Andai Presiden Mursi Tokoh Al-Qa’idah…

Juli 15, 2015

>> Mengapa kaum Muslimin kecil reaksinya atas gugurnya para pemimpin Jihad Al-Qa’idah? Mengapa tokoh-tokoh dunia Islam lebih peduli ke Muhammad Mursi? Bukankah keduanya sama-sama pejuang Islam, hanya berbeda caranya?
>> MUNGKIN kalau satu, dua, tiga dari Ummat ini memuji tokoh-tokoh Al Qa’idah; mereka khawatir akan dicurigai sebagai pendukung tanzhim terorisme. Ini satu kemungkinan.

Kesabaran Mengikuti Mekanisme Politik

Kesabaran Mengikuti Mekanisme Politik

>> MUNGKIN juga karena masyarakat kaum Muslimin belum sampai kepada mereka berita-berita perubahan sikap/kebijakan Al Qa’idah yang mencerminkan sikap Rahmatan Lil ‘Alamiin. Perubahan ada, tapi berita belum sampai.
>> MUNGKIN juga, Presiden Mursi dipandang sebagai pemimpin sebuah negara berdaulat, sepenting negeri Mesir; sedang para komandan Mujahid dianggap mewakili faksi pejuang lapangan yang sedang gerilya.
>> Atau MUNGKIN, Presiden Mursi dianggap telah menempuh ATURAN MAIN UMUM dalam perjuangannya; sedangkan para pejuang banyak yang menafikan cara umum tersebut.
>> SEMOGA Allah SWT menolong Presiden Mursi dan seluruh para pemimpin Islam yang terzhalimi di jalan-Nya.
>> SEMOGA Allah SWT menerima amal Jihad para penerus Syaikh Usamah rahimahullah, ditimbang setiap tetes darahnya, dihargai tinggi setiap tetes keringatnya, digandakan berlipat pahala atas setiap tarikan nafasnya Fi Sabilillah. Terimalah mereka sebagai Syuhada’ ya Arhama Rahimiin. Amin Allahumma amin.
>> MARI saling menautkan hati-hati, merapatkan genggaman jemari, saling mengasihi dan memaafkan antar saudara.

* Malang, 23 Juni 2015. Sehari setelah WAFAT BUNDAKU. Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha. Amin.

Iklan

Rezim Militer Mesir Paling BODOH Sedunia…

Oktober 30, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Perlahan tapi pasti, masyarakat Mesir mulai bisa membedakan antara manusia dan anjing; lebah dan ular; ulama dan monster; air dingin dan kobaran api. Mereka mulai paham, siapa Si Bijak dan siapa Si Bangsat? Kini masyarakat Mesir mulai sadar bahwa mereka telah memilih kawanan srigala untuk memimpin negeri mereka; menjajah kehidupan mereka; melenyapkan syiar Islam dari lubuk hati mereka.

Rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– pada dasarnya adalah kumpulan srigala lapar yang haus kezhaliman.  Mereka ini tidak bisa tegak di muka bumi, kecuali dengan menindas rakyat lemah; membohongi dunia; memfitnah orang-orang yang baik; dan menangkapi para ulama yang istiqamah.

Seorang ulama Salafi yang sadar akan kebengisan rezim As Sisi berdiri di depan para demonstran penentang rezim militer, sambil berkata: “Sebelum darah mereka tertumpah, darahku dulu yang akan tertumpah!” Rasanya sulit menemukan karakter ulama Salafi demikian di negeri kita; karena kalau ada ulama yang mulai istiqamah, secepat kilat akan diserbu dengan tuduhan: Sururi, hizbi, takfiri!

Tapi…

Kejahatan rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– tidak hanya soal penolakan rakyat Mesir. Tapi sifat-sifat bandit mereka yang membunuhi manusia dengan seenak perutnya; demi melayani missi Zionisme internasional; juga semakin terkuak dengan munculnya kebodohan-kebodohan mereka. Secara jelas, mereka tak bisa menyembunyikan kebodohan itu. Hal ini juga merupakan bagian dari diterimanya doa kaum Mukminin yang mendoakan mereka celaka dan binasa; termasuk para pembelanya yang menggelontorkan dana US$ 12 miliar untuk membantai Ikhwanul Muslimin di Mesir. (Dana besar amanat Umat Islam, hasil dari bumi Islam berupa minyak, hasil dari pendapatan mengelola Tanah Suci disumbangkan ke kawanan srigala buas untuk membunuhi sesama Muslim. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik).

Kebodohan telanjang ini apa?

Ya, sebentar lagi Presiden Mursi akan diadili oleh pengadilan Mesir, atas tuduhan: telah menghasut kekerasan untuk membunuh demonstran anti pemerintah saat bulan Desember 2012. Hal itu terjadi sebelum muncul gerakan Tamarod pada awal tahun 2013 lalu.

Andaikan benar-benar terbukti Presiden Mursi menghasut untuk membunuh sebagian demonstran anti pemerintah; andaikan benar-benar terbukti; toh pembunuhan itu belum terjadi. Ia baru sebatas hasutan.

Lalu bedakan dengan segala kekejaman yang sudah jelas-jelas dilakukan rezim militer As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– yang telah membunuh puluhan orang, ratusan orang, hingga ribuan orang; terutama saat terjadi Tragedi Rabi’ah Al Adawiyah tanggal 14 Agustus 2013 lalu.

Nah, dimana otak srigala As Sisi dan para pendukungnya (baik lokal maupun pemimpin Saudi dan Emirat)? Mereka mengadili Presiden Mursi untuk tuduhan penghasutan, sementara mereka sendiri telanjang telah membantai ribuan demonstran damai pendukung Presiden Mursi? Apakah arti semua ini? Bukankah ini adalah kebodohan terbodoh sedunia? Sebodoh-bodohnya Skiper…seekor srigala dalam kartun Dora Explorer; tidak sebodoh mereka.

Darah para syuhada dan pejuang Islam yang wafat saat dalam perjuangan di Mesir menentang kawanan srigala As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– sangatlah mahal dan harus sepenuhnya dijaga kehormatan mereka. Nyawa dan kehidupan Muslim yang telah tiada, karena diberangus kezhaliman, harus dijaga dan dihormati; dengan cara mencegah kezhaliman lebih besar, atau menghentikan sistem zhalim yang sedang beredar.

Semoga pula, darah-darah Mukmin yang telah tertumpah di halaman Masjid Rabi’ah Al Adawiyah dan lainnya di Mesir; menjadi pengorbanan yang cukup di hadapan Allah, sehingga Dia -dengan rahmat dan ‘inayah-Nya- berkenan menetapkan Sunnah Pergiliran Kekuasaan di negeri Saudi. Sudah sepantasnya, dinasti yang tidak komit dengan Syariat Islam; lebih mementingkan urusan kebangsawanan daripada maslahat kaum Muslimin sedunia; diganti oleh mereka yang tegak di atas ILMU, TAUHID, dan SYARIAT. Ya Allah ya Rabbi, hujani orang-orang zhalim itu dengan ketakutan tak bertepi; sehingga tangan dan lidah mereka mereka tidak kuasa lagi menzhalimi manusia. Amin Allahumma amin.

Tentu saja, kita sangat berharap kepada Allah Al Hakim, agar Dia menghukum rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim– serendah-rendahnya, serta menguasakan kehancuran dan kehinaan atas mereka sampai sedalam dasar samudra. Amin Allahumma amin.

Mine.


Buku Baru: “Air Mata Presiden Mursi”

Juli 31, 2013

Air Mata Presiden Mursi

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Presiden Muhammad Mursi yang baru saja digulingkan oleh rezim militer Mesir merupakan satu-satunya Presiden dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Presiden Mursi juga merupakan Presiden satu-satunya di dunia yang hafal Al-Qur’an. Sayangnya kekuasaannya begitu cepat direnggut oleh komplotan liberal sekuler, kaki tangan mantan Presiden Mubarak dan Militer yang dibantu oleh kekuatan Amerika.

Nampaknya di kalangan Islam-Phobia lebih enjoy hidup dipimpin oleh rezim militer yang korup dan menindas daripada dipimpin tokoh Islam. Buktinya penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang baru terjadi dapat terwujud karena mereka saling bersinergi. Sayangnya di kalangan Islam sikapnya tidak satu suara. Ada juga kalangan Islam yang mendukung penggulingan ini dengan berbagai dalih.

Buku kecil ini mencoba membela keberadaan Presiden Mursi dari sisi syariah dan ilmiah. Bukan pembelaan yang cengeng apalagi membabi-buta. Tragedi kudeta militer menjadi catatan hitam sejarah yang menghadang gerakan politik Islam di Mesir. Namun kisah ini belum berakhir, kita tunggu saja endingnya.

http://www.kautsar.co.id/read/book/25/07/2013/239/air-mata-presiden-mursi/

Baca entri selengkapnya »


“Paduka Presiden… Kami Memahami Maksudmu!”

Juli 5, 2013

Bismillahirrahmaanirrahim.

Kepada paduka yang kami muliakan:

Presiden Mesir Muhammad Mursi

semoga Allah selalu menjagamu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in, amma ba’dhu.

Paduka Presiden yang kami hormati

Rasanya hati ini sangat perih, perih sekali, melihat kenyataan-kenyataan buruk yang saat ini menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir, di bumi Kinanah, yang Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Ummat ini agar berlunak-lunak kepada mereka.

Presiden, apa yang Anda alami adalah sebuah KEZHALIMAN BESAR yang pasti akan panjang akibatnya. Bila ia tidak dirasakan sekarang, mungkin ia akan dirasakan nanti, ketika manusia sudah mulai lupa akan apa yang pernah mereka lakukan. Anda semestinya tidak mendapat perlakuan KASAR seperti ini, apapun alasannya; karena Anda adalah seorang pemimpin yang sah. Anda dipilih oleh rakyat, dan mereka memberikan amanat ke pundak Anda. Seolah, Anda sudah dibai’at oleh rakyat, meskipun belum seluruhnya.

"Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!"

“Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!”

Paduka Presiden

Kami bersimpati atas segala musibah dan duka yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir. Semoga Allah Ta’ala menguatkan hati-hati Anda semua. Semoga Allah menolong Anda semua dalam melintasi badai, cabaran kehidupan, dan fitnah yang berlapis-lapis ini. Semoga Allah menghargai jerih-payah Anda selama ini, semoga Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin di Mesir; semoga Allah menggantikan kesulitan dengan kemudahan, kegoncangan hati dengan damai, keterpurukan dengan kehormatan, keterpecahan dengan kesolidan; semoga Allah memberikan kepada para pejuang Islam dan keluarganya, serta sanak-kerabatnya, serta kawan-kawan dan komunitasnya, barakah berupa salamah, ‘afiyat, dan shalawat. Amin Allahumma amin.

Paduka Presiden

Kami sangat berduka atas apa yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir saat ini. Masih terus terbayang di benak kami berbagai kesusahan, bencana, dan kebinasaan yang menimpa para pemimpin Islam di Aljazair, ketika kemenangan FIS dirampas di masa itu. Masih terbayang betapa sedihnya hati kami, tatkala kepemimpinan Necmetin Erbakan, juga dirampas di Turki, kala itu. Dan aneka duka dan bencana yang pernah menimpa perjuangan Umat ini.

Anda semua sudah berusaha berjuang sekuat kemampuan, dengan menuruti aturan main yang ada; tetapi badai fitnah terlalu kuat, taupan makar bertiup begitu dahsyat, segala kekuatan berserikat untuk merobohkan cita-cita membangun peradaban Islami. Kami bersimpati dan terus bersimpati. Di hati kami perjuangan Anda akan selalu kami kenang. Kepada anak-cucu kami dan kaum Muslimin, akan kami ceritakan bahwa Anda semua dan para politisi Islam yang penuh heroisme, adalah pahlawan sesungguhnya.

Paduka Presiden

Teruslah untuk bertahan dan bertahan. Jangan mundur dari segala coba dan ujian. Biarlah manusia menekan, mengisolir, atau menghujatmu; tetapi teruslah bertahan, teruslah berjuang, jangan pernah mundur. Teruslah tegak mengakui diri sebagai Presiden yang sah; kami akan selalu mendukungmu; kami mengakui posisimu.

Lakukanlah seperti yang pernah diperbuat Khalifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, beliau tetap memakai jubah kekuasaannya, meskipun rumahnya telah dikepung para pemberontak. Teruslah bertahan wahai Presiden, dengan keyakinan: ajari rakyatmu untuk menghargai keputusan bersama yang telah diambil! Jika tidak demikian, maka kelak Mesir akan menjadi surga bagi para perampok kekuasaan untuk menguasai atau merebut tampuk kekuasaan apapun yang diinginkannya.

Paduka Presiden

Kami memahami maksud baikmu, untuk membebaskan Mesir dari penindasan sebenarnya; untuk menyeamatkan rakyat dan kehidupan disana; untuk membuang para petualang politik dan penjual nasib bangsa; untuk menegakkan keadilan dan melawan keserakahan; untuk memberikan kepada rakyat Mesir maslahat hidup sebenarnya, bukan sensasi kebebasan semu, tetapi penuh tipu daya dan kebinasaan.

Kami memahami semua itu, wahai Paduka Presiden. Maka itu, selain mensyukuri terpilihnya dirimu sebagai pemimpin Mesir; kami juga mendukung kebijakan-kebijakanmu. Bahkan kami akan tetap mengakuimu, sekalipun engkau telah disingkirkan secara kasar.

Paduka Presiden

Tapi tak akan menyalahkanmu, tak akan mengkritikmu atas kebijakan-kebijakan politik yang engkau pilih. Kami serahkan semua itu kepadamu dan pemimpin-pemimpin Islam di Mesir. Anda semua lebih paham dari kami duduk masalah sebenarnya. Kata orang, setiap negeri punya ciri dan tabiatnya masing-masing. Kami hanya orang luar, kami hanya bisa memandang dari jauh, tanpa bisa ikut berperan di dalamnya.

Kata orang (termasuk hemat kami juga), Anda menempuh jalan tidak seperti Erdogan yang tampak lembut, kompromi, memakai strategi “nafas panjang”, dan lain-lain. Tapi apapun ceritanya, Anda lebih baik dari Erdogan (tanpa bermaksud merendahkan siapapun). Anda lebih terbuka tentang nilai-nilai Islam, Anda berkiprah ingin memperbaiki Konstitusi, Anda berjuang maksimal untuk kemaslahatan rakyat Mesir. Bagi kami, Anda lebih tepat dan adil, sesuai kondisi di Mesir. Sebab, Anda bukan pemimpin Turki. Anda tahu banyak nafas kehidupan rakyat Anda sendiri.

Paduka Presiden

Sampai kini, kami tetap mengakuimu. Jangan berputus-asa! Teruslah berjuang, pahamkan kepada rakyat Mesir tentang pentingnya menghargai proses sesuai aturan main yang telah disepakati. Jangan keluar dari aturan main itu. Contohlah Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sepakat dengan perjanjian Hudaibiyah, meskipun isinya tampak banyak merugikan kepentingan kaum Muslimin.

Teruslah ajarkan kepada rakyat Mesir agar menghargai proses politik yang resmi (bukan cara jalanan). Sebab bila tidak, pasti akibatnya akan mengenai kehidupan mereka sendiri di masa-masa nanti. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjelaskan agar kita taat kepada seorang pemimpin yang telah dibaiat, sekalipun dia seorang budak hitam dari Persia. Itu artinya, kesepakatan kaum Muslimin memiliki nilai dan maslahat yang tinggi, bukan berdasarkan ambisi hawa nafsu atau amarah yang menggebu.

Paduka Presiden

Kami akan selalu mendukungmu, mendoakan kebaikan bagimu, dan mengharapkan kemenangan besar bagi Islam dan kaum Muslimin; siapapun juga di antara para pejuang Islam yang berjuang disana.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawab.

Al Faqir Ilallah

Jakarta, beberapa hari Pra Ramadhan 1434 H.

(AM. Waskito).


Kaum Muslimin… Tolonglah Presiden Mursi !!!

Juli 4, 2013

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Tanggal 3 Juli 2013, Presiden Mursi, pemimpin Mesir dikudeta oleh militer, di bawah pimpinan Jendral Abdul Fattah As Sissi. Masya Allah, ini adalah musibah dan bencana yang sangat menyedihkan.

Presiden Mursi baru berupaya memperbaiki kehidupan Mesir dengan langkah-langkahnya. Tetapi belum juga lama beliau memimpin, sebuah GELOMBANG REKAYASA POLITIK mendera dengan sangat kencangnya. Gelombang ini memanfaatkan beberapa lini: media massa, gerakan demo mahasiswa + aktivis, tekanan militer, tekanan internasional, tekanan ekonomi riil.

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Cara yang sama pernah digunakan ketika tahun 1998, gerakan rekayasa itu meruntuhkan pemerintahan Soeharto di Indonesia; juga setahun kemudian sekitar bulan Oktober 1999, ia meruntuhkan pemerintahan Habibie. Gerakannya sama, direkayasa dari bebagai lini. Hanya sayangnya: Umat Islam gampang terlupa hal-hal begini.

Seorang penulis Barat, pernah menulis The Economic Hit Man (tukang pukul ekonomi). Dia menceritakan pengalamannya menghajar rezim-rezim yang tidak disukai, dengan tekanan-tekanan ekonomi. Hal ini juga diakui oleh Prof. Steve Henke, mantan penasehat ekonomi CBS yang pernah diundang Soeharto ke Indonesia.

Rakyat Muslim, termasuk di Mesir, banyak yang lupa dengan kenyataan-kenyataan ini. Maka itu Saudaraku, perbaikilah ilmu, wawasan, dan kesadaranmu! Jangan melulu ikut arus media terus. Media bisa menipu, tapi kesadaran diri jauh lebih kuat.

Dalam masa demikian, marilah kita membantu Presiden Mursi, dengan segala kekuatan yang kita mampu. Caranya…

= Akuilah, bahwa beliau masih Presiden Mesir yang sah!

= Bangunlah opini, bahwa beliau adalah presiden yang sah, sedangkan kudeta militer itu tidak sah!

= Lakukan penolakan secara politik terhadap siapa saja yang buru-buru mengakui kepemimpinan pemimpin kudeta militer; dengan asumsi, sikap keterburuan dia itu menunjukkan, bahwa dia sangat ingin agar Mursi segera tumbang, sehingga tidak akan membahayakan kursi kerajaannya.

(Sebuah Dinasti di Arab yang sekian lama banyak didoakan Umat dan dibantu dengan segala daya, kok malah suka melihat saudaranya teraniaya? Aneh. Inilah tanda-tanda kekuasaan politik Dinasti itu semakin senja).

= Kalau mampu menolong secara dana, fasilitas, perlindungan, logistik, tenaga, pikiran, dan apapun, silakan saja. Dukungan itu tak sia-sia di sisi Allah Azza Wa Jalla.

= Doakan Presiden Mursi dan saudara-saudara Ikhwanul Muslimin, agar mereka mendapatkan selamat. ‘afiyat, dan dijauhkan dari bala, bencana, dan kezhaliman. Amin Allahumma amin.

Kita tak usah memandang Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin atau tidak; toh, mereka adalah saudara kita juga; sama-sama berjuang ingin menegakkan Islam, sesuai kemampuan dan caranya. Mereka itu saudara kita, sama-sama Ahlus Sunnah. Mari menolongnya sekuat kemampuan.

Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sejak lama selalu empati kepada perjuangan tokoh-tokoh Al Ikhwan. Beliau pernah memfatwakan agar kaum Muslimin menolong Ikhwanul Muslimin yang dibantai Hafezh Assad di Suriah.

Satu hal yang membuatku sangat terkesan dari sosok Presiden Mursi. Tentu, selain beliau Hafal Al Qur’an. Saat dalam pertemuan internasional di Teheran Iran, beliau membuka pidatonya dengan memuji para Shahabat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wassallam. Ini adalah bentuk ejekan bagi Syiah Rafidhah yang hidupnya selalu memakan bangkai dan minum nanah (karena terus-menerus mencaci maki Shahabat dan menista mereka).

Mungkin pertanyaannya, mengapa Presiden Mursi digulingkan?

Kami yakin Anda punya banyak analisis soal itu. Tapi menurut kami, atau setahu kami, masalahnya tidak seperti yang tersebar di media-media. Singkat kata, Presiden Mursi ingin memperbaiki ekonomi Mesir yang morat-marit. Karena kesulitan soal modal, dengan terpaksa beliau ingin meminjam uang ke IMF. Nilainya kalau tak salah sekitar US$ 4,5 miliar. Maka IMF pun memberikan syarat-syarat seperti konsep Letter Of Intends yang dulu pernah ditandatangani Michael Camdesus dan Soeharto itu. Tetapi butir-butir kesepakatan dengan tim IMF itu ditolak oleh penasehat-penasehat ekonomi Presiden Mursi. Akibatnya IMF marah besar.

Ya setelah IMF marah, kita tahu akibatnya. Presiden Mursi dan Kabinetnya dianggap sebagai “bocal nakal lu ya”. Begitulah, akhirnya Presiden yang sebenarnya ideal bagi bangsa Mesir itu digusur. Karena sebuah prinsip, dia dijatuhkan. Masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah.

Maka marilah kita membantu Presiden Mursi dengan doa…

Allahummanshur li akhina Muhammad Mursi, farzuqhu nashran mubinan wa makhrajan min kulli musykilati wal fitnah. Wa anzhir wa ihzim kullu man fasada amrahu wa jarama mulkahu wa man ‘aanahum. Innaka antas sami’ud du’a ya Dzal Jalali wal Ikram. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi wa sallam. Amin Allahumma amin.

Mine.


Mengapa Film Menghina Nabi Itu Dibuat?

Oktober 4, 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Anda masih ingat dengan film “The Innocence” kemarin, yang memicu amarah kaum Muslimin di seluruh dunia itu? Kita pasti masih ingat, karena kasus ini masih baru, masih “hangat-hangatnya”.

Kehidupan manusia modern banyak dikendalikan oleh media; ketika suatu isu sedang “digoreng” oleh media, kita cenderung mengerumuninya; kalau sudah dilupakan, kita juga akan meninggalkannya. Entahlah… dulu media hanyalah kebutuhan tambahan, kini jadi kebutuhan utama melebihi makan-minum.

Inilah Target Utama Film “The Innocence”

Kembali ke film hasil karya Nakoula B. Nakoula (Sam Bacile) –semoga Allah melaknatinya dan orang-orang yang mendukung sikap kurang ajarnya-. Jujur saja, ketika beredar isu seputar film ini, saya tidak ada kemauan sedikit pun untuk menonton film itu; sekalipun hanya cuplikan. Begitu juga kala dulu beredar isu kartun/karikatur yang melecehkan Nabi Saw, saya juga tak mau mencari gambar-gambar itu. Bagi saya, kalau sudah jelas disana ada propaganda penghinaan kepada imam kehidupan kita, Sayyidul Mursalin Rasulullah Saw…ya sudah tidak perlu dilihat atau didengar. Maka alhamdulillah, akhirnya MUI mengharamkan film tersebut. Alhamdulillah wa Alhamdulillah.

Seorang kawan sempat mengirim SMS yang isinya amat sangat keras. Dia marah-marah dan melaknati Amerika, Yahudi, dan Nashrani setelah melihat film itu. Katanya, ustadz-ustadznya sampai menangis berlinang air mata karena melihat film itu. Padahal film yang dilihat hanya cuplikan saja, sekitar 15 menit. Ya…mereka harus menunjukkan amarahnya seperti itu, sebab kalau tidak nanti mereka tidak ada alasan di sisi Allah ketika ditanya soal film itu. (Kalau saya kan tidak sampai melihat, hanya mendengar dan membaca beritanya saja; jadi tidak sampai seemosi mereka. Rasanya tidak tega melihat Sayyidul Mursalin dihinakan martabatnya. Lebih baik berkelahi saja deh, daripada melihat tontonan penodaan seperti itu). Kata kawan yang lain, film itu sebenarnya film porno; singkat kata, Nabi Saw hendak dinodai dengan adegan-adegan mesum –masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah-.

Tetapi Allah Ta’ala sudah menetapkan hak kemuliaan atas Nabi Saw. Allah berfirman dalam Kitab-Nya: “Innaka la ‘ala khuluqin ‘azhim” (engkau itu –Muhammad Saw- berada di atas akhlak yang agung). Begitu juga dalam firman-Nya: “Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanah” (sungguh bagi kalian dalam diri Rasulullah Saw itu terdapat teladan yang mulia). Bahkan juga firman Allah: “Wa maa arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamiin” (tidaklah Kami mengutusmu –Muhammad Saw- melainkan agar menjadi rahmat bagi seluruh alam). Ayat-ayat ini dan yang semisalnya, adalah JAMINAN KEMULIAAN bagi Nabi Saw dari Allah Ta’ala.

Maka kini Anda lihat, ketika Nabi Saw dihujat oleh orang kafir tertentu dengan penghinaan yang amat sangat; maka bangkitlah manusia, termasuk pemimpin-pemimpin kafir yang notabene bukan seorang Muslim, mereka bangkit ikut membela kehormatan Nabi Saw. Tidak kurang Sekjen PBB ikut mengecam film murahan itu. Bahkan para pemain dalam film itu sendiri memprotes produsernya (Sam Bacile) karena dianggap telah memanipulasi film yang telah dibuat.

Jadi, pribadi Nabi, kehormatan beliau, serta kemuliaan martabatnya, sudah mendapat GARANSI dari langit. Siapa saja yang hendak menghina, pasti dia yang akan terhina. Lihatlah Salman Rushdie –laknatullah ‘alaihi wa man ansharahu-! Sejak menulis novel yang menghujat Al Qur`an, dia kehilangan kehidupannya, sampai saat ini. Bahkan pasukan keamanan yang selalu menjaganya sampai puluhan tahun merasa hampir frustasi, akibat kebodohan penulis “kunyuk” asal India itu.

Nah, kini kita bicara tentang,  ada apa di balik film “The Innocence” itu? Mengapa dibuat film tersebut? Apa target strategis dari pembuatan film cabul itu?

Tentu banyak analisa dan dugaan-dugaan disini. Kita bisa mengatakan ini dan itu. Namun menurut saya, film tersebut tidak lepas dari background si pembuatnya yang memiliki tiga ciri utama: Beragama Yahudi, berasal dari Mesir, kini tinggal di Amerika. Background inilah yang memicu munculnya ide membuat film cabul yang menghebohkan itu.

Ketiga ciri itu akan memiliki makna sangat kuat, jika dikaitkan dengan wajah kepemimpinan baru di Mesir. Kini Mesir dipimpin oleh Presiden Dr. Muhammad Mursi –semoga Allah selalu membimbing dan menolongnya untuk membawa bangsa Mesir menetapi kehidupan Islami-.

Orang Yahudi tidak senang dengan naiknya Mursi sebagai Presiden Mesir, pasca Husni Mubarak. Banyak orang kafir di Mesir atau Israel, sangat khawatir dengan munculnya sosok Mursi ini. Ketika ada Yahudi asal Mesir tinggal di Amerika, malah punya kewarganegaraan Amerika, hal itu memberinya pintu-pintu kebebasan, tidak seperti di negeri asalnya (Mesir).

Sejatinya, menurut analisa saya, film “The Innocence” itu dibuat sebagai “kado serangan” terhadap Presiden Muhammad Mursi di Mesir. Si pembuatnya ingin agar warga Muslim di Mesir marah besar, lalu melakukan anarkhisme, lalu kepemimpinan Presiden Mursi bisa dirontokkan karena amarah warga Mesir setelah diprovokasi film itu. Ternyata hasilnya, warga Muslim Mesir secara umum masih bisa mengendalikan diri, tetapi warga Muslim Libya tanpa pernah diduga berhasil mengirimkan “satu bingkisan” berupa “paket RPG” untuk Dutabesar Amerika di Libya dan stafnya.

Presiden Mursi tetap memimpin sampai kini, dan semoga tetap lestari dalam taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta dalam rangka menyelamatkan manusia dari perbudakan Kapitalisme-Zionis. Amin Allahumma amin. Tentu film “The Innocence” ini bukan satu-satunya serangan untuk Presiden Mursi, masih ada paketan-paketan lain.

Sebaik-baik nasehat ialah: “Ishbiruu wa shabiruu wa rabithuu wattaqullaha la’allakum tuflihuun” (bersabarlah selalu, tetaplah bersabar, dan terus berjaga-jaga, serta bertakwalah kepada Allah, agar kalian mendapat kemenangan).

Akhirul kalam, walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah Syakir).