Sebab Kedurhakaan Insan

Desember 23, 2008

Pernahkah Anda membayangkan, bahwa salah satu sebab kedurhakaan manusia justru adalah Sifat Kemurahan Allah Ta’ala? Dia sangat Pemurah kepada hamba-hamba-Nya; kemudian Kemurahan-Nya itu justru membuat hamba-hamba-Nya terlena, tidak bersyukur, bahkan menyombongkan diri. Ini kenyataan.

Dalam Surat Al Furqan diceritakan tentang dialog Allah dengan berhala sesembahan manusia, kelak di Hari Kiamat. Allah bertanya, apakah mereka yang menyesatkan manusia atau manusia itu sendiri yang sesat jalannya? Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau (ya Allah), tidaklah patut bagi kami untuk mengambil selain Engkau sebagai Pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kesenangan hidup, sampai mereka lupa mengingati-Mu, dan mereka adalah kaum yang binasa.” (Al Furqan: 18).

Kalau kita melihat kepada kenyataan, kerap kali bertambahnya nikmat Allah pada diri seseorang (atau suatu kaum) menyebabkan komitmen mereka kepada agamanya melemah. Di antara penyakit-penyakit jiwa yang sering muncul setelah tercapai kemakmuran adalah: Kesombongan, membanggakan diri, lalai dari ibadah, hilangnya rasa khusyuk saat ibadah, sifat kikir, boros dalam belanja, berfoya-foya, berbuat maksiyat, melakukan tindak kriminal, dan sebagainya. Bertambah nikmat bukan bertambah kesyukuran, justru semakin durhaka.

Hal itu seperti Bani Israil di masa lalu. Mereka dilebihkan oleh Allah di atas semua manusia di alam; mereka diberi al manna was salwa; mereka ditolong dengan kehancuran Fir’aun di depan mata mereka sendiri; mereka dijanjikan kemenangan dan wilayah (the land promised); mereka dipimpin Nabi yang sabar; mereka diampuni kesalahan-kesalahannya; ditunjukkan kepada mereka keajaiban-keajaiban, dan sebagainya. Tetapi Bani Israil sangat keras hati. Kemegahan nikmat justru membuat mereka sangat durhaka, dan paling durhaka di antara segala etnik manusia di muka bumi. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

***

Baca entri selengkapnya »