BUKU BARU: Informasi Penting

Februari 24, 2011

Bedah Buku di IBF Jakarta, 13 Maret 2011 (hari terakhir).

TEKS COVER BELAKANG

Apa jadinya jika republik kita ini tidak benar-benar berdaulat? Pastilah
penguasa harus menutupi ketidakberdaulatannya dengan kebohongan ke publik.
Apalagi jika rakyatnya sendiri tidak tahu dan menikmati begitu saja kebohongan
ini.

Tengoklah berbagai kebijakan dan penanganan terhadap kasus-kasus besar yang
telah membetot perhatian publik. Mulai dari kasus Century, mafia pajak,
rekening gendut para jenderal, angka kemiskinan yang dimanipulasi, terorisme, dan lain
sebagainya tak ubahnya sandiwara yang dipertontonkan lewat media massa.
Masyarakat dicekoki dengan fakta-fakta palsu yang telah dibungkus kebohongan.
Rakyat sebagian sudah sadar dan tidak percaya lagi dengan pernyataan pejabat,
atau bahkan apa yang disajikan oleh media. Mereka mulai sadar, betapa kejujuran
begitu murah harganya di negeri ini.

Maka bagaimanakah kita hendak berharap keberkahan akan tersemai di negeri ini,
padahal Rasulullah telah bersabda:
"...... Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, yang akhirnya akan
mengantarkan ke dalam neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta hingga dicatat
di sisi Allah sebagai pendusta." (HR Bukhari Muslim). 

Buku ini membedah berbagai praktik kebohongan publik yang terjadi di negeri
ini. Siapakah yang bermain dalam sandiwara kebohongan ini? Dalam buku ini, penulis
mengulas berbagai hal seperti liberalisme di segala hal, kasus century, mafia
hukum, ajakan konfrontasi dengan Malaysia, terorisme dan lain-lain.

Sumber: BURSA-BUKU.

=====================================================

BEDAH BUKU INI DI “IBF”

Hadiri pula acara bedah buku "Republik Bohong" di Islamic Book Fair 1432/2011

Hari/Tanggal: Ahad, 13 Maret 2011.
Pukul: 16.00 - 18.00 WIB.
Tempat: Ruang Anggrek Lt. 2, Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Nara Sumber:    Abu Muhammad Waskito (penulis) & Mahendradata (Tim Pembela Muslim). 

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

CP: Handono (0815-8064605)

Sumber: BURSA-BUKU.

=======================================================

DAFTAR ISI BUKU

Berikut daftar isi buku “Republik Bohong”:


Pengantar Penerbit ––– v
Pengantar Penulis ––– ix
Kalam Pembuka ––– 1
PARA AHLI BICARA TENTANG INDONESIA ––– 7
Apakah Karena Kutukan Allah? ––– 8
Puisi: “Negeri Para Bedebah” ––– 13
Serigalakan Bangsa Ini ––– 15
Syair Taufiq Ismail ––– 22
Siapa Kita? ––– 28
Membuka Topeng “Negara Gagal” ––– 32
Dana 26 Juta Dollar dari Amerika  ––– 35
DPR Cukup Efektif  ––– 39
Indonesia Dihancurkan IMF  ––– 44
Pandangan Prof. Mahfudh MD.  ––– 51
Bangsa Muslim, Tetapi Hobi Klenik ––– 54
RAKYAT INDONESIA MUDAH DITIPU ––– 71
Bangsa Sakit Seharga “180 M”  ––– 72
Nasib Ngenes Kompor BPPT ––– 80
Pengkhianatan Para Pengamat Ekonomi  ––– 84
Kebohongan Publik di Balik Bailout Bank Century  ––– 93
Kebohongan Menteri Perekonomian! ––– 105
AC Manullang: “Penangkapan Ba’asyir adalah Grand
Strategy Amerika Serikat” ––– 116
Kronologi Peristiwa Terorisasi di Aceh ––– 123
Keanehan Fenomena Terorisme di Indonesia  ––– 127
Ofensif kepada Islam ––– 128
Desain Kasus Teror ––– 130
Indonesia Sebagai Target ––– 134
Makna Isu Terorisme ––– 136
Penipuan Terbesar Abad 21 ––– 138
Siapa Patriot NKRI? ––– 142
Ide Perang Indonesia Vs Malaysia ––– 151
Antara Ustadz dan Politisi  ––– 160
Bukan Soal Keberanian ––– 161
Takut Resiko ––– 162
Masalah Kritis ––– 163
Mental Politisi ––– 164
Orang Lemah, Jangan Ditipu!  ––– 166
Monumen Yahudi Berdiri Megah di Manado ––– 172
MEMBEDAH AKAR MASALAH BANGSA ––– 177
Benarkah Rakyat Indonesia Sudah Cerdas? ––– 178
Karakter Minder Bangsa Kita ––– 186
Sejarah Bangsa Minder  ––– 187
Minder Secara Kultural  ––– 194
Menegakkan Syahadat  ––– 197
Mengapa Shaum Kita Gagal?  ––– 200
Dominasi Islam Mataram  ––– 205
Sebab Kejayaan Bangsa  ––– 206
Islam Versi Mataram  ––– 208
Islam Orang Indonesia ––– 210
Islam Bercampur Kemusyrikan ––– 213
Semua Teori Sia-sia  ––– 215
Tradisi Kita, Melanggar Hukum! ––– 217
Realitas Penjajahan Baru di Indonesia  ––– 224
Mengapa Masyarakat Tidak Menghargai Dakwah Islam?…. 234
Lima Penyakit Bangsa ––– 243
Islam dan Isu Kebangsaan  ––– 249
PROBLEMA BANGSA DAN SOLUSI ISLAM ––– 259
Mengapa Islam Selalu Dibenci? ––– 260
Keagungan Ajaran Islam ––– 266
Antara Syariat Islam dan NKRI ––– 278
Kesamaan Akar Historis  ––– 278
Membantah Fitnah Keji  ––– 280
Trauma Gerakan DI/TII  ––– 284
Apakah Bangsa Indonesia Jujur?  ––– 287
Pertanyaan Menggelitik  ––– 290
Kearifan Konsep Piagam Jakarta ––– 294
Apakah Hukum Islam Kejam? ––– 305
Menilai Keadilan Hukum  ––– 309
Kenangan Perjalanan Umrah (Indahnya Negeri Islami) ––– 314
PENUTUP: Bangsa Kita Termakan Fitnah ––– 323
Tentang Penulis ––– 330
Sumber: Blog Ustadz Abduh Zulfidar, Lc.

======================================================


BUKU BARU: Mau Kemana Kita?

Februari 24, 2011

Masihkah Ada Harapan? Ada...

Kalau membaca, merenungkan, dan menelisik kehidupan bangsa Indonesia saat ini, isinya pasti didominasi oleh cerita-cerita duka. Terlalu banyak fakta kehidupan yang membuat hati kita terasa nyeri.

Pernahkah Anda membayangkan, ada ribuan warga Indonesia berada di luar negeri, hidup di kolong jembatan, hidup seperti sampah dan memproduksi banyak sampah? Lalu ditancapkan bendera Indonesia di tengah-tengah komunitas kolong jembatan itu? Pemerintah RI di negeri itu tidak turun tangan membantu; selalu menyalahkan warga; makan-minum dan kesehatan, KBRI tidak memberi bantuan apapun. Warga kita disana akhirnya mengandalkan bantuan masyarakat sekitar yang merasa kasihan melihat kaum nelangsa itu.

Nah, potret semacam itu hanya ada di negeri ini, Indonesia. KH. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Gontor, menulis esay yang judulnya, “Serigalakan Bangsa Ini“. Dalam esay yang perih berisi kritik-kritik tajam itu, beliau mempertanyakan, “Inikah yang namanya bangsa merdeka itu?” Begitu pula, keprihatinan maestro penyair Indonesia, Bung Taufiq Ismail. Beliau menyebut era Reformasi telah ditungganggi oleh GSM (Gerakan Syahwat Merdeka). Salah satu produknya ialah SMS (Sastra Madzhab Selangkangan). Sebutan SMS itu membuat marah para penggiat seni liberal yang senang memperjual-belikan tubuh wanita dan seks.

Dalam buku ini, dua tulisan penting tersebut dikutip, untuk memberikan taushiyah, pandangan, sekaligus menggugah kesadaran Ummat. Masih ada tokoh-tokoh lain, seperti: Prof. Steve Henke, Amran Nasution, Dr. AC. Mannulang, Prof. Mahfudh Md., dll.

Dulu Soekarno menulis buku, “Indonesia Menggugat!” Buku itu merupakan isi pembelaan Soekarno atas tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kolonial kepadanya. Kini, kaum Muslimin sudah selayaknya bicara, “Islam menggugat!”

Mengapa?

Karena Islam sangat besar jasanya bagi negeri ini, sejak jaman kerajaan-kerajaan Nusantara dulu. Namun jasa-jasa Islam itu tidak pernah diakui, bahkan sejak regim Soekarno, Soeharto, Gusdur, Mega, sampai SBY; mereka selalu menempatkan Islam, sebagai musuh bangsa. Dan herannya, mereka bisa bersekutu dengan manusia-manusia bengis dari manapun; namun tidak pernah mau toleransi kepada Ummat Islam.

Di negeri ini, Ummat Islam selalu menjadi batu yang diinjak-injak; semua kepentingan politik butuh dukungan Ummat agar mencapai eksistensi. Namun setelah eksis, mereka melukai, menindas, dan menzhalimi missi pembangunan Islam sedalam-dalamnya.

Namun, tetap saja. Semua itu adalah perhitungan tangan dan akal kita. Allah Maha Luas rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah selalu memiliki SIMPANAN rahmat bagi hamba-hamba-Nya yang istiqamah di jalan-Nya. Simpanan itu akan selalu terbuka dan dibuka, meskipun kita tidak tahu momentumnya.

Manusia jahat dan satanic, bisa menipu, menindas, dan menganiaya pejuang dan perjuangan Islam. Tetapi Allah Ta’ala akan selalu menjaga dan menolong hamba-hamba-Nya. ‘Alaihi tawakkalnya laa haula wa laa quwwata illa billah.

AMW.


BUKU BARU: “Republik Bohong!”

Februari 24, 2011

Alhamdulillah, dengan nikmat dan pertolongan Allah, akhirnya buku ini terbit juga. Judulnya: “REPUBLIK BOHONG: Hikayat Bangsa yang Senang Ditipu“. Diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar, Jakarta. Cetakan pertama, Februari 2011. Ukuran buku standar: 13,5 cm x 21,5 cm. Jumlah halaman: xiv + 330. Harga pasaran: Rp. 54.000,-

Ada 4 Bab penting dalam buku ini: Para Ahli Bicara tentang Indonesia, Rakyat Indonesia Mudah Ditipu, Membedah Akar Masalah Bangsa, dan Problema Bangsa & Solusi Islam. Awal buku dimulai dengan Pengantar dan Kalam Pembuka; akhir buku ditutup dengan Penutup.

Negara Tanpa Hakikat, Tanpa Eksistensi.

Buku ini termasuk genre Nahyul Munkar. Saya coba mengungkapkan sebuah tesis besar, bahwa sebenarnya: Bangsa Indonesia itu tidak nyata, hanya nama tanpa hakikat, sebatas identitas tanpa eksistensi. Apa yang selama ini disebut NKRI, Pemerintahan RI, atau Bangsa Indonesia, hanyalah formalitas belaka. Hakikatnya tidak ada.

Negara dibentuk, didirikan, dibangun, PADA HAKIKATNYA adalah untuk: menjaga rakyatnya, memelihara rakyatnya, memberdayakan rakyatnya, membahagiakan rakyatnya, memuliakan hidup mereka. Sebab, bila tidak untuk tujuan itu, maka tidak ada perlunya kita membentuk negara. Buat apa membentuk negara, kalau akhirnya negara itu sendiri menzhalimi, menindas, dan menjajah rakyatnya sendiri?

Nabi Muhammad Saw mendirikan negara Islam di Madinah, ialah demi menjaga kehidupan kaum Muslimin. Lalu tujuan itu beliau tunaikan sebaik-sebaiknya, sehingga dalam Al Qur’an disebutkan, “Wa maa arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamiin” [tidaklah Kami utus engkau (Muhammad), melainkan agar menjadi rahmat bagi alam semesta].

Negara RI selama ini pada hakikatnya adalah “konsep bohong”. Secara formal, negara ini berdasar nilai-nilai moral yang tinggi. Tetapi secara faktual, semua itu tak ada REALITAS-nya. Konsep Pancasila, UUD 1945, atau konsep-konsep moral lainnya, telah dilemparkan ke tong sampah, sejak lama.

Tidak Ada Niat Baik Membangun Bangsa. Yang Ada Hanya: Kemunafikan!!!

Dan sayangnya, banyak orang berpikir pragmatis, “Emangnya gue pikirin?” Nah, itulah… Rakyat negara ini tidak mau hidup menderita; inginnya hidup penuh kesenangan dan tawa-canda; tetapi mereka enggan membayar harga dari kehidupan senang yang mereka inginkan itu.

Seakan, kegelapan telah menjadi “penerang”, dan cahaya dianggap sebagai kegelapan. Nas’alullah ‘al ‘afiyah lana wa lakum jami’an. Allahumma amin.

AMW.