KALAU USTADZ IDRUS ROMLI TIDAK TERPILIH…

Agustus 10, 2015

(Ditulis 3 Agustus 2015).

Kita tahu, Ustadz Idrus terkenal anti Wahabi. Tapi dia juga ANTI SYIAH dan LIBERAL. Dua hal terakhir bagus menurut Syariat Islam.
==
Saat ini beliau masuk bursa pencalonan Ketua PBNU. Bisa terpilih, bisa tidak. Kalau terpilih ITU LEBIH BAIK. Maksudnya, kalangan Wahabi lebih suka figur ANTI SYIAH & LIBERAL. Meskipun dia anti Wahabi. Wahabi sudah “kebal fitnah” sejak ratusan tahun, bi idznillah.
==
TAPI kalau Ustadz Idrus Romli TIDAK TERPILIH, wah konsekuensinya serius. Dia dan para pendukung harus bersiap hadapi gugatan umum.
==
PERTAMA, kalau dia tak terpilih, berarti di tubuh NU banyak tangan-tangan Syiah-Liberal. Merekalah yang diduga telah menghadang Ustadz Idrus. Karena kalau mau menyalahkan Wahabi tidak mungkin. Gak ada Wahabi yang mau masuk NU. Iya gak?
==
KEDUA, Ustadz Idrus dan kawan-kawan harus INTROSPEKSI DIRI. Jangan menyerang Wahabi melulu, sedang urusan dapur NU tidak selamat dari Syiah-Liberal. Lebih baik dia JIHAD bersihkan NU dari Syiah-Liberal.
==
KETIGA, jika Ustadz Idrus tidak terpilih karena diganjal Syiah-Liberal; itu pertanda bahwa dia hanya DIKACANGIN oleh Syiah-Liberal. Dia dipakai jadi “alat pemukul” Wahabi, sementara dia sendiri hendak “to be killed” oleh Syiah-Liberal.
==
KEEMPAT, jika Ustadz Idrus tidak terpilih karena alasan lain, bukan campur tangan Syiah-Liberal; berarti gerakan Kontra Wahabi dia selama ini GAK NGARUH. Atau cuma ramai di internet saja. Jum’iyah NU tidak memandang gerakan dia berharga, maka itu tak didukung.
==
MUKTAMAR NU ini akan jadi ujian besar bagi GERAKAN DAKWAH Ustadz Idrus Romli. Kalau dia gagal, akan banyak air mata berjatuhan. Tentu bukan air mata Wahabi lho.
==
Begitu dech… Selamat berjihad Gus Idrus! Ma’as salamah.

(Hahai).

Iklan

Memuji Dialog Ustadz Salafi

Januari 15, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini dilaksanakan dialog antara ASWAJA (NU) dengan Salafi di Kantor Kemenag Batam. Dialog menghadirkan Ustadz Firanda dan Ustadz Zainal Abidin dari Salafi; dan menghadirkan Ustadz Idrus Ramli dan Ustadz Thobari dari NU. Hasil dialog dapat diunduh di Youtube.

Link video sebagai berikut:

Tetapi data video di atas cukup besar, kalau tidak salah melebihi 600 MB. Kalau didownload tentu makan waktu lama. Ya silakan cari solusinya.

Disini kami ingin memberikan apresiasi (pujian) kepada Ustadz-ustadz Salafi yang terlibat dalam dialog di atas. Kami tidak menyinggung isi dialog atau materinya; karena dalam pandangan kami, apa yang dipaparkan Ustadz-ustadz Salafi itu serupa dengan yang kami yakini. Tapi pujian ini tertuju pada KESEDIAAN dan KELAPANGAN HATI mereka untuk berdialog dengan kalangan non Salafi.

Bagi kami, melihat ada Ustadz Salafi yang mau terjun berdialog, ini sungguh bagus. Karena selama ini Salafi dikenal sering “menghindari dialog”. Itu sudah bagus dan layak dikembangkan, agar terjadi saling memahami satu sama lain. Soal orang lain mau terima dalil kita, itu urusan mereka, yang penting dakwah sudah disampaikan.

Kenapa kami apresiasi hal ini?

Karena mengingat peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi di Mesir, salah satunya karena minimnya dialog dan komunikasi antar gerakan-gerakan dakwah Islam; sehingga ketika terjadi chaos, masing-masing menempuh kebijakan sendiri yang saling berbenturan. Itu sangat buruk dan berdampak bahaya bagi masa depan Ummat.

Dengan kebiasaan dialog, diskusi, saling mengajukan argumen dan pendapat, secara fair; insya Allah akan tercipta situasi persaudaraan yang lebih baik antar sesama Muslim. Amin Allahumma amin.

Terimakasih kepada Ustadz Firanda, Ustadz Zainal Abidin, Ustadz Idrus Ramli dan Ustadz Thobari; terimakasih juga kepada kantor Kemenag Batam, masyarakat kaum Muslimin disana, dan panitia dialog serta media yang mengekspose-nya. Jazakumullah khairan katsira.

(Admin Pustaka Langit Biru).