Dahlan Dahlan…Sok Gaya Kamu !

Januari 6, 2013

Lama-lama Dahlan Iskan jadi seperti Abdurrahman Wahid, sering bersikap kontroversial. Belum juga masalah mega inefisiensi di PLN kelar, tuduhan dia bahwa anggota DPR memeras BUMN, serta seabreg masalah BUMN itu sendiri; kini dia menjadi “bintang berita” lagi. Bukan dalam arti positif, tapi sangat negatif.

Kemarin Sabtu, 5 Januari 2012, mobil Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan mengalami kecelakaan berat di Plaosan, Magetan. Mobil listrik yang konon harganya 1,5 M itu, sebenarnya sedang menjalani test drive; seperti yang dilakukan oleh Jokowi saat membawa mobil SMK ke Jakarta waktu itu.

Dahlan berangkat dari Solo, sekitar pukul 13.00, dari Jl. Kebangkitan Nasional No 37, Sriwedari, Solo; menuju kampung halaman Dahlan di Magetan. Sebelum mobil berangkat, ia diruwat dulu oleh dalang “ritual paganistik” Ki Manteb Soedharsono. Sama seperti saat Jokowi membawa mobil SMK ke Jakarta, juga dimulai dengan ritual pagan seperti ini.

Tentu saja, di even yang menyita banyak mata manusia ini, Dahlan tak lupa menampilkan aji-aji “pencitraan”. Lumayan, untuk nyicil kesohoran demi agenda 2014 nanti. Tapi begitulah, hasilnya silakan Anda lihat pada list foto-foto di bawah ini. Foto-foto ini cuma diambil dari media-media online yang beredar di dunia maya.

Selamat menikmati.

Ini Mobil Keren. "Ferrari" Indonesia. Harganya Muaahaal...

Ini Mobil Keren. “Ferrari” Indonesia. Harganya Muaahaal…

Cuangggih Ini, Serba Digital Control. Touch Screen Lagi.

Cuangggih Ini, Serba Digital Control. Touch Screen Lagi.

Heit, Tunggu! Pencitraan Tentu. DI 19 Oce.

Heit, Tunggu! Pencitraan Tentu. DI 19 Oce.

Oh ya, Ritual Paganisme Dulu untuk Tolak Bala

Oh ya, Ritual Paganisme Dulu untuk Tolak Bala

Supaya Selamat Sentosa. Hidup Bahagia, Selama-lamanya.

Supaya Selamat Sentosa. Hidup Bahagia, Selama-lamanya.

"Gw Uda Siap untuk Pencitraan...Eh Maksudnya, Test Drive"

“Gw Uda Siap untuk Pencitraan…Eh Maksudnya, Test Drive”

Hayo Test Drive di Jalan Umum, Hayo. Lumayan Buat Melanggar Aturan...

Hayo Test Drive di Jalan Umum, Hayo. Lumayan Buat Melanggar Aturan…

Hasilnya....

Hasilnya….

 

Ringsek A

Ringsek A

Ringsek B

Ringsek B

Ringsek C

Ringsek C

Beginilah Hasil dari Pencitraan dan Ruwatan (Ritual Paganisme).

Beginilah Hasil dari Pencitraan dan Ruwatan (Ritual Paganisme).

Di akhir babak drama yang dramatik ini, Dahlan Iskan mengatakan: “Mungkin saya terlalu terburu-buru membawanya dalam jarak yang jauh dan medan yang berat.” Bisa jadi, karena “target pencitraan” sudah semakin mendesak secepatnya dilakukan. Maklum, sebentar lagi tahun 2014. Tambahan lagi, usia kabinet SBY sudah di ambang senja.

Di bagian lain Dahlan mengatakan, “Baik juga saya mencoba mobil ini sendiri, sehingga risikonya saya yang menanggung.” Anda harus bersyukur karena masih bisa membuat komentar setelah kecelakaan; andaikan kanan kiri jalan yang dilalui adalah jurang, maka dapat dimengerti jika komentar seperti itu tidak akan muncul. Ini “kehidupan ketiga” bagi Pak Dahlan.

Intinya begini…mari kita bangun negeri, bangun bangsa secara tulus, nothing to lose, katanya. Berniatlah baik, demi kebajikan masyarakat, tanpa tendensi macam-macam; apalagi sampai ada niat destruktif, demi melayani missi kalangan destruktor. Masyarakat sudah terlalu lelah dan letih dikibuli manusia-manusia minus akal sehat dan perasaan; sudah masanya kita berikan yang terbaik untuk mereka, secara tulus saja. Tidak neko-neko.

Berpikir maslahat dan hindari madharat. Itulah kuncinya.

Mine.