Kala Air Mata Menetes…

Oktober 22, 2011

Bismillahirrahmaanirrahim.

Pagi hari itu, sekitar pukul 07.15 aku naik Metromini dari arah Stasiun Tebet. Biasanya kondisi lancar-lancar saja, tidak banyak masalah. Paling kadang Metromini penuh sehingga harus ada penumpang yang berdiri. Atau kadang bang sopirnya berhenti lama untuk mencari penumpang, sehingga menggelisahkan orang-orang yang ingin cepat sampai di kantor. Secara umum, kondisi aman-aman saja, alhamdulillah.

Tapi waktu Metromini akan melewati sebuah jalan layang, tiba-tiba serombongan pelajar SMA, sekitar 10 orang. Mereka masuk bis itu dengan memaksa, lalu agak marah-marah ke sopirnya. “Gimana sih bang sopir, diberhentiin, mau terus saja.” Begitu kurang lebih tegur salah seorang pelajar itu ke sopir. Sopirnya sendiri tak berani berkata apa-apa.

Menyelamatkan Generasi, Menyelamatkan Masa Depan Ummat.

Saat anak-anak pelajar itu masuk bis, wajah mereka tampak sangat tegang. Seakan mereka sedang menghadapi masalah besar. Suaranya keras, gerakannya cepat, seakan tak peduli dengan penumpang bis itu. Mereka terus sibuk bicara dan larut dalam ketegangan.

Secara reflek aku melihat wajah-wajah mereka, melihat seragamnya, melihat tas yang mereka bawa. Bahkan aku dengar perkataan-perkataan mereka. Namun tidak berani menegur, khawatir mereka salah paham. Tapi sejujurnya, mereka juga tampak cuek ketika aku lihati wajah-wajahnya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan