Siapakah Salafi?

Juni 11, 2009

Sebuah tulisan yang diambil dari buku WAJAH SALAFI EKSTREM: Propaganda Menyebarkan Fitnah dan Permusuhan. Diterbitkan oleh Ad Difa’ Press, Bandung. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan istilah Salafi dan pengertiannya dalam kehidupan kaum Muslimin. Semoga bermanfaat! Amin ya Karim.

=================================================================================

Istilah Salafi telah dibahas di berbagai kesempatan. Banyak tulisan-tulisan yang mengupas istilah Salafi dari sisi asal kata, makna, maupun aplikasinya dalam kehidupan nyata. Salah satu contoh tulisan dalam topik ini ialah Hakikat Dakwah Salafiyah, karya Abu Muhammad Dzulkarnain, dimuat di salafy.or.id, 20 November 2006. Tulisan ini tidak jauh beda dengan karya Syaikh Salim Al Hilaly berjudul As Salaf Was Salafiyyah: Lughah Wa Istilah Wa Zamanan.

Secara sederhana, Salafi berarti orang-orang di jaman sekarang yang mengikuti generasi Salaf. Generasi Salaf yaitu manusia-manusia yang hidup di jaman dahulu. Namun, Salaf yang dimaksud tidak bersifat mutlak, sebab Fir’aun, Bani Israil, atau orang-orang Arab jahiliyah, mereka juga Salaf. Salaf yang dimaksud adalah Salaf yang baik, yaitu tiga generasi Islam permulaan (Generasi Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum; generasi Tabi’in rahimahumullah; dan generasi Tabi’ut Tabi’in rahimahumullah). Itulah yang kerap disebut As Salafus Shalih, yaitu para pendahulu Ummat Islam yang shalih. Atau juga ada yang menyebut, Al Qurun Al Mufadhalah (generasi yang mulia).

Istilah Salafi merujuk kepada pengertian, seseorang yang mengikuti ajaran Salafus Shalih radhiyallahu ‘anhum. Adapun bentuk jamak (plural) dari Salafi ialah Salafiyun atau Salafiyin. Lawan dari kata Salafi ialah Khalafi atau Khalafiyun, yaitu orang-orang yang mengikuti ajaran manusia di jaman kemudian (mutakhir). Dalam buku-buku sering disebut istilah ‘Ulama Salaf’ dan ‘Ulama Khalaf’. Pembedaan Salafi atau Khalafi pada asalnya berpangkal dari perbedaan jaman (kurun waktu); Salaf di masa lalu, Khalaf di masa kini.

MAYORITAS MUSLIM SALAFI

Kalau mau jujur, sebenarnya mayoritas Ummat Islam saat ini, mereka berpaham Salafi.[1] Artinya, mereka mengikuti jejak Salafus Shalih, yaitu Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat, para Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in radhiyallahu ‘anhum. Mereka mengikuti ajaran yang ditinggalkan oleh generasi terbaik dalam sejarah Islam itu.

Banyak bukti bisa disebutkan, bahwa mayoritas Ummat Islam saat ini adalah Salafi, dalam arti menjadi pengikut dan pewaris kegemilangan Salafus Shalih. Sebagian buktinya adalah sebagai berikut:

  • Ummat Islam membaca, menghafal, mengkaji, dan mengajarkan Al Qur’an Al Karim. Al Qur’an yang kita baca saat ini adalah Mushaf Utsmani yang ditulis dan dibukukan di masa Khalifah Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Khalifah Utsman berasal dari generasi Salafus Shalih, berarti kita mengikuti kaum Salaf.
  • Bacaan Tilawah Al Qur’an kita selama ini adalah salah satu dari tujuh bacaan Al Qur’an (Qira’ah Sab’ah) yang diwariskan dari jaman Salafus Shalih, khususnya dari riwayat Hafsh ‘an Ashim.
  • Hadits-hadits Nabi yang kita imani, kita yakini, kita amalkan, dan kita ajarkan selama ini, semua itu bersumber dari Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam, diterima oleh para Shahabat radhiyallahu ‘anhum, lalu diajarkan oleh para Salaf sampai ke imam-imam hadits. Hasil kodifikasi imam-imam hadits itulah yang kemudian sampai kepada kita. Setiap hadits shahih yang kita terima bersumber dari jaman Salafus Shalih.
  • Ilmu Bahasa Arab yang kita pahami, konsep Nahwu, Sharaf, serta cabang-cabang ilmu Sastra Arab, semua itu bersumber dari ajaran Salaf. Di jaman itu memang belum ada buku-buku pelajaran bahasa Arab seperti sekarang, tetapi konsep bahasa Arab Fusha (standar) diajarkan dari jaman ke jaman.
  • Sejarah perjuangan Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam (Shirah Nabawiyah) yang kita kagumi dan banggakan, ia juga bersumber dari khazanah Salaf. Begitu pula dengan sejarah Khulafa’ur Rasyidin radhiyallahu ‘anhum, biografi para Shahabat dan Shahabiyah radhiyallahu ‘anhum, biografi para Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, imam mujtahid, imam ahli hadits, para Khalifah yang shalih, panglima perang, ahli ibadah, dan sebagainya.
  • Konsepsi akidah shahihah, yang selamat dari penyimpangan kaum Khawarij, Rafidhah (Syi’ah), Mu’tazilah, Jabbariyyah, Qadariyyah, Murji’ah, Jahmiyyah, Shufiyah, dll. juga bersumber dari ajaran Salafus Shalih.
  • Kaidah-kaidah ilmiyah, seperti kaidah Ushul Fiqih, Ushul Tafsir, dan kaidah Musthalah Hadits, yang banyak dipelajari di universitas-universitas, madrasah, ma’had, pesantren, dll. semua itu disusun oleh ulama Salaf. Salah satu contoh, kitab Ar Risalah karya Imam Syafi’i rahimahullah disebut sebagai fondasi pengembangan ilmu Ushul Fiqih.
  • Baca entri selengkapnya »
Iklan