“Paduka Presiden… Kami Memahami Maksudmu!”

Juli 5, 2013

Bismillahirrahmaanirrahim.

Kepada paduka yang kami muliakan:

Presiden Mesir Muhammad Mursi

semoga Allah selalu menjagamu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in, amma ba’dhu.

Paduka Presiden yang kami hormati

Rasanya hati ini sangat perih, perih sekali, melihat kenyataan-kenyataan buruk yang saat ini menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir, di bumi Kinanah, yang Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Ummat ini agar berlunak-lunak kepada mereka.

Presiden, apa yang Anda alami adalah sebuah KEZHALIMAN BESAR yang pasti akan panjang akibatnya. Bila ia tidak dirasakan sekarang, mungkin ia akan dirasakan nanti, ketika manusia sudah mulai lupa akan apa yang pernah mereka lakukan. Anda semestinya tidak mendapat perlakuan KASAR seperti ini, apapun alasannya; karena Anda adalah seorang pemimpin yang sah. Anda dipilih oleh rakyat, dan mereka memberikan amanat ke pundak Anda. Seolah, Anda sudah dibai’at oleh rakyat, meskipun belum seluruhnya.

"Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!"

“Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!”

Paduka Presiden

Kami bersimpati atas segala musibah dan duka yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir. Semoga Allah Ta’ala menguatkan hati-hati Anda semua. Semoga Allah menolong Anda semua dalam melintasi badai, cabaran kehidupan, dan fitnah yang berlapis-lapis ini. Semoga Allah menghargai jerih-payah Anda selama ini, semoga Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin di Mesir; semoga Allah menggantikan kesulitan dengan kemudahan, kegoncangan hati dengan damai, keterpurukan dengan kehormatan, keterpecahan dengan kesolidan; semoga Allah memberikan kepada para pejuang Islam dan keluarganya, serta sanak-kerabatnya, serta kawan-kawan dan komunitasnya, barakah berupa salamah, ‘afiyat, dan shalawat. Amin Allahumma amin.

Paduka Presiden

Kami sangat berduka atas apa yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir saat ini. Masih terus terbayang di benak kami berbagai kesusahan, bencana, dan kebinasaan yang menimpa para pemimpin Islam di Aljazair, ketika kemenangan FIS dirampas di masa itu. Masih terbayang betapa sedihnya hati kami, tatkala kepemimpinan Necmetin Erbakan, juga dirampas di Turki, kala itu. Dan aneka duka dan bencana yang pernah menimpa perjuangan Umat ini.

Anda semua sudah berusaha berjuang sekuat kemampuan, dengan menuruti aturan main yang ada; tetapi badai fitnah terlalu kuat, taupan makar bertiup begitu dahsyat, segala kekuatan berserikat untuk merobohkan cita-cita membangun peradaban Islami. Kami bersimpati dan terus bersimpati. Di hati kami perjuangan Anda akan selalu kami kenang. Kepada anak-cucu kami dan kaum Muslimin, akan kami ceritakan bahwa Anda semua dan para politisi Islam yang penuh heroisme, adalah pahlawan sesungguhnya.

Paduka Presiden

Teruslah untuk bertahan dan bertahan. Jangan mundur dari segala coba dan ujian. Biarlah manusia menekan, mengisolir, atau menghujatmu; tetapi teruslah bertahan, teruslah berjuang, jangan pernah mundur. Teruslah tegak mengakui diri sebagai Presiden yang sah; kami akan selalu mendukungmu; kami mengakui posisimu.

Lakukanlah seperti yang pernah diperbuat Khalifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, beliau tetap memakai jubah kekuasaannya, meskipun rumahnya telah dikepung para pemberontak. Teruslah bertahan wahai Presiden, dengan keyakinan: ajari rakyatmu untuk menghargai keputusan bersama yang telah diambil! Jika tidak demikian, maka kelak Mesir akan menjadi surga bagi para perampok kekuasaan untuk menguasai atau merebut tampuk kekuasaan apapun yang diinginkannya.

Paduka Presiden

Kami memahami maksud baikmu, untuk membebaskan Mesir dari penindasan sebenarnya; untuk menyeamatkan rakyat dan kehidupan disana; untuk membuang para petualang politik dan penjual nasib bangsa; untuk menegakkan keadilan dan melawan keserakahan; untuk memberikan kepada rakyat Mesir maslahat hidup sebenarnya, bukan sensasi kebebasan semu, tetapi penuh tipu daya dan kebinasaan.

Kami memahami semua itu, wahai Paduka Presiden. Maka itu, selain mensyukuri terpilihnya dirimu sebagai pemimpin Mesir; kami juga mendukung kebijakan-kebijakanmu. Bahkan kami akan tetap mengakuimu, sekalipun engkau telah disingkirkan secara kasar.

Paduka Presiden

Tapi tak akan menyalahkanmu, tak akan mengkritikmu atas kebijakan-kebijakan politik yang engkau pilih. Kami serahkan semua itu kepadamu dan pemimpin-pemimpin Islam di Mesir. Anda semua lebih paham dari kami duduk masalah sebenarnya. Kata orang, setiap negeri punya ciri dan tabiatnya masing-masing. Kami hanya orang luar, kami hanya bisa memandang dari jauh, tanpa bisa ikut berperan di dalamnya.

Kata orang (termasuk hemat kami juga), Anda menempuh jalan tidak seperti Erdogan yang tampak lembut, kompromi, memakai strategi “nafas panjang”, dan lain-lain. Tapi apapun ceritanya, Anda lebih baik dari Erdogan (tanpa bermaksud merendahkan siapapun). Anda lebih terbuka tentang nilai-nilai Islam, Anda berkiprah ingin memperbaiki Konstitusi, Anda berjuang maksimal untuk kemaslahatan rakyat Mesir. Bagi kami, Anda lebih tepat dan adil, sesuai kondisi di Mesir. Sebab, Anda bukan pemimpin Turki. Anda tahu banyak nafas kehidupan rakyat Anda sendiri.

Paduka Presiden

Sampai kini, kami tetap mengakuimu. Jangan berputus-asa! Teruslah berjuang, pahamkan kepada rakyat Mesir tentang pentingnya menghargai proses sesuai aturan main yang telah disepakati. Jangan keluar dari aturan main itu. Contohlah Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sepakat dengan perjanjian Hudaibiyah, meskipun isinya tampak banyak merugikan kepentingan kaum Muslimin.

Teruslah ajarkan kepada rakyat Mesir agar menghargai proses politik yang resmi (bukan cara jalanan). Sebab bila tidak, pasti akibatnya akan mengenai kehidupan mereka sendiri di masa-masa nanti. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjelaskan agar kita taat kepada seorang pemimpin yang telah dibaiat, sekalipun dia seorang budak hitam dari Persia. Itu artinya, kesepakatan kaum Muslimin memiliki nilai dan maslahat yang tinggi, bukan berdasarkan ambisi hawa nafsu atau amarah yang menggebu.

Paduka Presiden

Kami akan selalu mendukungmu, mendoakan kebaikan bagimu, dan mengharapkan kemenangan besar bagi Islam dan kaum Muslimin; siapapun juga di antara para pejuang Islam yang berjuang disana.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawab.

Al Faqir Ilallah

Jakarta, beberapa hari Pra Ramadhan 1434 H.

(AM. Waskito).

Iklan