PSSI dan Kisruh Indonesia

Maret 29, 2011

Mungkin para pembaca merasa aneh. Mengapa dalam judul ditulis “kisruh Indonesia”? Mengapa bukan “kisruh PSSI”? Padahal kita semua tahu, saat ini PSSI dilanda kisruh hebat. Menegpora Andi Malarangeng membekukan kepengurusan PSSI dan otomatis PSSI tidak boleh diberi anggaran oleh negara. Kubu Nurdin Halid balik menyerang Andi Malarangeng, dan meminta agar menteri itu dipecat dari jabatannya.

NH: Dianggap Biang Kisruh Bola

Pasti tidak mudah bagi Andi Malarangeng dkk. untuk menjatuhkan Nurdin Halid, sebab tokoh satu ini di-backing-i kelompok Bakrie. Termasuk kubu Golkar disana. Siapa berani menghadapi Bakrie dan kawan-kawan? SBY saja berkali-kali harus “balik kucing” menghadapi hebatnya manuver kelompok Ical dan kawan-kawan. Perseteruan antara Pemerintah Vs Nurdin Halid ini kemungkinan akan dimenangkan Nurdin Halid lagi.

Mengapa? Sebab nama dia memang bermakna “kekal”. Nurdin Halid atau tepatnya Nurdin Khalid, artinya = Nurdin yang kekal (maksudnya, kekal memimpin PSSI selama dia mau). He he he…

Mengapa disini kita sebut KISRUH Indonsia, bukan kisruh PSSI? Padahal yang jelas-jelas lagi kisruh adalah PSSI?

Ya, maknanya sangat jelas. PSSI ini kan ibarat sebuah cabang kehidupan di negeri yang namanya Indonesia ini. Selain urusan PSSI atau sepak bola, masih banyak urusan lain, misalnya: BBM, harga beras, pengangguran, kemiskinan, korupsi, mafia hukum, narkoba, demoralisasi, kejahatan para politisi, liberalisme media, dll. Banyak sekali masalah bangsa Indonesia.

Selama ini para insan sepak bola di Indonesia, para suporter, pengurus PSSI (pusat dan daerah), para pemain, pelatih, ofisial, sponsor, dll. Mereka seakan hidup semata-mata dari, oleh, dan untuk bola. Mereka seperti tidak memikirkan masalah lain, selain bola. Kini mereka merasakan dengan sangat nyata, bahwa dalam urusan bola pun kita penuh masalah.

Ibaratnya, apa sih di Indonesia yang tak bermasalah? Coba Anda cari dan teliti. Adakah satu pun urusan yang tak bermasalah di negeri ini? Nyaris, dalam seluruh urusan penuh masalah.

Kisruh PSSI selama ini TIDAK SEBERAPA, dibandingkan kekisruhan bangsa kita sendiri. Kisruh politik, isu kekerasan, korupsi, konflik sosial, kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, dll. ada dimana-mana. Begitu hebatnya bangsa ini, sampai media Australia “perlu membantu” dengan membeberkan dugaan korupsi oleh SBY dan kroni-kroninya. Begitu pula, sampai Aljazeera ikut-ikutan memanaskan situasi dengan “isu DRI”.

Seakan, tidak cukup bangsa kita sendiri bergumul dengan kisruh. Bangsa lain pun ingin menikmati “berkisruh-kisruh ria” di negeri ini.

Kalau saya ditanya, “Bagaimana pendapat Anda tentang kepemimpinan PSSI di bawah Nurdin Halid?”

NEOLIB Lebih Bahaya 1000 X daripada Nurdin

Jawabnya: “Masalah Nurdin Halid ini peanut. Kacangan. Kecil. Ini masalah ecek-ecek. Masih banyak masalah lain yang lebih PARAH dari itu. Korupsi, politik uang, mafia hukum, kedaulatan negara, ekonomi neolib, disintegrasi, dll. lebih dahsyat ketimbang masalah Nurdin Halid.”

Demi Allah, andaikan kepengurusan PSSI diganti, Nurdin Halid diganti, Nugraha Besoes diganti, dan seterusnya. Semua itu tak akan memperbaiki prestasi sepak bola Indonesia sama sekali. Sebab apa? Masalah utama bangsa kita adalah: Kepemimpinan politik yang penakut menghadapi bangsa asing dan mafia, serta tidak berpihak ke rakyat sendiri!!! Ini masalah utamanya. Selama kondisi kepemimpinan masih begitu-begitu saja, jangan harap ada perbaikan apapun, termasuk dalam bidang sepak bola.

Hanya masalahnya, kan “jamaah pecinta sepak bola” di Indonesia ini kan akalnya gampang dikendalikan kemana-mana. Ketika pengamat, jurnalis, media, semua sepakat bahwa masalah utama sepak bola Indonesia adalah Nurdin Halid; mereka semua mengiyakan 100 %. Padahal masalah utama kita ialah Pemerintahan lemah yang tidak berpihak kepada bangsa dan negara sendiri. Meskipun nanti Nurdin Halid diturunkan dari jabatannya, tetap saja pengurus yang baru akan mewarisi seabreg masalah keolah-ragaan yang sangat rumit di Indonesia. Ya, bagaimana lagi, wong negara ini memang sedang sakit lahir-bathin.

Jangan lebay, jangan bodoh…

Tidak mungkin masalah sepak bola yang begitu rumit dan komplek itu hanya ada di tangan Nurdin Halid. Tidak mungkin. Dimanapun juga kalau suatu masalah SITEMIK, berarti faktor-faktornya juga sistemik. Tidak bisa mengerucut ke satu personal saja. Jangan mau ditipu media-media massa…

Nasehatnya disini…

Wahai jamaah pecinta bola, marilah kita peduli dengan bangsa kita, negara kita. Ibarat perahu, bangsa ini sudah nyaris karam di dasar lautan. Anda jangan egois, mau seneng-seneng saja dengan dunia bola. Ayolah kita kontribusi memperbaiki bangsa ini. Mari kita melakukan perubahan, demi perbaikan masa depan kita. Kalau semua hanya peduli dengan bola semata, maka sadarlah: Meskipun Indonesia bisa menjadi juara dunia, maka gelar itu tak akan bisa menghapuskan kemiskinan sedikit pun!

Kini PSSI dilanda kisruh… Diperkirakan Nurdin tak mudah dijatuhkan, karena ada backing kuat di baliknya. Kisruh PSSI ini sebenarnya menandakan betapa kisruhnya kehidupan bangsa Indonesia. Kalau misal ada ribuan “pejuang bola” bermunculan; mengapa tidak muncul ribuan pejuang Indonesia? Apakah bola lebih penting dari urusan bangsa?

Selamat berpikir dan menjalani hidup lebih baik. Semoga Allah Ta’ala melembutkan hati-hati kita untuk menjalani kehidupan yang diridainya. Allahumma amin.

AM. Waskito.

Iklan

Beberapa Opini Aktual

November 30, 2010

OPINI, edisi 27 Desember 2010.

“KEKALAHAN TIMNAS & INTRIK BOLA”

Saudaraku…

Anda sudah menyaksikan laga Timnas Indonesia Vs Malaysia? Anda sudah tahu hasilnya, Timnas kalah 3 : 0 ? Bagaimana perasaan Anda? Anda kecewa? Anda marah? Anda benci melihat Timnas dipecundangi di Stadion Bukit Jalil, Malaysia? Anda mau marah, Saudaraku?

….  …. ….

Mari-mari sini! Mari saya tunjukkan RAHASIA BESAR tentang dunia sepak-bola. Mari saya tunjukkan REALITAS yang jarang sekali dibahas di media-media massa. Tetapi itu ada dan nyata.

"Hati-hati Indonesia! Kami akan menang 3 : 0. Harga mati, man!"

Mari Saudaraku… Silakan duduk dulu. Minumlah dulu, biar Anda merasa lega. Kita akan sedikit bincang-bincang. Semoga pembicaraan ini bisa menawarkan dahagu, karena kecewa dengan kekalahan tim Firman Utina dan kawan-kawan. Disini ada rahasia besar yang perlu engkau tahu.

Mula-mula, ini baru permulaan, kalau melihat Timnas kalah, janganlah terlalu kecewa. Biasa-biasa sajalah. Kita menang Oke; kita kalah juga tidak apa-apa. Ya, ini cuma games, jangan terlalu dibuat STRESS.

Salah seorang putriku, SMP baru kelas 1. Dia pendukung Timnas juga. He he he… maklum orang Indonesia. Ketika dia mendengar Timnas kemasukan 1 gol, segera dia mengeluh, lalu menjauhi TV. Dia naik ke tempat tidur, mengambil selimut, lalu tidur. Keesokan paginya, sudah dia lupakan soal kekalahan Timnas. Ya, mestinya kita begitu juga. Ringan-ringan saja… Tidak usah dibuat stress, apalagi depressi.

Justru yang harusnya kita SEDIHKAN, adalah ketika tanggal 26 Desember 2010 kemarin itu adalah: Peringatan 6 tahun Tragedi Tsunami di Aceh. Seharusnya, sebagai manusia yang masih punya akal-budi, kita malu ketika melupakan tragedi dahsyat itu. Iya kan? Sehebat-hebatnya kekalahan Timnas, tidak ada satu pemain yang terbunuh di Bukit Jalil. Sementara 6 tahun lalu, ada sekitar 150 ribu manusia wafat karena Tsunami.

Kalau lupa soal Tsunami…ya sudahlah. Moga tahun depan tidak lupa ya…

Saudaraku…

Dunia sepakbola itu dunia BISNIS BESAR. Duitnya gede banget… Pengaruh sosial dan politiknya besar. Tidak mungkin lah urusan bola itu semata hanya urusan: teknik bermain, formasi permainan, strategi pelatih, fisik pemain, suasana psikologi di lapangan. Tidak mungkin itu…

Saudaraku, banyak orang berkepentingan terhadap kemenangan suatu tim, dan kekalahan tim lain. Dengan berbagai cara mereka akan berusaha, agar hasil pertandingan sesuai yang mereka harapkan. Disini pasti banyak sekali INTRIK-INTRIK kotor untuk mempengaruhi hasil pertandingan.

Contoh mudah dalam pertandingan di Bukit Jalil itu, sebagian penonton tim Malaysia melakukan sorotan SINAR LASSER ke muka pemain-pemain Indonesia. Tetapi ini bukan intrik yang terlalu serius. Masih ada intrik lain yang lebih kejam dan kasar…

Sebelum Babak II pertandingan, seorang kawan mengatakan, para penjudi di Malaysia sedang bergerak untuk memenangkan Tim Malaysia. Teman itu mengatakan, “Nanti kita lihat saja pada Babak II. Mungkin akan terjadi sesuatu.” Benar saja, pada menit ke-54 pertandingan sempat terhenti sebentar karena protes pemain-pemain Indonesia, soal laser. Momen semacam itu sudah dikatakan teman saya tersebut.

Ketika saya tanya, “Bagaimana bentuk intervensi para penjudi Malaysia?” Katanya, mungkin mereka akan menekan panitia, wasit, atau manajemen Timnas Indonesia, untuk memenangkan tim Malaysia.

Kita tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi yang jelas, intrik-intrik semacam ini sering terjadi. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di level pertandingan sekelas Liga Primer Inggris, atau Piala Champions sekalipun. Bahkan trik-trik kotor itu banyak dikeluhkan oleh publik sepakbola Indonesia dalam lingkup kompetisi ISL.

Ayolah, buka matamu… Intrik-intrik itu ada dan nyata. Bukan hanya dalam Piala AFF. Bahkan dalam Piala Champions sekalipun. Tentu kita masih ingat, betapa kesalnya Barcelona FC ketika kalah dalam pertandingan melawan Inter Milan dalam Piala Champions tahun 2009 lalu.

Mourinho ketika itu mengatakan, “Ingat, kami dulu di Chelsea juga pernah dicurangi oleh Barcelona.” Ceritanya, saling curang-mencurangi.

Lalu intrik apa lagi?

Ada lagi, yaitu SIHIR. Mungkin Anda sulit percaya. Tetapi itu ada dan nyata. Sihir sering dipraktikkan untuk memenangi suatu pertandingan. Di Piala Dunia, tim asal Afrika atau Amerika Latin sering dituduh melakukan praktik-praktik sihir.

"Sepakbola Bisnis Besar. Kita Harus Menang. Apapun Caranya!"

Sejujurnya, aku sendiri pernah menyaksikan praktik sihir itu, saat ikut pertandingan level bocah SD, di kampung ku dulu. Di depan mataku, praktik sihir itu dilakukan. Waktu itu aku ikut dalam pertandingan bola itu. Orang-orang di kampung sering menyebut dengan istilah: “Main dukun!” Istilah itu populer kami dengar di berbagai pertandingan bola tingkat kampung, kecamatan, atau kabupaten.

Ciri permainan yang menggunakan trik SIHIR: “Tim yang didukung mendapat kemenangan dengan cara mudah. Sementara tim lawan sangat kesulitan mengembangkan permainan, meskipun skill mereka bagus. Dan lebih sulit lagi untuk menembus gawang.”

Misalnya, dalam pertandingan di Bukit Jalil itu, Tim Malaysia bisa mendapat 3 gol hanya dalam tempo 10 menit. Ini adalah produksi gol yang sangat mudah. Padahal di Babak I, mereka gagal membuat satu gol pun. Dan kemenangan 3 : 0 itu sesuai prediksi Rajagopal. Hebat kan? Rajagopal sudah memperkirakan kemenangan 3 : 0, dan ternyata terbukti. Hebat…

Di sisi lain, Timnas bermain sangat buruk. Banyak pemain Timnas bermain seperti “pemain bodoh”. Berkali-kali membuat kesalahan, umpan tidak akurat melulu… Kalau menembak ke gawang, melenceng terus.

Dari pengalamanku menyaksikan pertandingan SIHIR di masa kecil… Pertandingan seperti di Bukit Jalil itu jelas memakai intrik-intrik Sihir. Sekali lagi alasannya: “Sepakbola adalah bisnis besar, politik besar, pengaruh sosial besar.” Segala cara akan dilakukan, untuk meraih kemenangan.

Tapi ada kabar baiknya… Ternyata, pelaku praktik sihir ini bukan hanya dalam pertandingan Timnas Vs Malaysia. Sampai di level Liga Primer dan Piala Chamions Eropa, ada praktik semacam itu. Ada dan nyata…

Bayangkan… Arsenal pernah kalah 3 : 0 (atau 3 : 1 ya) dari Manchester United, di kandang Arsenal. Bayangkan? Apa mungkin bisa terjadi kekalahan setelak itu di kandang Arsenal? Begitu juga, Real Madrid baru-baru ini kalah 5 : 0 oleh Barcelona FC di kandang Barcelona. Apa mungkin tim sekuat Real Madrid bisa kalah setelak itu? Padahal Barca tidak selalu menang besar menghadapi lawan-lawannya di kandang Barca.

Sekali lagi, ciri permainan Sihir: Tim tertentu menang dengan mudah, tim lawan hampir-hampir tidak bisa main sama sekali. Semua kemampuan teknik, strategi, arahan pelatih, dll. seolah tak berguna sama sekali.

Saya yakin, kekalahan Timnas di Bukit Jalil Malaysia lebih karena kekalahan akibat permainan Sihir dari luar lapangan. Sebab secara teknik atau teori permainan bola, tidak ada REASON yang bisa dijelaskan.

Saudaraku…

Sangat telat kalau kita baru mengetahui hal ini saat sekarang. Sihir itu bisa diterapkan di berbagai bidang yang sesuai tabiat sihir itu sendiri. Media-media massa tidak pernah mau mengungkap faktor sihir, begitu juga pemaian, pelatih, offisial, komentator, dll. Mengapa? Sebab kalau peranan sihir dijadikan tolok-ukur, nanti sepakbola jadi tidak laku.

Singkat kata… kita selama ini ya hanya ditipu, ditipu, dan ditipu saja dengan pemberitaan soal sepakbola itu. Kita hanya menjadi mainan media-media massa. Sejujurnya, pertandingan sepakbola yang fair, jujur, dan menyenangkan itu hanya IMPIAN belaka. Terlalu banyak intrik-intrik yang bermain di balik pertandingan bola.

Ke depan… Kita jangan terlalu senang dengan kemenangan sepakbola; juga jangan terlalu sedih dengan kekalahannya. Nikmati permainannya saja, jangan lihat skornya! Anggap, siapa yang menang ialah para best player, meskipun di lapangan mereka kalah.

Kalau kita seperti selama ini… Menganggap kemenangan dari sisi skor, terserah bagaimanapun caranya. Pasti kita akan menjadi “budak-budak” pemberitaan seputar bola. Janganlah Saudaraku…capek!

Oke Saudaraku, sampai disini saja obrolan kita. Santai sajalah…seperti putri saya yang memilih tidur, lalu melupakan kekalahan. Ringan kan? Justru kita seharusnya merasa sedih, ketika tidak ingat peringatan 6 tahun Tsunami di Aceh. Untuk itu jelas harus berduka…

Matur nuwun, nggih!

=====================================================

OPINI, edisi 24 Desember 2010.

“SAUDARAKU, TOLONGLAH TITIPAN NABIMU INI!”

Yatim-Piatu: Titipan Nabi Saw Untuk Kita Semua...

Ada rasa kesedihan mendalam ketika membaca artikel berikut ini: “Yatim-Piatu Mewarisi Hutang Rp. 45 juta.” Artikel ini dimuat voa-islam.com, 23 Desember 2010.

Saudaraku…

Apalah artinya hidup di dunia ini? Apalah artinya… Tidak ada yang bisa kita sombongkan, apapun, sedikit pun. Kita ini hanyalah hamba-hamba Allah yang dhaif, fakir, tidak berdaya. Tanpa pertolongan dan ijin-Nya, kita tidak memiliki apa-apa. Semua yang kita miliki pada hakikatnya adalah: karunia dari-Nya. Hanya kepada Allah kita bersujud, merintih, menghiba, dan mengharapkan pertolongan.

Ya Allah ya Rahiim… teramat banyak, teramat besar, teramat rumit cobaan-cobaan yang menimpa Ummat Sayyidul Mursalin -shallallah ‘alaihi wa sallam- ini. Banyak orang papa, banyak manusia fakir, banyak pemuda terasing, banyak wanita teraniaya, banyak anak-anak kehilangan masa-masa bermainnya. Ya Allah, amat sangat berat cobaan bagi hamba-hamba-Mu ini. Kami hanya kuasa menulis, mengadu kepada-Mu, serta meneteskan air mata kesedihan… Ya Allah ya ‘Aziz kasihilah hamba-hamba-Mu ini, kasihilah kami ya Rabbi… hendak kemana kami kan mengadu?

Ya Allah, kami ridha dengan-Mu ya Allah… kami ridha mentaati-Mu, kami ikhlas menerima tuntunan-Mu, kami menuruti-Mu sekuat kesanggupan kami… Kami beramal, tetapi kami juga melakukan kesalahan; kami berjuang, tetapi juga jatuh dalam kezhaliman; kami terus berusaha melakukan perbaikan, tetapi kami pun mengulang-ulang kesalahan kami.

Ya Allah, di atas segala kedhaifan kami ini, kami dapati Engkau adalah Maha Pengampun, Engkau Maha Pemaaf, kasih-Mu melebihi adzab-Mu, Engkau lebih sayang kepada kami daripada diri kami sendiri, Engkau memberikan kami karunia-karunia besar yang tidak kami minta, Engkau mencegah berbagai fitnah dan bencana menimpa diri kami, ketika amal-amal kami justru sangat dekat kepada bencana-bencana itu. Ya Allah, Engkau selalu memaafkan kami, ketika tiada henti kami menyakiti-Mu. Ya Rabbi maafkan kami, maafkan kami ya Rahmaan, maafkan kami ya Raa’uf.

Ya Allah, tolong anak-anak kami… tolonglah orangtua-orangtua kami… tolonglah para pemuda Islam… tolonglah wanita-wanita Muslimah… tolonglah para mujahidin ya Rabbi… tolonglah para ustadz yang ikhlas mengajar Ummat… tolonglah para ulama yang menjadi benteng-benteng agama ini…

Ya Allah ya Nashir, tolonglah anak-anak kami yang yatim-piatu… tolonglah amanah Rasulullah Saw ini… tolonglah mereka, kasihi mereka, hapuslah kesedihan mereka, berikan mereka ISTIQAMAH di atas agama-Mu, berikan mereka kecukupan rizki dan pertolongan atas setiap kesulitannya… tolonglah mereka ya Allah ya Hafizh ya Dzal Jalali wal Ikram.

Ya Allah ya Ghaniy, tolonglah hamba-hamba-Mu yang dermawan… yang lembut hati, pengasih kepada kaum lemah, air matanya mudah sembab karena mengasihi Ummat Nabi Saw, tangan-tangannya begitu hangat dan dermawan mengelus kepala anak-anak kaum Muslimin yang malang… ya Allah ya Rahmaan, tolonglah mereka… berkahi rizki-nya, berkahi keluarganya, tolonglah usahanya, kekalkan kebahagiaan dan keselamatan baginya… sebab mereka menolong, mengasihi, menjaga TITIPAN NABI Saw, yaitu anak-anak yatim-piatu yang lemah dan menderita.

Ya Allah terimalah doa-doa kami ini. Amin Allahumma amin, ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

———————————————–>>>

Untuk menolong anak-anak kita di atas (Fikri dan Dinda), silakan menghubungi redaksi voa-islam.com (0817.702050) atau kepada keluarganya ke nomor HP: 0878.8651.3321. Bantuan bisa dikirim ke rekening almarhumah: BCA an. Elly Mariati no rek. 7020.180.514 atau melalui redaktur voa-islam.com.

================================================

Baca entri selengkapnya »