REFLEKSI: Kesalahan Terbesar Bangsa Indonesia!

Agustus 20, 2010

Bismillahirrahmaanirrahiim.

CATATAN: Tulisan ini sebenarnya sudah muncul Agustus tahun 2010 lalu. Karena begitu pentingnya isi tulisan ini, agar kaum Muslimin di negeri ini paham kondisi kehidupannya; ia sengaja di-lekat-kan. Selamat membaca kembali!

Baru-baru ini politisi Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul melemparkan isu besar, tentang kemungkinan masa jabatan Presiden RI diperpanjang sampai 3 periode. Konsekuensinya, harus mengamandemen UUD pasal 7 yang membatasi jabatan Presiden RI hanya 2 periode saja. Sontak usulan ini membuat geger masyarakat politik Indonesia. Banyak suara-suara muncul memberi komentar. Saya meminjam kata-kata para selebiritis kalau sedang terjerumus suatu kasus asusila, “Ya, dimana-mana selalu ada pro dan kontra. Itu biasa saja, kok.”

Secara politik, wacana perpanjangan masa jabatan presiden sampai 3 periode itu, dapat dipahami sebagai ambisi politisi Demokrat untuk mengangkat SBY menjadi Presiden RI lagi pada periode 2014-2019 nanti. Kalau upaya itu berhasil, misalnya SBY sukses menjadi presiden lagi pada periode 2014-2019, apakah amandemen UUD itu akan berakhir? Tidak akan. Nanti menjelang masa jabatan ke-3 berakhir, akan ada lagi usulan amandemen kesekian kalinya, sehingga SBY bisa menjadi Presiden RI ke-4 kalinya. Kalau sudah 4 kali jadi presiden, akan UUD akan diamandemen lagi, sehingga SBY akan menjadi presiden sampai wafat. Bahkan nanti, Ruhut Sitompul akan mengusulkan, agar Presiden RI bisa dijabat oleh seseorang yang sudah dikubur dalam tanah. Dia menjadi Presiden RI secara ad interim; jasadnya sudah dikubur, tetapi nama dan fotonya masih berkuasa penuh.

Baca entri selengkapnya »

Iklan