Foto Terlucu di Dunia…

Juli 11, 2013

Alhamdulillah, kita banyak dihibur oleh Allah dengan aneka hiburan. Salah satunya kelucuan-kelucuan pada anak-anak.

Berikut foto seorang bocah kecil, menirukan gerakan SUJUD, di belakang orang dewasa yang sedang shalat berjamaah. Terjadi di Kota Strasbourg Perancis. Sumber foto dan berita, dari situs Hidayatullah.com.

"Aku Mau Ikut Sujud..."

“Aku Mau Ikut Sujud… Boleh…boleh?”

Alhamdulillah, semoga anak ini kelak menjadi salah satu di antara hamba-hamba Allah yang saleh dan istiqamah di atas agama-Nya; dan ikut berjuang memuliakan agama-Nya. Amin Allahumma amin.

Admin.


Marhaban Ya Ramadhan Karim…

Juli 17, 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Syahral Mubarak wa Syahras Shiyam

Alhamdulillah, akhirnya yang dinanti-nanti sudah di depan mata. Bulan Ramadhan insya Allah kembali mewarnai hidup kita. Ibarat sebuah penantian, kita sudah begitu lama menantikan bulan ini. Inilah bulan suci, bulan rahmat, bulan ibadah, bulan taubat, bulan perbaikan diri, dan bulan dimana Allah Azza Wa Jalla melimpahkan sangat banyak nikmat-Nya kepada kita semua.

Ramadhan memiliki banyak makna dalam hidup kaum Muslimin…

TRADISI IBADAH. Sebagian besar kaum Muslimin menyambut Ramadhan dalam pengertian ini. Ramadhan adalah bulan ibadah yang khas, sebulan penuh puasa, diwarnai aneka rupa dinamika hidup yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ada tradisi Imsak, tradisi Shalat Subuh, tradisi menanti bedug Maghrib, tradisi Tarawih, dan sebagainya. Seringkali, sifat tradisi itu lebih mendominasi kesadaran Ummat saat berinteraksi dengan Ramadhan.

SEPERTI PENJARA. Bagi orang-orang yang lemah iman dan bergumul dengan maksiyat, Ramadhan dianggap “siksaaan berat”. Di bulan ini biasanya mereka tidak puasa, tidak menjalankan ibadah seperti yang lainnya. Mereka begitu berat dengan datangnya bulan suci ini, ingin rasanya jika bulan ini cepat berlalu; sebab selama ia masih ada, pintu-pintu kebebasan hawa nafsu yang mereka ingini tidak tercapai. Inilah tipe manusia yang dijauhkan dari rahmat Allah. Nas’alullah al ‘afiyah.

BULAN PENCITRAAN. Bagi orang-orang tertentu, terutama elit politik, Ramadhan menjadi momen istimewa untuk menunjukkan diri sebagai komunitas yang Islami. Soal setiap hari setiap waktu mereka menghujat agama, melecehkan, mendukung sekularisme, bergelimang politik kotor, dan korupsi; itu urusan lain. Pokoknya, selama Ramadhan tiba, semuanya mendadak menjadi “shalih dan santri”. Masyarakat awam sering terperdaya oleh gaya “srigala berbulu domba” ini.

Baca entri selengkapnya »


Menu Khas Ramadhan

Agustus 9, 2011

Berikut ini beberapa artikel yang pernah ditulis seputar Ramadhan dan Idul Fithri. Semoga bermanfaat sebagai renungan, wawasan, sentilan kepedulian, maupun motivasi. Allahumma amin.

[o] Indahnya Ramadhan Mubarak…

[o] Tafsir Tematik Ayat Shaum.

[o] Kontroversi Hukum “Zakat Profesi”.

[o] Ummat Menjerit, Engkau Diam Saja…

[o] Mengurai Perselisihan Penentuan 1 Syawal.

[o] FIQIH KEMUDAHAN dalam Ibadah Ramadhan.

[o] Risalah Ramadhan: “Islam dan Negara”.

[o] Ilusi Seputar Zakat.

[o] Mengapa Shaum Kita Gagal?

[o] Anak Yatim dan Hak Menerima Zakat.

[o] Ramadhan dan Filosofi Buah Kelapa.

[o] Sisa Idul Fithri Kita…

[o] Kala Kita Melepas Ramadhan Berlalu…

Semoga artikel-artikel ini bermanfaat. Semoga amal ibadah kita di bulan Suci ini diterima di sisi Allah Ta’ala. Semoga kita nanti berhak mendapat ucapan selamat, karena kembali fithri dan mendapat kemenangan. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah Ar Rahmaan membentangkan seluas-luas pintu Ar Royaan. Amin Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin.

Bandung, 9 Agustus 2011.

[Ditemani Muhammad Syakir Najih, yang terus merengek minta pulang].


Ramadhan Karim…

September 25, 2008

Siapa yang tidak gembira dengan datangnya Ramadhan. Tentu setiap Muslim sangat bergembira, alhamdulillah. Anak saya Fathimah sejak bulan-bulan lalu terus terobsesi akan datangnya Ramadhan. Saat ini dia lagi bersedih, sebab Ramadhan akan berlalu. Kasihan juga… Sampai dia berkata, “Coba kalau Ramadhan sampai dua bulan?” (Wah, itu bukan Ramadhan, tetapi Ramadhani atau 2 bulan Ramadhan). Saya katakan, “Nanti kalau 2 bulan, kamu tidak akan kuat menjalaninya.”

Sedih memang…tapi mau bagaimana lagi, beginilah Sunnatullah berjalan. Pergerakan waktu tidak akan bisa dicegah, dimajukan, atau dimundurkan, ia presisi.

Saya ingin memulai di bagian “Senyum Dulu” ini hal-hal menggembirakan seputar kehidupan kita sehari-hari. Ironis ya, “Senyum Dulu” dibuka justru saat hati sedih Ramadhan akan berlalu. Ya, semoga hal ini merupakan berkah, sebab berat juga rasanya membaca sekian banyak tulisan, dalam suasana “tegang melulu”. Ya, hitung-hitung berbagi kegembiraan dengan sesama saudara Muslimin di seluruh Indonesia, insya Allah.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ayo senyum dulu…!

Lucu gak lucu, pokoknya senyum dulu !

Ayo Mas, Mbak, Akhi, Ukhti, Paman, Bibi…

Monggo senyum dulu ya…

Pokoknya senyum, soal alasan bisa dipikirkan kemudian.

Senyum ini penting, buat “latihan”…

Anda mau mengarungi wacana humor, jadi harus bisa senyum.

Itu skill utama yang dibutuhkan di bidang ini.

OK, sudah cukup, cukup…

Sudah, sudah, jangan terlalu panjang, cuma “latihan” kok.

Sudah, sudah, cukup, cukup…

Yang di “pojok sono” tolong, senyum udahan ya.

OK, latihan cukup…

Otot-otot rahang sudah mulai “panas”.

Pemanasan sudah cukup.

_____sudah aja, putus sampai disini!

tanpa kata, tanpa suara, tanpa “to be continued”.

Sudah aja, tiba-tiba titik!

Namanya juga: “Senyum Dulu”. Apa saja, asal gembira, alhamdulillah.