Asal Usul Nama Nyamuk

September 26, 2008

Ini kemarin saya dapat tebak-tebakan dari anak ke-3. Sebenarnya saya malas mau melayani tebak-tebakan dia, sebab dijamin jawabannya selalu salah. Gak tahulah, kenapa para penebak selalu salah ya? Siapa sih yang dulu membut hiburan seperti itu? Kalau jawaban kita benar, karena sudah tahu “kunci jawabannya”.

Lagi pula, kalau tebak-tebakan sama anak-anak, mereka selalu bilang, “Takluk, takluk, takluk?” Belum apa-apa sudah ditanya, “Takluk?” Kayaknya mereka senang sekali kalau bisa mengalahkan orangtuanya.

Kemarin itu tebak-tebakan yang sungguh membuat saya tertawa terkekeh-kekeh. Ya alhamdulillah, diberi nikmat tertawa. Ini termasuk berkualitas, mungkin poin 8, tetapi jelas ini sudah populer, atau sudah menyebar dimana-mana. Jadi, not original. Anak saya hanya mengulang saja.

“Abi aku punya tebak-tebakkan,” kata anak saya.

“Apa…tebak-tebakan apa?”

“Tahukah, dulu nyamuk namanya apa?

“Apa ya, mosquito,” kata saya.

“Bukan! Takluk?” (Nah, ini nih belum apa-apa sudah “takluk’).

“Apa ya…serangga!”

“Bukan! Ayo takluk?”

Karena terbayang sulitnya pertanyaan ini. Ya sudahlah saya menyerah. Saya suruh anak saya jelaskan, apa nama nyamuk dulunya?

Ternyata, kemudian dia bernyanyi lagu “cicak cicak di dinding”.

Cicak cicak di dinding, diam diam kemari…

Tatang seekor nyamuk…

Hap hap lalu ditangkap…

“Lho kok nyanyi…Apa dong jawabnya?” tanya saya.

“Iya kan itu ada Tatang seekor nyamuk…” kata dia polos.

“Jadi tadinya namanya = Tatang !”

Ya Allah, seketika saya tertawa. Sementara anak saya lain yang sedang belajar ikut tertawa juga. Ooh…ternyata dulu nyamuk itu namanya Tatang.

Yo wis lah….

Ini hanya untuk menghibur. Berbagi bahagia. Alhamdulillah. Meskipun tidak original.

Untuk yang namanya Tatang, maaf ini hanya bercanda. Tidak ada maksud lain.

Iklan