Benang Merah Kesamaan Pandang

Oktober 11, 2015

Bismillah. Status ini disusun dalam rangka mencari-cari jalan dan celah untuk menumbuhkan persatuan & persaudaraan Ummat. Amin.
>>>
Sepintas lalu, paham Salafi lebih dekat ke Zhahiri. Pokok acuannya: BERPEGANG KE DALIL SHAHIH, dari madzhab Sunni mana saja.
>>>
Perintis madzhab unik ini adalah Dawud Az Zhahiri. Seorang ulama faqih zaman klasik.
>>>
TAPI sosok besar penyebar madzhab ZHAHIRI yang tak terlupakan adalah IBNU HAZM. Seorang ulama besar dari Andalusia. Beliau penyusun kitab hebat, Al Muhalla.
>>>

Banyak Kesamaan Kita

Banyak Kesamaan Kita


Syaikh Hasan Al Banna dan Syaikh Hasan Al Hudaibi pernah memberikan tekanan (rekomendasi) pada kitab Al Muhalla.
>>>
Bukti besar kecenderungan Al Ikhwan pada madzhab Zhahiri, adalah kitab FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Dari aroma judulnya saja, sudah terasa. Edisi pertama kitab ini diberi kata pengantar sang pendiri Al Ikhwan, Syaikh Al Banna.
>>>
Begitu kagumnya ulama Saudi dengan Fiqhus Sunnah, sampai penulisnya diganjar FAISHAL AWARD, hadiah prestisius skala internasional.
>>>
Hadiah FAISHAL AWARD juga diberikan kepada sosok Dr. Yusuf Al Qaradhawi; sosok Syaikh Al Albani; juga sosok Buya Muhammad Natsir dari Indonesia. Sosok terakhir adalah hasil asuhan GURU BESAR Persis, Ustadz A. Hassan.
>>>
Bukan kebetulan kalau Syaikh Al Albani itu mulanya anggota Al Ikhwan. Beliau sangat mencintai dua kitab hebat ulama Ikhwan yaitu: HALAL HARAM FIL ISLAM karya Dr. Al Qaradhawi dan FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Kitab pertama beliau jadikan materi “ngaji kitab” dalam majelis ilmunya.
>>>
Ustadz Salafi senior seperti Ust. Yazid Jawwas, Ust. Ja’far Umar Thalib, Ust. Yusuf Utsman Baisa; khabarnya mereka mendaras konsep madzhab ZHAHIRI juga (kitab Al Muhalla). Rujukannya ulama-ulama Pakistan.
>>>
Di Indonesia, organisasi Islam yang getol dengan madzhab Zhahiri adalah PERSIS (Persatuan Islam). Uniknya, rujukan fiqih Persis adalah kitab NAILUL AUTHOR karya Asy Syaukani. Bukan Al Muhalla. (Kenapa ya? Wallahu a’lam).
>>>
Hebatnya, salah satu tempat yang menjadi “kawah candra dimuka” bagi Syaikh Al Albani, sampai jadi seorah ahli hadits, adalah: PERPUSTAKAAN ZHAHIRIYAH. Di Damaskus. Padahal isi perpustakaan itu dominan manuskrip-manuskrip kitab hadits. Siapa dulu yang memberi nama “sindiran” begitu? Entahlah.
>>>
Dibanding corak Ibnu Taimiyah, paham Zhahiri “lebih lugas”. Gak sungkan men-declare: “Kami bebas madzhab. Hanya terikat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah.” Ibnu Taimiyah masih terikat madzhab. Contoh, beliau terima pendapat “kiriman bacaan Al-Qur’an sampai pahalanya ke mayit”. Itu pendapat madzhab.
>>>
ARAH JALAN: “Kalau dipikir-pikir, ada lho BENANG MERAH KESAMAAN PANDANG antara Salafi, Ikhwanul Muslimin, dan Persatuan Islam.” Sebuah peluang besar untuk terjalin pengertian satu sama lain.
>>>
SEMOGA damai, bersaudara, saling memahami. Amin ya Arhama Rahimin.

(IlookU).

Iklan

SEBUAH FAKTA PENTING

Mei 10, 2015

* Di Indonesia banyak ormas Islam.
* Dari ormas-ormas itu ada yang selalu “dibesarkan media massa mainstream” dan ada yang selalu “dikecilkan”.
* Ormas SYARIKAT ISLAM, MUHAMMADIYAH, AL IRSYAD AL ISLAMIYAH, dan PERSATUAN ISLAM (PERSIS) lebih dahulu lahir. Atau lahir sebelum tahun 1926.
* Ormas NU atau NAHDHATUL ULAMA lahir tahun 1926. Lebih akhir dari keempat ormas di atas.
* Ormas EMPAT itu identik dengan Muslim MODERNIS. Juga dikenal sebagai “orang Wahabi”.
* Fakta lain: setelah merdeka, NU di bawah KH. Hasyim Asyari rahimahullah selalu MENYATUKAN diri dengan MASYUMI (partai Islam). Ketua PBNU KH. Wachid Hasyim (putra KH. Hasyim Asyari) sangat kuat dalam hal: PRO SYARIAT ISLAM.
* KESIMPULAN: Ada senior-senior Wahabi; ada yang setia dg MASYUMI; ada yang konsisten PRO SYARIAT Islam.
* Lha kok zaman sekarang rasanya beda sekali ya… Begitu dech.
* JASMERAH (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Kata Soekarno.
* JASHIJAU (JAngan Sekali-kali HIlangkan JAsa Ummat). Kata seseorang, baru saja. 

(TheHistory).