi sebuah ide sederhana, tapi insya Allah ini bermanfaat. Sebagaimana judul artikel ini, kami mengajak kawan-kawan semua, para sahabat dan pembaca, untuk mulai memelihara JANGKRIK ngerik di rumah.

Jangkrik ngerik ini bukan semacam ternak jangkrik untuk pakan ikan atau burung. Ini adalah JANGKRIK yang mengkilat itu lho, bisa bersuara krik krik krik, kalau malam hari. Ia dipelihara satuan, tidak kolektif. Setiap jangkrik punya kandang sendiri, diperlakukan sama seperti hewan-hewan peliharaan semacam kucing, burung, ayam, atau kelinci. Ia diambil segi bunyi khasnya dan bentuknya yang lucu dan pola-pola kulitnya seperti batik.

Ayo Ajak Anak-anakmu Mulai Memelihara Jangkrik Ngerik !

Ayo Ajak Anak-anakmu Mulai Memelihara Jangkrik Ngerik !

Ajakan untuk memelihara jangkrik ngerik ini karena beberapa alasan, antara lain:

[1]. Memelihara jangkrik adalah mainan kita di masa kecil. Mainan ini patut dilestarikan, karena punya nilai positif bagi anak-anak.

[2]. Jangkrik ngerik sendiri pasti punya manfaat dalam kehidupan ini. Kalau kita tidak memeliharanya, ia akan “terbuang” sia-sia di alam. Padahal pada dinamika jangkrik ini ada sisi-sisi positifnya.

[3]. Anak-anak kecil sangat baik jika mereka punya kesibukan memelihara hewan di rumah. Hal itu akan membuat mereka fokus, punya tanggung-jawab, dan bisa teralihkan dari serbuan media-media modern dan games yang amat sangat sumpek itu. Jangkrik selain bentuknya kecil, lucu, juga tidak berbahaya bagi anak-anak. Untuk setingkat kucing saja, masih ada bahayanya.

[4]. Memelihara JANGKRIK ngerik itu sesuai Sunnah lho (halah, agak maksain). Maksudnya begini. Kan kita nih kalau ketemu tikus disunnahkan untuk membunuhnya. Iya kan. Itu pasti karena ada manfaatnya di balik upaya membasmi tikus. Nah, menurut sebagaian penelitian, suara ngerik-nya jangkrik akan membuat tikus tidak betah tinggal di rumah. Mereka akan lari karena telinga-nya tidak kuat menahan frekuensi suara jangkrik. Ini selaras dengan tujuan Sunnah kan?

[5]. Secara ekonomis jangkrik ini ada harganya lho. Harganya bisa setara Kura-kura Brazil yang berwarna hijau itu. Seekor JANGKRIK ngerik bisa seharga Rp. 10 ribu sampai Rp. 15 ribu rupiah. Nah, cara begini kan bisa  membuka peluang kerja bagi para pencari jangkrik. Nanti hewan ini bisa eksklusif, dicari orang untuk “bunyi-bunyian” di rumah.

Ya intinya, upaya ini lebih untuk mengajarkan kepada anak-anak kita cara hidup yang sehat, kreatif, tidak dikendalikan oleh TV, komputer, ponsel, ipad, internet, dan sebagainya. Pastilah Allah ciptakan jangkrik ngerik untuk suatu tujuan mulia. Dan salah satunya, adalah untuk membendung arus media modern yang sangat membelenggu itu.

Hayo kita mulai memelihara JANGKRIK ngerik di rumah !!!

Peliharalah, untuk mengenalkan anak-anakmu dengan dunia natural dan amanat memelihara hewan. Lagian, gak berbahaya ini kok.

(Admin PLB).

Iklan