Air Mata Dunia untuk “King Jacko”

Juli 9, 2009

Jacko, kutulis sebuah surat kenangan untukmu…

Kalau kamu bisa membaca, surat ini kutulis setelah aku mengambil singkong di kebun. Jaman sekarang apa-apa mahal. Tanam singkon sendiri, lumayan untuk pengganti ongkos jajan. Singkong seperti ini bagus untuk bisnis. Tekstrurnya lembut, kulit lunak, rasanya juga lunak. Di pasaran harganya sudah lumayan. …lho, kok jadi ngomong bisnis ya? Padahal ini kan dalam rangka “in memoriam”. Ehm, mohon maaf, jadi keterusan membahas singkong.

Kembali ke laptop… (sambil tiga jari diarahkan ke monitor komputer).

Jacko, aku sedih mendengar kematianmu….

Bukan karena aku suka kamu, atau jadi fans kamu. Tapi sedih ngeliat orang-orang jadi pada nangis, setelah kamu mati. Mereka biasanya jarang nangis. Bahkan saat Nyak Babe-nye meninggal, mereka tidak menangis. Cuma pura-pura menangis, biar tidak malu amat sama tetangga-tetangga. Tapi begitu kamu mati, wahai Jacko, mendadak mereka menangis. Mereka mengatakan, “Forever love to you, Jacko! God bless you, God love you, all of the world love you!” Doa macam itu tak pernah mereka panjatkan saat Nyak Babe-nya wafat, tapi dipanjatkan saat kamu mati. Jacko, aku menangis sedih memikirkan kenyataan ini. Nyak Babe-nya yang sejak kecil nyuapin, nyebokin, ngasih uang saku, nyuciin pakaian, beliin jaket, sarung, kaos, sepeda, dan lain-lain. Tapi mereka pelit air mata. Giliran kamu, King Jacko, yang tak pernah berbuat apa-apa buat mereka, ditangisi sampai kering air mata.

Jacko, aku sedih mendengar kematianmu…

Kamu bener-bener “superstar” sejati. Kamu tidak cuma ngetop saat manggung, saat nyanyi, saat dancing dengan gerakan patah-patah. Bahkan kamu jadi bintang saat mati. Kematianmu jadi tontonan berharga mahal. TV, radio, majalah, koran, situs internet, gossip selebritis, dan lain-lain rasanya “berhari raya” saat kamu mati. Mereka berharap., andai kematianmu bisa diulang sampai 10 kali. Ya, biar pundi-pundi untung mereka semakin tebal, gitu loch!

Jacko, kamu hebat banget. Sampai kematianmu pun menjadi produk entertainment berharga mahal. Lebih dari seminggu mayatmu tidak segera dikubur, biar industri hiburan internasional meraup untung lebih banyak. Kalau mayatmu ditunda dikubur sampai tahun depan, mungkin industri musik dunia akan ambruk, semua bintang musik dunia kalah sama kamu. Bahkan, sampai saat kamu mau dikubur, otakmu diambil dulu, untuk penyelidikan. Ya Allah, kenapa tangan dan kakimu tidak diambil juga ya, buat kenang-kenangan di museum? Inilah manusia jaman modern. Makin bertingkah, makin kayak orang “gak genah”.

Hasil "metamormofis" bertahun-tahun.

Hasil "metamormofis" bertahun-tahun.

Jacko, jujur saja aku sedih mendengar kematianmu…

Sejak kamu mati, banyak orang memburu kaset dan CD kamu. Meskipun produk lawas, mereka borong juga. Mereka mau bayar mahal kaset-kaset kamu, atau CD-CD kamu. Tapi tenanglah… Untuk stock di Indonesia dijamin aman. Ya, tahu sendirilah, Indonesia ini kan negara “bajak laut”. Eh maaf, maksudnya terkenal dengan pembajakan. Jadi, hanya dalam hitungan beberapa jam, soal stock musik-musik kamu akan teratasi. Di Amerika sendiri, setelah kamu mati, CD kamu terjual laris manis, meningkat sampai 4000 % (40 kali lipat).

Jacko, kalau tahu akan begini, mungkin produser CD kamu akan menyesali diri, “Mengapa tidak mati sejak dulu saja ya, biar dagangan ini laris manis.” Di era Amerika sedang bangkrut seperti sekarang, kematianmu Jacko, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika, mungkin 1,2 %. (Dari mana Mas ngitungnya? Ya, akal-akalan sajalah. Asal ada persen dan komanya).

Kalau melihat para artis Indonesia, mereka kan suka ikut-ikutan. Mereka tidak mandiri, tidak memilihi kehidupan sendiri. Mereka hidup di atas format orang lain. Mereka sangat takjub dengan segala yang berbau Amrik. Kalau melihat kematianmu ini, wahai Jacko, mungkin pra artis itu juga ingin ikut-ikutan terkenal, setelah mati. Aku bayangkan, mereka akan segera membuat hutang sebanyak-banyaknya. Lalu mereka tinggal di sebuah villa, menyendiri. Sambil mempersiapkan “konser terakhir”, mereka akan membuat kematiannya penuh misteri.

Baca entri selengkapnya »

Iklan