Partai Demokrat Tambah Ancur Cur…

Februari 22, 2012

Baru-baru ini situs suara-islam.com memuat berita yang sangat heboh. Heboh…boh…boh. Beritanya tentang skandal seks yang pernah Ulil Abshar Abdala lakukan dengan seorang cewek bernama, Marchelinta. Parah, parah, parah banget. “Sesuatu bhangghetth…” kata anak-anak ABG.

Berita lengkapnya baca artikel berikut: FPI Buka Skandal Seks Dedengkot JIL. Disini diungkap foto-foto pesan BBM Ulil Abshar. Disana terlihat jelas foto dan nama Ulil Abshar. Parah, parah, parah baaaangghetth…

Ulil Sedang Pusing 7 Putaran…

Berikut ini kata-kata Ulil Abshar dalam BBM ketika dia merasa cemburu dengan Marchelinta: “Kamu menyakiti aku berkali2. Aku berusaha sabar. Yg terakhir kemaren itu, aku sudah tak tahan. Aku baru saja kirim bunga Valentine ke kamu, tiba2 kamu pacaran dengan cowo lain, dan kamu tunjukin di pp BB.”

Kasihan bangghetth Si Ulil. Dia sudah nafsu, sampai begitunya. Apa dia gak inget anak-isteri ya? Wal ‘iyadzubillah min dzalik.

Partai Demokrat (PD) yang sudah carut-marut, dengan tersebarnya berita ini semakin nyungsep saja. Kasihan Pak Sebeye. Mungkin sebentar lagi dia akan menggubah lagu baru, bertema melankolik. “Betapa malang nasibku… Semenjak ditinggal ibu….” Jadi teringat lirik lagu Ratapan Anak Tiri yang sangat populer saat aku duduk di bangku SD dulu. Lagu ini kalau dinyanyikan Pak Sebeye, mungkin bisa menaikkan pamornya. Meskipun tentu jadi tampak lebay sekali.

Sangat menyedihkan. Padahal Ulil Abshar ini kan menantu KH. Mustafa Bisri, seorang kyai terkenal asal Rembang. Bagaimana perasaan dia dan keluarganya ketika melihat kelakuan menantunya seperti itu?

Ya, orang-orang yang berani melecehkan Syariat Islam, dia akan dilecehkan oleh Allah Ta’ala. “Innalladzina yuhaaddunallaha wa rasulahu kubitu kamaa kubitalladzina min qablihim” (sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka akan dihinakan seperti telah dihinakan orang-orang sebelum mereka). [Al Mujaadilah: 5].

Kalau ada yang bertanya, bagaimana cara menghukum orang-orang seperti Ulil Abshar, atau Habib “Homoseks” Hasan bin Ja’far Assegaf (Pemimpin Majelis Taklim Nurul Mustofa) itu? Bagaimana baiknya?

Ya, kalau menurut hukum Islam, ya dihukum rajam, sampai mati. Untuk pelaku homoseks, boleh juga dihukum mati, meskipun bukan dengan rajam. Kalau tidak salah, ada pembahasan soal itu.

Kalau hukum seperti itu sulit diterapkan, bolehlah dihukum dengan beberapa alternatif berikut ini:

==> Dilemparkan ke kandang buaya, buat tambahan ransum. Biar nanti matinya pelan-pelan. Mula-mula tangan dulu ilang, lalu kaki, lalu ini, itu, dan seterusnya.

==> Atau dibuat tambahan pakan ternak.

==> Atau kalau mau, dijadikan obyek eksperimen di kandang ikan hiu. Ya, kita mau lihat, apa dagingnya masih disukai ikan itu atau tidak?

Ini hanya sekedar intermezzo. Intinya, wajah Partai Demokrat semakin gak karu-karuan. “Betapa malang nasibku…,” terdengar seorang pemimpin politik melantunkan lagu melankolik.