Krisis Amerika dan Nasib Indonesia

Oktober 17, 2008

Saat ini dunia sedang digemparkan oleh kehancuran struktur ekonomi Amerika. Sebab khususnya adalah subprime mortgage, kredit perumahan. Singkat kata, di Amerika sono ternyata ada yang semisal “KPR BTN” seperti di Indonesia, yaitu kredit perbankan untuk pembelian rumah. Setelah berlalu waktu yang sekian lama, terjadi kemacetan massal dari nasabah perumahan itu. Satu sisi bank-bank Amerika sudah kadung memberi talangan pembiayaan rumah, di sisi lain pengembalian kredit oleh nasabah perumahan mengalami kemacetan. Dana bank sudah terlanjur dikeluarkan untuk membangun jutaan rumah, tapi dana itu tidak bisa ditarik kembali.

Bisa saja, rumah-rumah itu disita dari pemiliknya, kalau mereka tidak mampu lagi mengangsur. Tetapi setelah disita, ia mau dikemanakan? Mau dibiarkan rusak, atau “dibuang ke laut”? Tidak mungkin, sebab akibatnya pasti akan sangat merepotkan pemerintah. Atau bisa saja, rakyat Amerika dipaksa membayar kredit; kalau tidak mau, mereka dipenjara. Lha, mau memenjara orang sebanyak itu, apa negara siap memberi makan mereka di penjara? Bahkan, ini bukan kasus kriminal, sehingga tidak bisa “main penjara” saja. Akhirnya, pemerintah Bush pusing tujuh keliling.

Akibat subprime mortgage ini, posisi keuangan bank-bank Amerika hancur. Imbasnya, harga-harga saham di bursa efek Amerika (misal Dow Jones, NYSE, Nasdaq) rontok berkeping-keping. Kurs dollar terus merosot. Betapa tidak, bank-bank mereka tidak ada uang, lalu bagaimana akan menjamin kredibilitas bursa saham dan pasar uang? Seperti dulu di Indonesia, setelah industri perbankan hancur akibat Likuidasi 16 Bank, seluruh elemen ekonomi lainnya ikut hancur. Tidak berbeda jauh kasusnya. Hanya saja, saat ini penyebab “Krismon Amerika” adalah kredit macet di bidang perumahan.

Baca entri selengkapnya »

Iklan