Hukum Menonton Film “Kiamat 2012”

November 19, 2009

Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin. Wasshalatu wassalamu ‘ala man laa nabiya ba’dahu Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Bagaimana hukumnya menyaksikan film “2012” yang menghebohkan itu? Apakah halal, haram, atau tergantung penilaian masing-masing orang?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, tidak bisa diberi jawaban pendek, tetapi harus dirinci sesuai konteksnya, sehingga menghasilkan kesimpulan yang mantap. Di bawah ini beberapa catatan penting seputar film “2012”. Nanti pada ujungnya kita akan sampai pada kesimpulan akhir tentang film ini, insya Allah.

[01] Film “2012” dikeluarkan oleh Columbia Pictures dari Hollywood. Sebagaimana dimaklumi, Columbia Pictures adalah salah satu perusahaan film raksasa milik Yahudi. Mereka sudah puluhan tahun malang-melintang membentuk wajah budaya manusia, mengikuti garis-garis kepentingan Yahudi Internasional. Columbia Pictures, Warner Bros, Walt Disney, 20 Century, dll. sama saja. Mereka sangat pro dengan agenda westernisasi dan hedonisasi budaya manusia.

[02] Hukum asal nonton film sama dengan hukum menonton hiburan lain, yaitu pada awalnya BOLEH (mubah). Status kebolehan itu bisa berubah menjadi makruh, haram, atau afdhal, tergantung isi tontonan, cara menonton, serta akibatnya bagi kehidupan kaum Muslimin. Contoh, menyaksikan tontonan beladiri adalah boleh. Nabi Saw dan Aisyah Ra pernah menyaksikan adu beladiri di masjid, sampai Aisyah merasa bosan melihatnya. Tetapi menyaksikan tontonan beladiri di arena perjudian, campur-baur laki-laki dan wanita, disana banyak minuman-minuman keras, ada wanita pelacur berseliweran disana-sini, dll. maka tontonan seperti itu menjadi haram. Bukan karena beladirinya haram, tetapi karena kondisi arena tempat tontonan itu sendiri diadakan. Contoh lain, tontonan beladiri Smack Down. Tontonan ini penuh adegan rekayasa, penuh kekonyolan, penuh sikap hina dan menghinakan orang lain, menonjolkan kebengisan, tidak mengenal belas-kasih, hanya mengejar nafsu kesombongan. Maka tontonan Smack Down ini haram, karena isinya merusak akal-budi manusia. Jadi, hukum menonton film itu tergantung isi filmnya, cara menontonnya, serta akibatnya kemudian bagi kehidupan kaum Muslimin.

[03] Secara prinsip, film “Kiamat 2012” merupakan pelanggaran berat terhadap akidah Islamiyyah. Dalam film ini diceritakan bahwa Kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Kalau sekarang tahun 2009, berarti Kiamat terjadi 3 tahun lagi. Memastikan waktu datangnya Kiamat pada tahun, bulan, atau tanggal tertentu (dengan kalender apapun) adalah kebathilan besar. Ini sangat tidak bisa diterima oleh akidah Islam. Dalilnya, Nabi Saw tidak pernah menyebutkan saat datangnya Kiamat dengan suatu kepastian waktu. Dalam Al Qur’an pun tidak ada petunjuk kepastian waktu itu. Dalam hadits panjang dari Umar bin Khattab Ra, tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Ketika itu Nabi ditanya oleh Jibril As, “Kapan datangnya As Sa’ah (Hari Kiamat)?” Maka Nabi menjawab, “Tidaklah orang yang ditanya (yaitu Nabi) lebih tahu dari orang yang bertanya (Jibril). Akan tetapi akan aku sampaikan kepadamu tanda-tandanya.” (HR. Muslim). Disini jelas terlihat, bahwa momentum datangnya Kiamat tidaklah dapat dipastikan oleh manusia manapun, termasuk diri Nabi Saw sendiri. Nah, kalau Nabi saja tidak pernah memastikan momentum datangnya Kiamat, bagaimana dengan para pembuat film 2012 itu? Atas dasar apa kita akan mempercayai ucapan, pemikiran, dan bualan mereka?

[04] Kalau mencermati tanda-tanda Kiamat seperti yang dijelaskan oleh Nabi dalam hadits-hadits yang sangat banyak, disana akan kita dapati kesimpulan, bahwa saat Kiamat terjadi, tidak ada lagi orang-orang beriman. Ummat Islam ketika itu sudah wafat semua, tidak ada yang tersisa. Yang tersisa hanyalah orang-orang kafir, manusia keji, durhaka, fasid, zhalim, dan sebagainya. Sementara saat ini atau tahun 2012, masih banyak kaum Muslimin, masih banyak orang-orang beriman. Jadi, Kiamat versi 2012 bukanlah Kiamat seperti yang digambarkan oleh Islam, tetapi ia adalah Kiamat versi orang-orang kafir. Dengan sendirinya berlaku prinsip: “Lakum dinukum wa liya din” (bagi kalian agama kalian, bagiku agamaku).

[05] Tokoh-tokoh Islam angkat bicara tentang film “2012”. Seorang anggota MUI di Jakarta tidak mempermasalahkan film ini, dengan alasan sebelumnya sudah sering muncul ramalan-ramalan tentang Kiamat. Seorang ustadz dalam dialog di MetroTV mengatakan, bahwa dia tidak mendukung film itu, tetapi juga tidak melarang masyarakat menyaksikannya. Lembaga MUI di Jawa Barat tidak memandang serius munculnya film “2012”. Bantahan: Film “2012” tidak bisa diqiyaskan dengan ramalan-ramalan Kiamat sebelumnya. Ia berbeda konteksnya. Ramalan-ramalan Kiamat selama ini umumnya disampaikan oleh perorangan, atau diyakini oleh komuntas tertentu. Sementara film “2012” diedarkan ke seluruh dunia sebagai produk publik yang terbuka disaksikan siapa saja. Dalam film “2012” itu orang kafir secara sistematik ingin mendoktrinkan konsep Hari Kiamat menurut versi mereka. Hal ini adalah masalah serius. Menurut hemat saya, film 2012 ini jauh lebih berbahaya daripada film-film binatang yang dibintangi Maria Ozawa. Film 2012 ini bisa merusak pikiran, akidah, dan hati nurani kaum Muslimin. Adapun pandangan “jalan tengah”, tidak mendukung sekaligus tidak melarang, bukanlah pandangan Islami. Ia tidak memiliki landasan Syari’at apapun.

[06] Ada yang berpendapat, bahwa film “2012” bermanfaat juga, yaitu mengingatkan manusia tentang kedahsyatan Hari Kiamat. Kalau seseorang melihat film “2012”, lalu bertaubat dari dosa-dosanya, itulah yang diharapkan. Tetapi masalahnya, dalam film itu tidak ditunjukkan solusinya sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Para pembuat film itu tidak bermaksud mengajak manusia bertaubat, tetapi mengajak mereka ketakutan, lalu tak memberi solusi. Kecil kemungkinan seseorang akan bertaubat setelah melihat film itu, sebab disana gambaran kedahsyatan Kiamat dicampur-adukkan dengan simbol-simbol kemusyrikan (ramalan bangsa Maya atau fiksi sains hasil propaganda orang atheis).

Baca entri selengkapnya »