Bisnis Muslim

Inspirasi bisnis yang bisa Anda renungkan. Semoga bermanfaat! Allahumma amin.

[06] Mengapa Jualanku Sepi Pembeli?

Baru-baru ini saya menerima SMS dari seorang teman di Jakarta. Dia baru menjalankan bisnis jualan. Tadinya bekerja di toko busana wanita yang banyak menjual pakaian seksi. Lalu dia disarankan terjun wirausaha saja. Dia pun mulai jualan. Tetapi setelah jualan, ternyata tidak mudah. Kerap kali dagangannya sepi pembeli. Dia mengirim SMS ke saya mohon saran-nasehat. Begitu sulitnya kondisi, sampai dia mau menangis.

Lalu apa yang harus dilakukan, kalau Anda menghadapi masalah di atas?

PERTAMA: Saudaraku, semoga Allah memuliakanmu dengan kebaikan-kebaikan, dan semoga Allah menolong saudara kita di atas dengan kemurahan-Nya. Amin. Saat Anda menghadapi masalah apapun dalam bisnis, termasuk masalah yang menjengkelkan, membuat hati tidak sabar, bahkan kita hampir putus-asa; ketahuilah, jika Anda menghadapi masalah seperti itu, berarti Anda benar-benar sudah masuk dalam PROSES BELAJAR bisnis. Jangan lemah, jangan menyerah, sebab Anda sedang mulai belajar memahami REALITAS bisnis. Inilah cara Allah Ta’ala mengajarkan ilmu usaha kepada Anda. Sekali lagi, jangan menyerah, jangan putus-asa.

KEDUA: Saudaraku, ketika Anda sedang berjualan, maka setiap orang yang melihat dagangan Anda, sebenarnya peluangnya fifty-fifty (50 : 50). Siapapun dirinya, apakah orang berdompet tebal atau tipis, peluangnya 50 : 50. Bisa jadi dia akan membeli, atau tidak. Kalau dalam sehari, dagangan Anda banyak dibeli orang, itu tandanya banyak orang yang memilih opsi (pilihan) membeli. Kalau dalam sehari, dagangan Anda sepi pembeli, itu tandanya banyak orang memilih opsi tidak membeli. Tetapi pada awalnya, semuanya 50 : 50. Prinsip ini harus Anda ingat. Jika suatu saat Anda sepi pembeli, maka di saat lain akan ramai. Begitu pula sebaliknya.

KETIGA: Saudaraku, jika kenyataan yang ada, peluang orang tidak membeli dagangan Anda lebih besar daripada peluang mereka membeli, berarti ada kesalahan-kesalahan, atau kelemahan dalam cara Anda berjualan. Maka dalam tulisan ini -dengan ijin Allah- akan saya sampaikan cara memperbaiki cara kita berjualan. Harapannya, semoga nanti dagangan Anda lebih laku dan lancar, dengan pertolongan Allah.

Ketika Anda memulai membuka sebuah toko, gerai, outlet, stan, warung, atau berjualan dengan gerobak di pinggir jalan, atau berjualan asongan, apa yang ada dalam pikiran Anda? Apakah Anda membayangkan, dalam sehari akan laku sekian-sekian, lalu untung sekian, sehingga sebulan dapat sekian-sekian? Apakah Anda membayangkan, orang-orang akan datang berjubel antri membeli barang Anda, sampai mereka harus diatur dengan kupon antrian? Dan seterusnya dan seterusnya.

Berikut ini sebuah PRINSIP BESAR yang harus selalu Anda ingat, sebelum membuka sebuah toko, gerai, warung, atau berdagang dengan cara apa saja yang Anda mampu.

Sebelum Anda memutuskan untuk berjualan ini dan itu, membuka toko ini dan itu, menerapkan strategi ini dan itu, maka POSISIKAN DIRI ANDA SEPERTI KONSUMEN. Anda jangan memposisikan pandangan Anda seperti seorang pedagang, tetapi harus seperti konsumen. Kalau menuruti nalar pedagang, cenderung selalu subyektif. Para pedagang tidak ada satu pun yang mau mencela bisnisnya sendiri. Maunya selalu disebut baik terus. Tetapi kalau mengikuti nalar konsumen, hal itu akan lebih mendekatkan kepada keberhasilan.

Bagaimana caranya?

Caranya, Anda ajukan sebuah pertanyaan kepada diri Anda sendiri: “Kalau saya sebagai konsumen, alasan apa yang membuat saya berminat membeli barang di toko ini?” Padahal toko itu sebenarnya adalah toko Anda sendiri. Tapi disini Anda mencoba berpikir seperti para konsumen.

Kalau jawaban Anda atas pertanyaan di atas sebagai berikut: “Toko ini sungguh tidak menarik, tempatnya lusuh, barangnya mahal, orangnya judes. 100 % toko ini tidak menarik sama sekali. Lebih baik beli ke toko China.” Berarti, memang dalam toko Anda ada banyak masalah yang membuat konsumen enggan membeli.

Termasuk kalau Anda berjualan asongan di pinggir jalan, Anda juga harus bertanya, “Alasan apa sih yang membuat saya merasa senang membeli barang-barang ini?” Kalau Anda kesulitan mendapatkan alasan-alasan itu, berarti para konsumen lain juga tidak jauh beda. Kalau Anda sendiri saja tidak tertarik, bagaimana orang lain akan tertarik? Iya nggak? (Iyaaa…. terpaksa saya jawab sendiri. He he he…).

Nah, faktor nalar konsumen ini sangat penting untuk dibaca. Sebelum bisnis, coba tanya diri Anda sendiri, apa saja alasan-alasan yang membuat Anda mau membeli suatu barang di sebuah toko? Jika banyak alasan positif yang diperoleh, itu tandanya bisnis Anda bisa berkembang baik. Karena, bagaimanapun wahai Saudaraku, selera konsumen satu dengan lainnya, tidak jauh beda. Selera Anda dengan selera orang lain, tidak jauh beda. Apa yang Anda suka, cenderung disukai juga orang lain. Begitu pula sebaliknya.

Lalu apa saja faktor yang bisa membuat konsumen suka dengan toko, gerai, warung, atau dagangan kita? Berikut ini faktor-faktor yang layak Anda cermati:

[1] Suka karena murahnya. Nah, ini dia kunci bisnis di Indonesia. Meskipun kemudian banyak orang menyalah-gunakan kecenderungan orang Indonesia membeli barang murah.

[2] Suka karena kualitas barang yang dijual standar. Ini penting. Jangan menjual barang yang kualitasnya terlalu jauh di bawah standar. Masyarakat bisa mengenal barang baik dan buruk. (Kalau sulit menjual barang yang berkualitas semua, lakukan pencampuran produk. Sebagian berkualitas bagus, sebagian murah meriah. Ini nanti bisa diterapkan mekanisme “subsidi silang”).

[3] Suka karena pelayanan yang ramah dan santun. Ini juga sangat penting. Kita harus bisa “merebut hati konsumen”, meskipun mereka tidak jadi membeli barang kita. Kalau konsumen sudah TERKESAN, insya Allah dia nanti akan balik kembali, dan biasanya akan memberi “promosi gratis”.

[4] Suka karena lokasi mudah dijangkau. Lokasi yang dekat dengan konsumen, tidak membuat orang kesulitan datang, itu lebih berpeluang dituju pembeli. Pembeli dimanapun ingin solusi instan (cepat). Maka jangan dibuat lebih rumit. (Disini ada sisi kelebihan toko biasa dibandingkan supermarket. Di supermarket ada kasir, bon, dan birokrasi yang membuat orang malas kesana. Ini harus dimanfaatkan, brother).

[5] Suka karena tempatnya bersih, rapi, barang-barang ditata secara elok. Daripada membeli di sebuah warung yang bentuknya seperti “sarang tikus”, lebih baik membeli di supermarket yang barangnya diatur sangat rapi (bahkan ruangan dibuat wangi lagi). Maka, jagalah kebersihan tempat usaha Anda.

[6] Suka karena fasilitas memadai. Misalnya, ada lahan parkir yang cukup, ada tempat sampah, ada satu dua kursi tempat duduk di depan toko, disediakan tissue gratis, dll. Ini namanya fasilitas tambahan. Kelihatannya sepele, padahal bisa menjadi nilai tambah berharga.

[7] Suka karena banyak pilihan. Semakin beragam barang yang dijual, orang semakin senang. Sebab mereka bisa memilih sesuai pilihan dan kemampuan.

[8] Suka karena konsep interior yang menarik. Sebagian orang menyukai toko/gerai/warung yang peduli dengan estetika (keindahan). Semakin bagus konsep estetika-nya, insya Allah semakin baik. Tetapi juga jangan terkesan mewah, rumit, komplek; nanti orang malah takut datang kesana, karena dianggap terlalu wah. Jadi, tampilan estetik itu bisa diatur dengan biaya rendah, konsep simple, tapi efek maksimal.

[9] Suka karena penampilan pedagangnya rapi dan bersih. Barangnya bisa sama, harganya bisa sama, tetapi kalau penampilan penjualnya berbeda, konsumen lebih suka memilih penjual yang “sedap di pandang”. Misalnya, ketika sedang jualan Anda terlalu sering membersihkan hidung Anda dengan jari-jari, dijamin para pembeli akan menjauh. “Hih, ngapain membeli makanan di “para penambang” hidung. Amit-amit deh,” kata konsumen nanti.

[10] Suka karena Allah menolong perdagangan Anda. Caranya, banyak-banyaklah istighfar kepada Allah. Istighfar ini akan membuka pintu-pintu pertolongan Allah. Tetapi istighfarnya jangan keras-keras, kalem saja, pelan-pelan, kalau bisa lirih (seolah bibir Anda tidak terlihat bergerak). Selagi tidak bicara dengan orang, terus istighfar, insya Allah hal ini akan membuat hati manusia cenderung kepada usaha Anda.

Dalam praktiknya, Anda silakan mengadakan faktor-faktor di atas sekuat kemampuan. Tidak harus semuanya disediakan. Semampunya saja. Tetapi pada faktor-faktor yang mampu Anda sediakan itu, lakukan MAKSIMALISASI. Maksimalkan faktor-faktor tersebut, terutama untuk menutup faktor-faktor lain yang tidak sanggup Anda penuhi. Sekaligus demi rasa syukur kita kepada Allah Ta’ala. Cara mensyukuri nikmat Allah, salah satunya dengan memaksimalkan karunia yang Dia berikan.

Nah, demikian Brother and Sister. Semoga saran-saran ini bermanfaat. Teruslah berusaha, jangan putus harapan. Insya Allah ada kemenangan dan kejayaan di balik usaha-usaha Anda. Allahumma amin ya Karim.

Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

AMW.

====================================================================================

[05] Tiga Langkah Dasar Membangun Usaha

PERTAMA. Saat pertama kali hendak membangun usaha, Anda harus mampu menjawab pertanyaan, “Apa kebutuhan konsumen di lokasi tempat bisnis Anda?” Jadi, bisnis Anda itu pada dasarnya untuk MEMENUHI KEBUTUHAN konsumen. Dengan demikian, dijamin masyarakat akan membutuhkan usaha Anda, sebab Anda telah bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Memulai bisnis itu jangan dengan pertanyaan, seperti: “Bisnis apa ya yang belum ada di daerah ini? Bisnis apa ya yang aku suka? Bisnis apa ya yang mampu saya buat?” Sekali lagi, fokus landasannya itu untuk MEMENUHI KEBUTUHAN konsumen, bukan untuk memuaskan ambisi Anda sendiri.

Untuk mengetahui kebutuhan konsumen, mau tidak mau Anda harus melakukan surve terlebih dulu. Surve bisa dilakukan secara serius, misalnya melakukan wawancara atau menyebar kuisioner, atau dilakukan secara “kurang profesional” yaitu dengan turun ke lapangan lalu melakukan kira-kira. Surve itu wajib dilakukan, secara aktif maupun pasif (memanfaatkan informasi orang lain).

Contoh, tentang bisnis counter HP. Meskipun Anda mampu menyewa outlet mahal, membuat interior mewah, mendatangkan banyak produk ponsel (HP) bermerk, memasang aksesoris yang keren; tetapi kalau counter itu Anda dirikan di tengah pemukiman sepi, di lokasi perumahan para pensiunan, atau di tengah-tengah jalan raya sepi dekat hutan dan persawahan, dijamin usaha Anda tidak akan ditengok konsumen. Meskipun sudah puluhan juta investasi Anda tanamkan dalam usaha counter HP itu.

KEDUA. Berikan kualitas pelayanan standar. Anda harus memberikan kualitas pelayanan standar, jangan asal-asalan, jangan kualitas  kampungan. Standar kualitas itu bisa dilihat pada usaha-usaha sejenis yang sudah ada. Ini sangat penting, sebab masyarakat akan menilai produk bisnis Anda. Kalau kualitasnya jelek, dijamin mereka akan mengabaikan layanan Anda.

Contoh, membuat bisnis es campur. Sebelum membuka usaha ini, Anda perlu jalan-jalan mencoba semua stand es campur di kota Anda. Meskipun tidak semua, setidaknya sebagian besarnya Anda datangi. Anda perlu merasakan bagaimana nikmatnya es itu, rasakan gulanya, lihat mangkok, gelas, meja, gerobak, dan sebagainya. Bahkan lihat interior, lihat simbol-simbol yang dipakai, lihat cara pelayanan, termasuk trik-trik memikat konsumen yang dilakukan seorang penjual es campur. Setelah itu, Anda bisa putuskan kira-kira kualaitas es campur seperti apa yang akan Anda buat. Coba pikirkan meja, kursi, gerobak, aksesoris, interior, bahkan nama yang kreatif. Kalau nama-nama seperti,  “Sedia Es Campur, Enak Lezat”, “Es Campur Bang Udin”, “Es Campur Pojok Dago”, dan semaacam itu…halah sudah bosan melihatnya. Anda perlu kualitas lain yang lebih kreatif.

Nah, kualitas standar ini sangat penting. Kalau konsumen sekali saja kecewa dengan makanan yang Anda sajikan, yakinlah mereka akan lari, dan tidak mau kembali lagi. Untuk menghasilkan kualitas standar, Anda bisa mengikuti magang, bisa mencoba-coba di rumah sampai mahir, atau membeli lisensi produk orang lain. Namun untuk bisnis lisensi itu rata-rata mahal. Sebuah lisensi bisa bernilai 5 kali modal Anda sendiri. Daripada memakai lisensi orang, lebih baik Anda gali kreatifitas sebaik mungkin. Tak apa bersabar sejenak, asalkan hasil maksimal.

Masalah harga juga penting. Kalau mampu, Anda berikan harga lebih rendah dari pesaing-pesaing Anda di suatu tempat; kalau tidak, berikan harga yang seimbang dengan mereka; kalau pun harus lebih tinggi, jangan melebihi besaran 20 %. Misal harga standar di tempat Anda untuk sebuah produk Rp. 10.000,-. Kalau Anda harus lebih mahal dari harga itu, jangan melebihi Rp. 12.000,-. Selisih 20 % itu sudah pol banget, jangan dinaikin lagi.

KETIGA. Lakukan strategi-strategi untuk memenangkan kompetisi. Sebagai seorang usahawan, Anda harus suka dengan kompetisi, jangan menjauhi kompetisi. Bahkan Anda harus membutuhkan kompetisi, bukan berlari takut darinya. Kompetisi itu penting untuk memantapkan bisnis Anda. Tanpa kompetisi, bisnis Anda akan rapuh, dan suatu saat akan ambruk karena adanya “tsunami bisnis” yang datang tak diduga.

Berbagai langkah yang bisa Anda lakukan untuk memenangkan kompetisi, misalnya: (1) Memberi harga yang lebih murah dari pesaing Anda; (2) Memberi pelayanan lebih ramah kepada konsumen; (3) Berani memberi ganti rugi karena insiden yang tidak sengaja; (4) Bersikap lapang kepada orang-orang yang membutuhkan informasi (tidak selalu memaksa mereka membeli produk); (5) Menjamin produk yang berkualitas, bukan produk asal-asalan; (6) Memberi bingkisan vocher kepada pelanggan setia; (7) Memberi servis ekstra dalam momen-momen tertentu, misalnya saat Ramadhan harga turun 10 %. Dan lain-lain cara.

Contoh, kita membuat bisnis penjualan properti (rumah, tanah, gedung, aset, dll). Kita harus melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh pesaing-pesaing kita. Misalnya, Anda membuat database properti yang dijual di kota Anda; memberikan layanan informasi tanpa batas; menjamin kenyamanan para klien (pembeli rumah atau penjual properti); memberikan selisih keuntungan yang lebih kecil; memberi informasi yang jujur; menjamin keabsahan surat-surat sertifikat hak milik, dan lain-lain.

Nah, kalau TIGA langkah di atas sudah ditempuh, berarti Anda benar-benar sudah menjalankan bisnis. Kalau belum, berarti bisnis Anda masih jauh dari harapan. Ingat selalu: TITIK-TOLAK KEBUTUHAN KONSUMEN, KUALITAS STANDAR, dan MEMENANGKAN KOMPETISI.

Semoga bermanfaat wahai Muslimin dan Muslimat. Amin ya Karim.

AMW.

=================================================================================

[04] Anda berbisnis dengan MANUSIA

Ini adalah prinsip besar yang sering dilupakan oleh para pebisnis amatiran. Jika Anda benar-benar memahami dunia bisnis dalam masa yang lama, Anda akan memahami: betapa berharga hati konsumen Anda! Para pebisnis pun tidak ragu untuk memakai sebuah slogan, “Pembeli adalah raja!”

Maksudnya begini. Dalam berbisnis dengan manusia, Anda harus menghindari cara pelayanan yang bisa membuat para pembeli/konsumen marah, kecewa, atau sakit hati kepada Anda. Bahkan, suasana tempat bisnis Anda yang bisa membuat orang lain merasa TIDAK NYAMAN, harus dihindari.

Misalnya, dalam bisnis sebagian pedagang selalu menanti pembeli di depan tokonya. Dia selalu “siap siaga” menjemput pembeli. Kalau ada pembeli, dia segera bertanya, “Mau beli apa?” Cara-cara seperti ini membuat orang merasa tidak nyaman untuk mampir ke tokonya. Seharusnya, para pembeli itu biarkan saja melihat-lihat barang apapun yang ada di tokonya. Dia mau bertanya apapun, biarkan saja. Dan jangan paksa mereka untuk membeli barang kita. Kalau mereka mengatakan, “Maaf, saya cuma bertanya saja!” Jawab perkataan itu dengan sikap yang sangat simpatik, “Oh, tidak apa-apa. Silakan bertanya! Terimakasih sudah berkunjung.” Lalu tersenyumlah yang manis kepada orang yang tidak jadi membeli itu. Kalau perlu antarkan pembeli itu sampai ke pintu toko.

Lho, kok gitu-gitu amat sih?

Iya, memang seperti itu caranya. Disini ada tinjauan luar biasa yang harus dipahami oleh setiap pebisnis Muslim, yaitu:

[o] Jangan memandang, bahwa setiap orang yang datang ke toko/outlet/stand Anda itu selalu akan membeli. Tidak demikian. Mereka harus dipandang sebagai: konsumen bebas! Terserah mereka, akan membeli atau tidak. Yang jelas, kita tidak menyandarkan rizki kita kepada orang itu, namun kita sandarkan rizki kepada Allah. Kalau Allah kehendaki orang itu akan membeli, dia pasti membeli. Kalau Dia kehendaki tidak membeli, pasti dia tidak akan membeli.

Kalau ada seseorang datang ke toko/warung/outlet Anda, hati Anda jangan fokuskan ke diri orang itu, tetapi kepada Allah Ta’ala. Dia-lah sumber rizki kita. Tugas kita adalah melayani orang yang datang itu sebaik-baiknya, nanti Allah yang akan menentukan besaran nilai rizki yang akan kita terima. Berikan pelayanan terbaik kepada setiap calon konsumen, lalu fokuskan hati Anda kepada Allah Ar Razzaq.

[o] Saat Anda telah memberikan pelayanan terbaik, sampai para pembeli merasa SANGAT TENTRAM berada di toko/outlet/warung Anda, maka sejak itu tempat yang Anda buat untuk bisnis itu akan menjadi tempat yang berkah. Ia akan menjadi tempat yang tumbuh, berkembang, dan menjadi “tambang profit” bagi keluarga. Berbeda, kalau Anda menjaga toko/warung/outlet seperti seorang SATPAM menjaga istana. Dapat diduga, tempat usaha Anda akan selalu diingat-ingat sebagai tempat yang “menyeramkan”.

Bahkan sebenarnya, di supermarket-supermarket saya sering lihat mereka menempel peringatan di rak-rak barang: “Segala macam tindakan pencurian, akan dilaporkan ke polisi.” Ini adalah peringatan bodoh, tidak perlu dilakukan sama sekali. Ini sebuah kebodohan, membuat konsumen merasa terawasi secara ketat. Tindakan sekuriti itu cukuplah dilakukan dengan cara-cara yang arif. Misalnya, buat satu pengumuman cukup besar yang bisa dilihat oleh konsumen dengan kata-kata lembut, misalnya: “Kami sangat menghargai kejujuran dan sportifitas dalam segala bentuk transaksi”. Atau misalnya: “Anda jujur, kami sangat menghargai”.

[o] Harus selalu diingat EFEK BERANTAI dari kesan yang dirasakan oleh setiap konsumen. Seorang pembeli yang merasa tentram, nyaman, dan diperlakukan secara lembut, dia akan menceritakan kesan-kesan yang dialaminya kepada keluarga, teman, dan kenalannya. Toko/outlet/warung yang memberi pelayanan SIMPATIK akan selalu dikenang, diingat, direkomendasikan, bahkan dipromosikan secara gratis. Inilah efek ketika kita bisa memperlakukan para konsumen/calon konsumen secara manusiawi dan simpatik.

[o] Sungguh, seorang pemilik/penjaga toko tidak akan rugi ketika memberi informasi gratis kepada setiap calon konsumen, memperlakukan konsumen itu dengan sikap lembut, meskipun akhirnya dia tidak jadi membeli barang. Tidak akan rugi, meskipun kita sudah “capek” memberi informasi. Mengapa demikian? Sebab secara materi, memang kita tidak merugi. Tidak ada uang/keuntungan yang hilang. Mungkin waktu kita hilang, atau lidah kita agak kelu dengan memberi macam-macam informasi. Tetapi secara materi, memang tidak ada yang hilang.

Dan harus diingat, bahwa setiap pengorbanan manusia itu tidak ada yang sia-sia. Segala perbuatan yang kita lakukan secara IKHLAS dalam rangka IKHTIAR mencari rizki Allah, semua itu akan menjadi tabungan bagi kita. Selain tabungan amal, juga tabungan rizki. Semua perbuatan itu sebenarnya akan menjadi POINT PROFIT yang tersimpan rapi dalam catatan Allah Ta’ala. Nanti ketika point itu sudah penuh, ia akan diberikan kepada kita dalam bentuk: rizki besar yang tidak disangka-sangka. Hal ini sering terjadi dalam perdagangan.

Wahai saudaraku, ingatlah para pembeli atau calon pembeli yang engkau hadapi itu, pada hakikatnya adalah manusia. Siapakah manusia? Manusia itu adalah seperti dirimu. Kalau engkau suka diperlakukan secara simpatik, maka para calon pembelimu juga ingin diperlakukan seperti itu. Kalau engkau benci dilecehkan, diabaikan, disia-siakan, bahkan dihina; maka para pembelimu juga benci diperlakukan seperti itu.

Bodohnya cara bisnis kita selama ini -maaf saya memakai kata ‘bodoh’-, ketika bisnis mulai ramai, banyak pembeli, pertumbuhan berkembang terus; saat itu begitu mudah kita meremehkan para pembeli. Terutama pembeli dengan uang ribuan, uangnya lecek-lecek, dan sebagian uang logam. Kita inginnya melayani para pembeli yang keluar dari sedan, penampilan rapi, aroma tubuhnya wangi, dompetnya tebal, kalau mengeluarkan uang pecahannya hanya satu saja (pecahan 100 ribuan). Sementara para calon pembeli dekil, dengan uang ribuan lecek-lecek, kita sumpek melihatnya, merasa mau muntah, pingin cepat-cepat mengusir pembeli itu agar “tidak merusak pemandangan toko”. Betapa bodohnya, kalau ada Muslim yang berbisnis -maaf sekali lagi maaf- tolol seperti itu. Dia adalah pebisnis amatiran, arogan, dan tidak layak berbisnis.

Pembeli dalam segala macam keadaannya, adalah amanah Allah yang harus kita terima dengan syukur, kita layani sebaik mungkin. Prinsipnya: “Jangan menyandarkan bisnis Anda kepada kunjungan orang-orang berkantong tebal, sebagaimana jangan pernah meremehkan datangnya orang-orang berkantong tipis. Sandarkan bisnis Anda kepada pelayanan prima, kepada siapapun. Dan sikap tawakkal kepada Allah.”

Jika Anda lakukan semua ini, yakinlah bisnismu akan berkibar-kibar. Dengan ijin dan pertolongan Allah. Allahumma amin, wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

AMW.

Note: Saya sudah belajar bisnis sejak SD. Mulai dari membantu nenek berjualan di pasar tradisional, dekat SD tempatku sekolah.

==================================================================================

[03] Rahasia tempat strategis di pinggir jalan

Merupakan kiat yang sudah diketahui secara luas, bahwa membuka toko/outlet/counter dipinggir jalan merupakan salah satu cara untuk mencapai sukses bisnis. Para pebisnis sudah paham soal kiat yang sangat general ini. Sejak dulu sampai saat ini, masyarakat masih rebutan tempat “di pinggir jalan” agar bisnisnya laku keras.

Dulu, ibuku menyampaikan sebuah filosofi sederhana. Maklum, selama puluhan tahun beliau pernah berdagang untuk membantu keuangan keluarga kami. Ibu pernah mengatakan, kurang-lebih, “Sudah buka saja toko di pinggir jalan, lalu isi dengan barang apapun yang bisa dijual. Nanti, lama-lama, akan datang juga pembeli menghampiri.” Saya sungguh terkesan dengan filosofi tersebut. Dan ia memang banyak dipakai juga.

Tetapi di kemudian hari saya mendapatkan koreksi dari seorang teman yang telah malang-melintang di bisnis perdagangan kecil. Bagi dia, tempat di pinggir jalan belum sepenuhnya menjadi jaminan. Kalau saya lihat kenyataan, memang benar apa yang dia katakan. Di pinggir jalan banyak sekali toko/warung yang buka, bahkan sekelas minimarket, tetapi tidak dijamin disana banyak pembelinya.

Lalu dimana kunci masalahnya?

Saudaraku, tempat di pinggir jalan itu sungguh menguntungkan, dibandingkan tempat di tengah pemukiman atau di dalam gang. Tetapi ia belum optimal. Kalau mau optimal, perhatikan kiat berikut:

[a] Oke, carilah tempat tertentu di pinggir jalan untuk membuka toko/warung/outlet.

[b] Tetapi jangan mencari asal “pinggir jalan”, namun Anda harus memastikan bahwa di jalan itu banyak orang yang berlalu-lalang jalan kaki. Anda hitung seberapa banyak potensi pejalan kaki di jalan tersebut. Kalau banyak, silakan Anda cari tempat disana. Kalau sedikit, Anda harus memindahkan target Anda ke tempat lain. (Sejatinya, potensi pembeli toko/warung Anda adalah para pejalan kaki itu. Bukan pengendara motor atau mobil yang lewat disana).

[c] Andai Anda tetap memaksakan mencari tempat “pinggir jalan”, meskipun sedikit pejalan kaki yang lewat disana, maka Anda harus memastikan bahwa halaman toko/warung Anda itu cukup luas untuk memudahkan motor atau mobil masuk dan parkir disana. Dan Anda harus mencari cara sebaik mungkin, untuk menarik perhatian mereka agar datang ke toko/warung Anda. Tanpa stimulus-stimulus menarik, sulit bagi Anda untuk memperoleh  potensi pembeli.

Tetapi bagaimanapun, semua ini hanya ikhtiar kita ya. Kita hanya mampu berusaha, sedangkan Allah penentu hasilnya. Semakin banyak usaha spiritual untuk mengundang keridhaan Allah, itu lebih baik.

Terimakasih. Semoga bermanfaat. [AMW].

[02] Cara Kreatif “Menjual Keringat”

“Menjual Keringat” itu maksudnya mencari kerja. Kita bekerja dengan tenaga, pikiran, dll. lalu mendapatkan kompensasi dari pekerjaan itu. Inilah “jual-beli” keringat.

Dulu saya berpandangan bahwa seorang Muslim tidak boleh mencari kerja, sebab Nabi Saw melarang kita meminta jabatan. Saya kira jabatan = pekerjaan. Ternyata, keduanya berbeda nyata. Jabatan memiliki konsekuensi dengan: Kepemimpinan, wewenang membuat keputusan, dan kompensasi yang lebih besar. Sedangkan pekerjaan identik dengan “barter tenaga” dengan sejumlah uang tertentu sebagai “ongkos lelah”. Pekerjaan sifatnya lebih universal, sedangkan jabatan membutuhkan kecakapan tertentu.

Kalau mau jujur, banyak orang tidak bekerja alias menganggur, sebenarnya bukan karena mereka tidak mendapat pekerjaan, atau disana tidak ada pekerjaan yang tersedia. Tetapi karena KURANG TERAMPIL dalam menyiasati keadaan, sehingga potensi besar yang dimiliki menjadi terbuang percuma. Disini akan saya tunjukkan sebuah LAUTAN PELUANG yang ada di depan mata Anda. Jika Anda mampu mengelola peluang-peluang itu sebaik mungkin, insya Allah tidak akan gelisah lagi soal pekerjaan.

Mari kita mulai melangkah mengejar pekerjaan:

PERTAMA, mula-mula Anda harus sadar sesadar-sadarnya, bahwa Anda itu MAMPU BEKERJA. Tolong Anda buang segala pikiran-pikiran buruk yang bersifat menghakimi dan memojokkan diri Anda sendiri.

Kalimat-kalimat seperti: “Ahh, saya hanya lulusan SMA. Mencari pekerjaan di jaman ini susah. Bagaimana bisa kerja, kami tidak memiliki skill, ya ijazah juga seadanya. Maklum, kami ini orang bodoh, tidak bisa kerja apa-apa. Kami ini hanya pengangguran.” Hal-hal seperti itu harus dibuang jauh-jauh.

Sebuah test sederhana tentang kemampuan Anda dalam bekerja:

a. Apakah Anda mampu mengangkat ember berisi air? Jika mampu, maka di pabrik-pabrik itu banyak orang yang kerjanya hanya memindahkan cairan bahan kimia dari satu tempat ke tempat lain.

b. Apakah Anda mampu menyapu lantai? Jika mampu, maka banyak sekali manusia yang terlibat dalam pekerjaan cleaning service. Padahal pekerjaannya tidak jauh dari menyapu, mengepel, dan mengelap debu.

c. Apakah Anda mampu memarahi anak bandel? Jika mampu, maka banyak dosen, guru, bahkan profesor yang kerja utamanya marah-marah kepada murid/mahasiswa, lalu mereka digaji besar dengan marahnya itu.

Jika Anda mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan di atas, berarti Anda memiliki kemampuan. Hanya saja, Anda tidak menyadarinya. Atau tidak mampu mengelolanya untuk mendulang rupiah.

KEDUA, coba Anda catat kemampuan kerja apa saja yang saat ini Anda miliki. Misalnya, Anda bisa naik sepeda, bisa merapikan buku-buku berserakan, bisa menyapu dan mengepel lantai, bisa masak beberapa macam menu, bisa mengajar, bisa komunikasi asing, bisa membaca dan berhitung, bisa menanam tanaman, bisa nyeboki adik kecil, bisa naik motor, bisa nyopir mobil, bisa ini itu, dan sebagainya.

Jangan malu-malu untuk menggali kemampuan Anda sendiri. Kemampuan itu tidak harus berupa bisa mereparasi motor, mereparasi TV/radio, bisa ahli 5 bahasa asing, ahli teknik komputer, pandai aplikasi grafis, dan sebagainya. Tidak harus yang seideal itu. Bahkan Andai Anda tidak memiliki kemampuan apapun, selain hanya pintar nonton TV. Hal itu juga bisa menghasilkan uang, kalau tahu caranya.

Coba Anda catat semua kemampuan teknik/bekerja yang Anda mampu lakukan, mulai dari kemampuan yang sangat elementer sampai yang membutuhkan piranti alat-alat high tech (teknologi tinggi).

Mohon Anda jangan malu untuk mencatat semua kemampuan kerja Anda. Satu sisi yang tahu persoalan ini hanya Anda (dan Allah Ta’ala); di sisi lain, rasa malu mengukur diri itu adalah salah satu hambatan besar untuk mendapat kemajuan. Kalau terhadap diri sendiri saja malu, apalagi akan bergaul dengan orang lain?

KETIGA, setelah terkumpul sekian banyak keahlian yang Anda miliki, kemudian pilihlah sebagian keahlian saja. Lakukan seleksi terhadap semua keahlian itu, sampai Anda dapatkan beberapa bidang keahlian yang akan Anda dalami sedalam-dalamnya. Jika sudah diperoleh poin-poin keahlian itu, lakukan penggalian teknik sedalam-dalamnya.

Misalnya, Anda memiliki keahlian membuat “telor ceplok”. Dari ribuan menu makanan yang dikenal manusia, katakanlah Anda hanya mampu membuat “telor ceplok” saja. Kemampuan ini pun bisa menghasilkan uang banyak, jika Anda mau mendalami teknik pembuatan telor ceplok itu sedalam-dalamnya.

Cobalah Anda gali informasi sebanyak-banyaknya tentang “dunia telor ceplok”, kalau perlu bacalah 100 buku seputar masalah itu. Lakukan surfing data seluas-luasnya di internet seputar telor ceplok. Lakukan perjalanan ke luar kota untuk mengamati bermacam produk telor ceplok. Dan tentu lakukan eksperimen membuat telor ceplok berulang-ulang, sampai Anda sendiri BOSAN.

Ketika Anda merasa bosan, paksakan dan paksakan untuk terus berlatih, sampai Anda akhirnya MENCINTAI dunia telor ceplok. Jika sudah sampai di titik ini, berarti Anda sudah Master di bidang “telor ceplok”. Anda bisa mengenali jenis-jenis telur, kondisi-kondisi telur, karakter minyak, perapian, wajan tempat menggoreng, dll. Bahkan Anda tahu secara detail harga barang-barang seputar telor ceplok itu dan tahu pemasok-pemasoknya.

Dalam konteks ini, Anda sudah READY untuk mendulang rupiah dengan keahlian Anda, membuat “telor ceplok”. Patut diingat ya, dalam bisnis itu yang penting bukan sederhana atau rumitnya suatu pekerjaan, tetapi tingkat kepuasan yang bisa diperoleh konsumen. Sebagai contoh, KFC, McD, dan lainnya, mereka itu hanya menjual “ayam goreng” saja, tetapi produknya memiliki kelebihan dan gengsi lebih tinggi. Padahal basic-nya hanya membuat “ayam goreng”.

KEEMPAT, kalau Anda sudah sampai ke taraf memiliki keahlian, maka saatnya Anda mulai menjalin komunikasi dengan pihak-pihak lain yang membutuhkan kemampuan Anda.

Misalnya, Anda ahli di bidang pembuatan “telor ceplok”. Anda bisa menawarkan kemampuan Anda ke perusahaan peternakan, sebagai konsultan telur; atau Anda bisa menawarkan diri ke restauran-restauran berkelas sebagai ahli spesialis telur; atau Anda bisa menawarkan diri ke hotel-hotel, perusahaan catering, biro perjalanan, rumah-rumah sakit, dan lainnya. Disini sangat dibutuhkan sikap aktif dalam komunikasi. Kalau bola tidak datang menghampiri, maka Anda yang harus menjemput bola.

Banyak orang memiliki keahlian, tetapi kurang pandai dalam komunikasi, sehingga akibatnya kemampuannya tidak terekspresikan dalam pekerjaan yang produktif. Sayang sekali, padahal waktu yang dipakai untuk melakukan pendalaman sampai ahli, tidaklah sebentar.

Prinsipnya: “Lebih baik kita menahan malu saat berkomunikasi dan berkali-kali ditolak, daripada kita menahan malu bertahun-tahun sebagai seorang pengangguran.

KELIMA, andai Anda sudah mencoba melakukan komunikasi dan gagal sampai hitungan 50 kali, lalu Anda merasa letih untuk meneruskan. Anda perlu mencoba kiat berikutnya, yaitu: membuat produk sesuai keahlian Anda tersebut, lalu menjualnya sendiri. Kalau gagal bekerja kepada orang lain, ya cobalah bekerja sendiri. Toh, bekerja bersama orang atau bekerja sendiri, keduanya sama-sama butuh KEAHLIAN, sedangkan dalam tahap ini Anda sudah memiliki keahlian.

Anda bisa membuat inovasi-inovasi produk yang mencengangkan. Misalnya, Anda membuat “telor dadar richa-richa”, “spagheti telor merah”, “martabak ala Madinah”, dan apa saja yang tampak kreatif. Saya yakin, dengan pertolongan Allah, bisnis Anda akan sukses. Padahal modalnya adalah sesuatu yang semula diremehkan, yaitu kemampuan membuat “telor ceplok”.

KEENAM, jika Anda sudah mendapat pekerjaan dengan modal keahlian Anda, masalah tidak lantas berakhir. Bisa saja, meskipun sudah bekerja, Anda merasa tidak nyaman bekerja di suatu tempat.

Misalnya disana Anda tidak boleh shalat, disana godaan wanitanya sangat kuat, disana banyak orang-orang tidak bermoral, dll. Jika demikian, Anda harus sabar mencari pekerjaan lain, sambil Anda tetap bekerja di tempat tersebut. Jika nanti sudah diterima di tempat baru, Anda silakan keluar dari tempat kerja lama.

Dimanapun Anda bekerja, jangan tanggung-tanggung. Jadikan diri Anda sebagai pekerja yang DIANDALKAN di tempat kerja Anda. Dengan demikian perusahaan membutuhkan Anda, bukan sebaliknya. Dalam kondisi demikian, Anda memiliki posisi tawar yang kuat. Biasanya orang akan nyaman bekerja kalau posisi tawarnya kuat. Kalau terus-menerus menjadi “kuli”, biasanya banyak kecewanya di hati.

Demikian sahabat-sahabat budiman beberapa ide untuk memecah kebuntuan pemikiran dalam soal pekerjaan. Semoga bermanfaat. Semoga Anda segera diberi pekerjaan yang barakah, dan doakan agar Allah melancarkan rizki untuk kami agar tetap bisa mengawal media edukasi Ummat ini secara berkesinambungan. Allahumma amin.

Selamat bekerja!!! [AMW].

=====================================================

[01] “Semua Bisa Dijual”

Saya pernah duduk-duduk dengan seorang sahabat, Muslim keturunan Tionghoa, di depan rumah. Waktu itu kami masih ada kontak yang dekat dengannya. Kami duduk di atas kursi rotan yang sudah riyek, sudah lapuk, kondisi kursi sudah hampir “dipensiunkan”. Dalam salah satu obrolan itu terungkap sebuah prinsip berdagang yang bagus.

Teman tadi mengatakan, “Semua barang, termasuk kursi rotan ini, bisa dijual. Kalau ia tidak bisa dijual, berarti yang salah adalah penjualnya.

Kata-kata seperti itu terasa begitu kuat, seakan masing terngiang-ngiang di telinga, meskipun sudah bertahun-tahun disampaikan. Benar adanya, segala sesuatu bisa dijual, jika ia tidak bisa dijual, berarti yang salah adalah penjualnya. Prinsip ini kalau benar-benar Anda camkan, bisa membangun semangat yang kuat untuk menjual dan TAHAN BANTING dalam menghadapi berbagai situasi penjualan.

Di rumah Anda sendiri sebenarnya banyak barang bisa dijual, misalnya:

– Kertas bekas, baik buku tulis, koran, majalah bekas, kertas pembungkus, dll.

– Barang-barang plastik yang sudah tidak berfungsi, apakah perabot dapur, mainan anak, wadah-wadah, ember, dll.

– Besi-besi bekas, apakah dari sepeda, spare part motor, mesin rusak, paku, baut, lempengan logam, dll.

– Barang layak pakai, tetapi tidak produktif. Misalnya, Anda memiliki sepeda yang tidak terpakai. Kondisi masih baik, bisa dipakai dengan baik, tetapi sepeda itu nganggur di gudang atau rumah. Semakin hari dibiarkan, ia akan rusak. Andai Anda mau menjualnya, tentu akan diperoleh nilai nominal tertentu.

– Koleksi barang-barang hiasan, seperti lukisan, benda seni, batu unik, perangko, dll.

– Dan Anda masih bisa mencari apa saja yang memiliki nilai nominal, tidak produkti di rumah, tetapi potensial dijual kepada orang lain.

Pertanyaannya, bagaimana cara menjual semua itu? Bisakah Anda menjualnya? Mungkinkah ia bisa berpindah tangan, berganti nominal uang seperti yang diharapkan?

Nah, kembali ke prinsip di atas, “Segala sesuatu bisa dijual. Jika ia tidak bisa dijual, berarti yang salah penjualnya.”

Barang-barang itu bisa dijual dan Anda mendapat uang sebagai gantinya. Jika ia tidak bisa dijual, berarti Anda yang tidak bisa menjualnya. Bukan karena barang-barang itu tidak laku.

“Tapi bagaimana Mas caranya? Jangan muter-muter dong! Dari tadi saya juga mau tahu bagaimana cara menjualnya! Tolong dong agak cepat dikit gitu!” keluh Anda dalam hati karena sudah merasa tidak sabar. Padahal salah satu jalan meniti keberhasilan itu adalah: SABAR. Sampai dalam Al Qur’am dikatakan “Shabran jamilan” (kesabaran itu sagat indah). Oke oke, kita lanjutkan lagi.

Caranya begini brother…

[1] Anda harus mencari orang yang kira-kira membutuhkan barang itu. Misal kertas bekas, banyak pengumpul yang membutuhkannya. Misal besi tua, juga banyak yang membutuhkannya. Kalau barang koleksi, misalnya lukisan dinding, Anda bisa cari teman-teman yang kira-kira secara ekonomis cukup mampu. Tawarkan kepadanya. Sambil memelas juga tidak apa-apa, asalkan tidak berbohong. Jadi, harus dicari orang yang membutuhkan.

[2] Ketika menetapkan harga, jangan memberi harga yang terlalu mahal. Kalau harga mahal, para pembeli sudah buru-buru kabur duluan. Tidak masalah Anda memberi kisaran harga 25 % sampai 30 % dari harga normal atau barang baru. Ya, daripada barang terus menyusut, sedangkan Anda tidak memperoleh nominal apapun, harga murah pun tidak masalah.

[3] Kalau bisa perhatikan momentum. Misal Anda punya banyak kayu-kayu bekas di rumah, baik papan, triplek, atau kayu-kayu panjang. Nah, coba tawarkan barang-barang itu ketika banyak orang sedang membangun kios-kios petak di pinggir jalan. Atau bisa juga ditawarkan ketika ada orang sedang membangun rumah, atau merenovasi rumahnya. Seperti bambu-bambu, ia laku ketika tiba momentum Agustusan.

[4] Jangan berat menerima harga kecil di awal penjualan. Kalau Anda baru mulai menjual, mungkin akan mendapat harga kecil. Ya, karena belum pengalaman. Namun jangan lemah, berkecil hati, atau mati semangat. Jangan wahai akhunal karim. Ini adalah langkah awal, jangan berhenti disana! Masih banyak langkah-langkah keberhasilan yang akan Anda temui di masa-masa berikutnya. Justru saat berhasil melakukan first selling itu, Anda harus meneguhkan hati, “Alhamdulillah. Ternyata aku bisa juga menjual! Nanti akan dicoba lagi biar semakin mahir, insya Allah!”

Terus Anda pun masih mengeluh, “Tapi mohon jelaskan kepada kami. Ya, saya ingin cara yag cepat, mudah, dan tidak capek, tapi dapat duit banyak. Kalau masih harus cari pembeli, tawar-menawar, mencari momentum, sudah deh ampun deh, saya tak mau! Saya mau cara yang gampang-gampang ajalah!”

Ya, kalau begitu cara berpikirnya, saya sarankan Anda tidur saja di rumah. Buatlah jadwal tidur 23 jam sehari. Sisanya 1 jam untuk berbagai keperluan: Makan, minum, ke WC, shalat super cepat, bertemu orang, say hi kepada orangtua, dan lainnya. Sudah saja, Anda jalani hidup Anda sebagai the real sleeper (tukang tidur kebluk sejati). Bahkan Anda tidak perlu masuk warnet, membuka blog ini, bahkan tidak perlu membaca dan menulis apapun. Isi saja hidupmu dengan tidur, tidur, tidur, dan tidur lagi!

Ya, daripada bekerja capek, lebih baik tidur ngebluk seumur hidup. Lalu menjadi orang yang HINA, tidak mendapat bagian dari kemuliaan dunia, dan tidak berhak atas jaminan Syurga Allah di Akhirat nanti.

Siapapun juga, tidak peduli orang kafir, kalau mereka mau berhasil, mau memiliki uang cash melimpah di tangan. Mereka jelas bekerja keras! Orang Jepang, Korea, China, dan lain-lain terkenal sebagai pekerja keras, meskipun mereka adalah kafir.

Nah, sementara itu dulu. Insya Allah, nanti kita sambung lagi. Walhamdulillah Rabbil ‘alamin.

By AMW.

75 Responses to Bisnis Muslim

  1. wahyudi berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuhu.
    Iya kita dukung pa. Alhamdulillah saat ini sudah dibuka Toko Buku dan Kitab Al-Madinah yang menjual kitab2 berbahasa Arab dan buku buku keislaman. Spesial, kami termasuk agen utama Kitab Al-‘Arabiyah Baina Yadaik, Maktabah Syamilah, Program CD Arabindo.
    InsyaAllah dalam waktu dekat akan dibuka layanan kesehatan islam berbasis hijamah/bekam-herbal-pijat dan pelatihannya. Bagi yang ingin share bisa langsung menghubungi lewat email:ayudi@belajarislam.com. Info terkini:bisnismuslim.com. Mudah-mudahan dengan ini dapat membantu dakwah islam.

  2. abahguru berkata:

    termasuk keahlian bikin blog juga bisa dijual ustadz. Saya sudah membuktikannya.
    Jadi para bloger… jangan cuma buat senang-senang… tapi bisa jadi profesi

  3. IMAM SUPRIYADI . berkata:

    Dalam media metafisika eksakta yang dipelopori oleh wartawan kondang bpk. ADINEGORO mengomentari tentang kejadian Revolusi serta Evolusi pada penetapan P4 (Eka Pras setia Pancakarsa) akan melalui segmentasi pemahaman Pancasila yang di Rumuskan Oleh M. Yamin sebagai keberadaan pada ayat Al Qur’an S, Ad dzaryat 56 tentang Tidak aku ciptakan Jin Dan manusia kecuali Untuk Mengabdi Pada KU.
    PANCASILA yang dirumuskan Oleh Mohammad Yamin di perdiksi oleh Wartawan ADINEGORO mempunyai tatanan Filsafat da Aristoteles pada Cosmos Alam Homo Economicus. Su’udin : GURU Senior SD.

  4. Ahmad Husein Harahap berkata:

    Assalamualaikum
    Trims atas info bisnisnya ya ustadz, saya adalah seorang guru madrasah yang kesehariannya selalu sibuk di sekolah dan berinteraksi dengan siswa. saya dah sering coba ikut2an bisnis kecil2an. Tetapi selalu gagal dan tak pernah berlanjut. Memang pada awalnya sangat tertarik. Eeeh….., tapi akhirnya jadi ngak “nafsu”. Gimana nich ustad. Mohon sumbang sarannya dari ustadz, kira2 usaha apa yang bisa saya lakukan untuk menambah penghasilan……
    Saran dan masukan dari ustadz akan saya nantikan
    Wassalam….

  5. Aan Masrukhan berkata:

    JazakAlloh khairon katsiiro…
    sangat bermanfaat.

  6. abisyakir berkata:

    @ Aan Masrukhan…

    Sama-sama, jazakumullah khair lakum aidhan. Amin Allahumma amin.

    Maaf, materi-materi lain belum bisa di-update. Maklum, waktu dan kekuatan yang kumiliki terbatas. Semua ini semata nikmat dan karunia Allah belaka. Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  7. agung ngurah berkata:

    Rasul pun klo Belum lulus berdagang belum tentu diangkat jadi Rasul. Semoga kita dapat mencontoh beliau tentang etika berdagang yg baik. Amien …

  8. bekerja tanpa berdo’a itu sombang
    BERDO’A TANPA BEKERJA ITU BOHONG

    tks, segala informasinya.

  9. Uni Milda berkata:

    Kalo pake FB, YM gimana ya Ustad?,..saya hanya berusaha meminimalisir produk yahudi, dan mengajak teman2 dan org2 dekat saya juga begitu,..saya mulai ikutan FB kali bisa nawarin produk ke teman2,..cuman karena pakai FB bikinan orang yahudi,..saya jadi orang munafik,…menurut ustad gimana baiknya,..

  10. abisyakir berkata:

    @ Uni Milda…

    Ukhti rahimakillah…

    FB, YM, tweeter, frienster, dll. ini kan salah satu produk online, khususnya dari sisi bentuk “jejaring sosial”. Harian Kompas pernah memuat hasil survey, bahwa anak-anak muda Indonesia saat ini cenderung lebih suka gaul dengan internet, daripada aktivitas di luar rumah, daripada sosialisasi, bahkan kegiatan organisasi. Hal itu juga kita rasakan, tanpa menanti surve Kompas. Memang anak-anak jaman sekarang lebih mahir dengan dunia online, sedangkan kecerdasan sosial-nya merosot tajam.

    Lalu…

    Ya, media-media online, media TV, majalan life style, musik, film, video, dll. semua itu kan memang dirancang AGAR MENYIBUKKAN KITA dari memahami masalah-masalah besar yang ada dalam kehidupan kita. Bahkan menyibukkan kita dari kepedulian kepada ilmu, Al Qur’an, As Sunnah, shilaturahim, problema Ummat, dan seterusnya. Tujuannya kesana. Maka sering kita saksikan, untuk membeli tiket konser musik yang puluhan ribu dan perjalanan menuju lokasi konser yang sulit, banyak anak-anak muda kita melakukannya dengan antusias. Tetapi untuk mengeluarkan uang membantu saudara2 mereka yang tertimpa bencana, susahnya bukan main. Aneh kan. Untuk konser musik oke, untuk membantu korban bencana no way. Ini apa namanya… Inilah BUDAYA BINGUNG yang dihasilkan oleh proses massif media-media yang melalaikan itu.

    FB atau YM fasilitasnya terus ditambah, fiturnya terus diperbaiki, kecanggihannya terus ditambahkan. Tujuannya: “Biar ummat manusia semakin tenggelam dalam permainan2 yang tak ada manfaatnya itu. Mereka terus sibuk memperebutkan tulang2 kering.”

    Semakin kita bersih dari media-media seperti itu, semakin baik. Tetapi bisa saja dimanfaatkan untuk hal2 positif, misalnya promo, jualan, posting artikel2 yang baik untuk dakwah dan pencerahan. Tetapi jangan terjerumus di dalamnya, sampai menjadi addictive (kecanduan). Kalau kecanduan, dan terjerumus dalam fasilitas semacam itu, berarti tujuan Zionisme sudah tercapai, secara meyakinkan.

    Kurang lebih seperti itu. Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  11. Arista Junaidi berkata:

    Luar biasa.. terima kasih atas note ini.. saya benar-benar tertermotivasi. Atas izin Allah segala sesuatu pasti bisa di lakukan. Amin.

  12. ummu haidar berkata:

    assalmualaykum, ana umu haidar bekerja disalah satu penerbit yang cenderung mengerjakan buku2 yang bukan islami insya Alloh ana mahir desain grafis, apakah ada perusahaan atau freelance yang kiranya mendukung karier dan juga tidak berbau sara’ ana mau bergabung insya Alloh

  13. Sunardi berkata:

    Mari budayakan membaca.
    Assalamualaikum. Perkenalkan, saya Sunardi, member Mizan Book Advisor, memperkenalkan bacaan keluarga muslim. Bisa dilihat di link berikut: http://mizandiansemesta.net/?ba_id=rugyinsun

  14. standard berkata:

    Alhamdulilah, Semangat menyala nih..
    Benar benar penuh dengan inspirasi tulisannya,
    saya sangat berterima kasih sekali ustadz,

  15. Randy berkata:

    Ana saat ini masih bekerja, sebenarnya ana juga maunya usaha. tapi karena dari dulu ana ga pernah bisa jualan kayanya masih aja mentok.
    Semoga ana diberi jalan oleh Alloh supaya ana bisa tegak dalam sunnah dan terhindar dari syubhat.

    Jazakallahu khairan katsira ya akhi

  16. Emri Dhoha berkata:

    Assalamu`alaykum.. untuk ikhwah semua yang ingin memperdalam ilmu dan skill bisnis.. Ana undang untuk bergabung dengan http://www.pebisnismuslim.com. Silahkan daftarkan diri antum, GRATIS!.

    Disana antum akan mendapatkan berbagai info (ebook, audio, video,dll) seputar Bisnis dan Keislaman..

    http://www.pebisnismuslim.com

  17. Anonim berkata:

    Ass wr wb

    telah di Buka pemakaman Muslim Syaria pertama di Indonesia
    http://pemakamanmuslim.blogspot.com/

  18. sandi berkata:

    salut..

  19. Assamu’alaykum
    Jazakallahukhairan ustadz, artikelnya sangat bermanfaat. Semoga bisa menjadi pelajaran yang berharga, serta dapat segera di’amalkan.

    Sahabat Perawat

  20. kaos muslim berkata:

    assalamu’alaikum, sangat menginspirasi..
    mudah-mudahan manfaatnya dapat saya rasakan..

  21. beye berkata:

    bos….
    kalo cari uang mudah,banyak orang kaya,kalo banyak orang kaya pasti malas ibadah,

  22. ION CHANDRA berkata:

    saya setuju dng kerja keras dng berdoa & bersyukur

  23. Ada peluang bisnis, cepat sukses dan berkah….bergabung dengan usaha UST YUSUF MANSUR….klik di http://www.joinsyariah.com/?id=titikkustomo

  24. Fulan berkata:

    nice share @www.penafood.blogspot.com

  25. Fulan berkata:

    Trima kasih

  26. Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is great, as well as the content!. Thanks For Your article about Bisnis Muslim | PUSTAKA LANGIT BIRU .

  27. Fulan-2 berkata:

    sukur aku buka,ini.trimakasih semua bener dan tetep fokus lillahitangala,,insyaalloh berkah.AMIN.

  28. abisyakir berkata:

    @ Baju Bayi…

    Terimakasih apresiasinya, walhamdulillahil hamdu. Sama-sama terimakasih.

    Admin.

  29. Fulan berkata:

    ana pingin sekali bisnis dilombok,,,

  30. abisyakir berkata:

    @ Fulan…

    Ya silakan bisnis, Akhi. Mulai dengan Bismillah. Coba saja terjun kesana, berani ambil risiko, sekalipun akhirnya ada masalah hukum, jangan lemah karena itu. Kunci bisnis itu adalah: terjun, berenang, dan mengendalikan air.

    Jangan dipikir lama-lama… kalau banyak berpikir risiko ini itu, lebih baik jadi guru saja. aman risiko (kecuali dimarahi isteri karena belanja kurang).

    Admin.

  31. Jaelani berkata:

    Asllm allkm….pembaca
    nama saya ruslan jaelani umur 32 thn menikah dan sudah dikaruniai tiga orang anak,sy buka warkop indomi di simpangan cilodong depok jawa barat kurang lebih sudh empat taun berjalan akan ttpiduataun ini usaha saya mengalami kehancuran,bahkan saya sampai terlilit hutang ke rentenir sementara usaha untuk belanja saja sulit krna sepinya
    saya mohon kepada siapa saja yang rela meminjamkan uangnya untuk melunasi utang”saya saya harapkan sekali krna saya sudah ga tau harus pinjam kemana klo ke rentenir lagi say ga mau setiap hari di marahin mereka karna cicilan macet
    pembaca klo ada yang ikhlas ridho mau membantu saya dan keluarga 083876477894
    krna saya sangat membutuhkan bantuanya sewa tempat sudah empat bulanpun saya ga mampu membayarnya…
    makasih ata

  32. abisyakir berkata:

    @ Jaelani…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Allahummanshur li akhina hadza, fanshurlahu wa ahlahu, wa yassir umurahu, warzuqhu makhrajan jamilan min kulli musykilah wal ‘usr, fanshurlahu wa auladahu bi rizqin thaiyib wa fadhilah wa makhrajan min kulli dainin wa ahlir riba’. Ya arhama Rahimin, wa Mujibas sa’ilin, innaka antas sami’ud du’aa.

    Bagi pembaca yang posisinya dekat, mempunyai kelapangan, dan mampu untuk menolong; mohon membantu saudara kita ini. Bantu semampunya, apakah dengan membayar hutangnya, atau sedekah untuk membantu keperluan belanja rumahnya. Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin Allahumma amin.

    Admin.

  33. Bisnis Es Campur berkata:

    sbtulnya saya ingin berbisnis akan tetapi saya ingn mencari bisnis yang benar2 tidak melanggar syariat.. misal saya ingin bisnis pakaian saya ragu soalnya kita juga ikut menentukan apakah pakaian itu layak bagi umat muslim pa ndak…?? eh ternyta saya ketemu bisnis Es campur lumayan kok labanya

  34. tri yuli yanti berkata:

    saya sangat tersntuh dengan semua nasihat anda karna saya adalah ibu dari 2 orang putri kecil yg blum bisa mnjalankan amanah dngan baik saya masih sering lalai melaksanakan shalat 5 waktu saya over ketika emosi tp krna anda saya akan slalu mngingat ALLAH SWT amin dan saya ykin sya akan slalu dlindungi&dbntu tiap saat jika saya jjur iklas & sabar trimakasi sekali utk anda smoga ALLAH SWT slalu mlindungi kta di dunia dan akhirat nanti amin ya robal alamin

  35. abisyakir berkata:

    @ Tri Yuli…

    Sama-sama Mbak, jazakillah khair laki aidhan. Amin Allahumma amin, semoga kebaikannya buat Anda, kami, dan kita semua. Amin.

    Admin.

  36. ullif habib berkata:

    trimakasih atas infonya,smoga Allah menyelamatkan anda skeluarga.

  37. Syaiful berkata:

    Assalamuallaikum terima kasih sangat bermanfaat bagi saya untuk mulai usaha kecil kecilan tapi saya masih kesulitan mencari tempat untuk berdagang bahkan kota seperti malang tempat saya sewanya mahal sekali kalau jualan di pinggir jalan takut di gusur jadi bingung… Sebenarnya keahlian saya adalah mendesain rumah karena sekarang ini sulit untuk mencari orderan yang menerima jasa saya dan mencoba untuk berdagang…. Semoga Allah SWT memberi petunjuk amien…

  38. fitriningsih L berkata:

    AS, saya sdh 2 thn menjalani, bisnis sembako thn pertama sy jalani lmyn tapi memasuki thn ke 2 dagangan sy mulai sepi tapi msh sy tekunin, dan achirx untuk menunggui kesepian wrg kami, sy mengikuti bisnisx ustadz yusup mansyur bisnis di bidang v-pay, tp msh jg terkendala sdh 3 bln blm jg mendapatkan downline pdhl sy sdh melakukan promosi online, maka dari itu bagi pemirsa yg membaca tls an ini, mari bergabung bersama bisnisx ustadz yusup mansyur di http://www.klikvsi-network.net

  39. abisyakir berkata:

    @ Fitri…

    Jangan lemah untuk bisnis. Terus saja berusaha dan mencoba, sampai nanti ketemu “ceruk pendapatannya”. amin.

    Admin.

  40. abisyakir berkata:

    @ Syaiful…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah Ta’ala. Semoga segera mendapat jalan terang untuk membangun bisnis yang kuat dan berkesejahteraan. Amin Allahumma amin.

    Admin.

  41. Wass, pa ustadz amin…amin…trimakasih atas komenx positiv banget, dan mf sambil numpang lwt p ustadz, & jng lupa buat teman2 yg baca lisan ini yu ikutan bisnis v-pay, bisnisx mdh di jlnkan asal kita mau bekerja, banyak keuntungan yg kita dpt kan, insya Allah sya’riah, halal & barokah, bagi yg mau gabung akan kami beri cash back 50.000 silakan kunjungi ke http://klikvsi.com/?rev=vp6080914

  42. abisyakir berkata:

    @ Fithri…

    Gak apa-apa Mbak, semoga bermanfaat. Amin Allahumma amin.
    Jangan lupa bayar iklannya… He he he (becanda).

    Admin.

  43. lihin berkata:

    terimakasih informasinya,smoga brmanfa’at bagi kta semua.. amin… trus brjuang dan ttap semangat untuk mencapai kesuksesan..

  44. Bowo berkata:

    Kenapa anda sebagai seorang Muslim menuliskan perkataan yang rasis begitu? Apakah baik kalau menjadi panutan?

    Terima Kasih

  45. fikar siagian berkata:

    Maksih inf0nya alhamdullilah, bermanfaat

  46. abisyakir berkata:

    @ Bowo…

    Harusnya kan tidak boleh RASIS.Tapi kan etnis tertentu menjadikan alasan “Jangan Rasis” sebagai kedok untuk membentengi kezhalimannya. Kalau ada di antara mereka yang melakukan kezhaliman, kita dilarang rasis.Tapi anehnya, kezhaliman itu diulang-ulang terus. Yang ngajarin banyak muslihat korupsi, modus penipuan, dll. di negeri ini kan kalangan tertentu.

    Admin.

  47. herman hidayat berkata:

    Alhamdulillah dan terimakasih atas semua sarannya, semoga bermanfaat, amien.

  48. hammad berkata:

    @admin,
    pernyataan anda mengenai etnis tertentu menjadikan alasan “jangan rasis” sebagai kedok untuk membentengi kezhalimannya.

    pernyataan tersebut telah menghakimi, seolah2 tahu sekali akan kelakuan etnis yang dimaksudkan, dalam Islam itu artinya syirik.

    Jika pun Anda seorang Muslim, jadilah Muslim yang santun dan berpandangan luas, tidak perlu mengunakan kata ETNIS jika Anda tidak rasis, karena kata etnis bersifat majemuk yang artinya banyak dan bukan seorang.

    Apakah Anda telah kenal dengan seluruh orang2 dalam etnis tersebut? yang mungkin jumlahnya ribuan hingga jutaan?
    sehingga mengklaim dengan kata Etnis?

    Jika belum silahkan berkenalan dulu dengan yang lainnya.

    belum tentu sifat dari seluruh etnis tersebut sama, jika Anda menyamakannya artinya Anda yang beruntung dikarunia pendidikan dan kesempurnaan hingga dapat menulis blog ini
    memberikan contoh kesamaan bagi Umat Muslim? dan ini akan disamakan juga oleh orang lain yang berpendek pikir….

    Silahkan tinjau kembali pustaka bahasa Anda, dan dari kalimat tersebut Anda memang secara tidak sengaja menyatakan bahwa Anda memang RASIS.

    Hati2 dalam berbicara, Mulutmu Harimau Mu.

    Sang Nabi SAW tidak pernah RASIS, bacalah Quran lebih banyak dan bacalah sejarah Para Nabi dan Nabi SAW, mengenai banyaknya kawan dan sahabat mereka yang berbeda suku hingga negara.

    Anda tidak patut menyebut diri Anda Muslim, tetapi lebih patut disebut MUSYRIK, HARAM HUKUMNYA menjadi seorang rasis ditengah jaman modern yang semua sudah serba terbuka.

    Saran, banyak2 bergaul dulu dengan berbagai orang dari berbagai etnis biar sekali2 Anda kesusahan dan di tolong mereka biar rasa malu Anda dengan tulisan Anda sendiri dengan malunya menerima kebaikan dari yang Anda benci tanpa alasan jelas.

  49. Yoga Imawan berkata:

    Assalamualaikum,

    Alhamdulillah Tulisan ini sangat bermanfaat bagi saya,

    Saya Sedang agak sedih dengan Bisnis saya, tapi setelah membaca tulisan ini sangat Alhamdulillah hati dan pikiran saya terbuka lagi, menjadi semangat lagi.

    Semoga Alloh meridhoi Jalan Usaha kita, jika jalan kita tidak di ridhoi, semoga Alloh memberikan jalan yg lain, yg lebih baik dan berkah rezekinya untuk keluarga dan diri sendiri. Aamiin..

    Terima kasih,
    Wassalam…

  50. Sam Suri berkata:

    Asalamualaikum wwb.
    saya sangat tertarik setelah mebaca isi penuturan Bapa diatas.terimakasih..!

    Kalau tidak keberatan sudilah kiranya saya memohon saranya atas pertanyaan di bawah ini..?

    Saya Alhamdulilah memiliki keterampilan tertentu,saya sekarang masih bekerja di sebuah perusahaan yang menggunakan keterampilan tersebut.

    pertanyaan yang saya akan ajukan.?saya sudah bosan sekali menjadi karyawan perusahaan tsb,saya ingin sekali membuka usaha sendiri dengan keterampilan yang dimiliki,sudah saya coba mendalami tapi didalam perjalanan ingin mambangun usaha sendiri itu banyak masalah yang dihadapi.!diantaranya adalah:

    a.Kurangnya kemapuan saya dalam “Bernegosaiasi”kenapa tidak mampu?karena didalam negosiasi ini saya dituntut,untuk mampu untuk tepat waktu,untuk kualitas hasil kerja,untuk tanggung jawab bila ada hal yang tidak cocok dengan keinginan mereka,

    b.Saya tidak mampu dari segi permodalan,dan tidak berani spikulasi dengan yang lain.

    c.Keterampilan ini sangatlah menyita waktu dan teanaga untuk pemula,dan itujuga saya tidak mampu untuk bekerja kerans
    dengan banyak mengorbankan waktu,pernah saya coba,hasilnya saya KO.dan nyerah.

    mungkin itu saja yang hendak saya pertanyakan semoga bisa bagi ilmunya dalam mengatasi masalah seperti ini..!terima kasih sebelumya,wasalamualaikum wwb…(sam)

  51. abisyakir berkata:

    @ Samsuri…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Terimakasih atas apresiasinya, alhamdulillah. Kami akan coba bantu menjawab masalah ini.

    [a]. Kualitas kerja memang menjadi “standar” dalam bisnis. Kalo mampu kerja dengan baik sebagai karyawan, Anda juga harus bisa kerja sebaik itu sebagai orang yang usaha mandiri. Konsumen melihat soal “hasil karya” yang standar. Mereka tak mau tahu yang terjadi “di dapur” Anda. Itu harus dimengerti. Paling yang bisa kita lakukan adalah: mensiasati tenaga, waktu, dan jumlah karya yang dihasilkan. Meskipun hasil sedikit, kalau sesuai standar, itu lebih baik; daripada kerja banyak dengan mengorbankan kualitas.

    [b]. Kalau tak mampu dari permodalan, tapi punya keahlian, mengapa tidak menggarap pesanan saja. Coba cari perusahaan/rumah produksi yang memproduksi barang seperti buatan kita; tawarkan jasa kita ke mereka. Kalau kualitas baik, mereka pasti akan mau. Jadi kumpulkan uang dengan menggarap pesanan dulu. Nanti lama-lama cari order pesanan sendiri seperti “proyek” gitu. Sekali dapat order “proyek” kalau lancar bisa jadi modal lumayan untuk memulai usaha sendiri.

    [c]. Sebaiknya melatih orang saja, dengan sistem upah. Misalnya untuk produksi baju, setiap potong diberi upah berapa. Atau kalau produksinya itu bertahap, pada tahap tertentu diorderkan ke orang lain: misalnya tahap 1, 2, 3 diorderkan ke orang, sedang tahap 4 dan finishing kita kerjakan sendiri. Itu juga bisa dilakukan.

    Harus ada keberanian memulai, tapi secara bertahap saja. Terimakasih.

    Admin.

  52. ziemon fuji.. berkata:

    Dgn artikel ini ,pengetahuan saya semakin bertambah..aplagi skrg saya lg mjlani usaha…dan ada satu kta kunci yg dpt mlekat di otak saya…mengenai memposisikan diri sebagai konsumen..apa alasan saya membeli di t4 ini…?super sekali …trima ksih..

  53. abisyakir berkata:

    @ Ziemon Fuji…

    Alhamdulillah, alhamdulillah, terimakasih atas apresiasinya. Moga bermanfaat ya.

    Admin.

  54. Foredi berkata:

    ini baru info dahsyat

  55. Fulan1 berkata:

    INSYA ALLOH SUPER…..!

  56. Onbisnis berkata:

    mantap dan bersahabat . ..

  57. abisyakir berkata:

    @ Onbisnis…

    Terimakasih, semoga bermanfaat. Amin.

    Admin.

  58. Terimakasih atas ilmu bisnisnya, sangat bermanfaat. From: http://www.rayatintaprinter.com

  59. Terimakasih atas ilmu bisnisnya. Semoga Alloh selalu memberikan barokah kepada usaha perdagangan kita semua. Jika saudara -saudaraku membutuhkan keperluan kantor seperti tinta pribter, konputer, laptop, dan perangkat hardware lainnya silahkan hubungi telp / sms/ WA: 087960236446www.rayatintaprinter.com

  60. abisyakir berkata:

    @ Rayatinta…

    Sama-sama. Amin amin atas doanya, terimakasih.

    Admin

  61. lionk berkata:

    Assalamualaikum, nama saya lionk, saya hanya tukang tambal ban, keahlian saya hanya itu, dulu waktu masih bujangan usaha tambal ban saya lumayan hasilnya tapi kenapa setelah menikah sampai punya anak 3 kok malah sepi ya? walaupun sudah banyak lagi yang buka usaha tambal ban lainnya tapi saya tetap sabar, posisi saya ditengah2 sebelah kanan jarak 10m ada tambal ban sbelah kiri jarah 15m ada tambal ban posisi saya terjepit dan penghasilan saya menurun. kebutuhan semakin hari semakin banyak pinjaman hutang numpuk dimana-mana, saya lelah sampai kapan semua ini berlalu, berdoa sudah, berusaha sudah, berpasrah diri sudah dari dulu pasrah, jadi gmn dong? seandainya Rosullallah masih hidup saya akan minta beliau untuk mendoakan saya agar hidup yang bekecukupan, jaman sekarang pun mencari pekerjaan harus pakai modal sekarang modal dari mana kalo hari2nya masih minjem sana sini, bingung. Sekarang saya hanya menunggu Mukhzizat Allah turun dari langit untuk membayar utang2 saya dan mulai dengan usaha baru lagi dengan modal sendiri . terimakasih

  62. abisyakir berkata:

    @ Lionk….

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Ya kesulitan hidup ada di mana-mana, dan bisa menimpa siapa saja. Ada kalanya kesulitan terjadi karena (1) kelemahan kita dalam usaha, misalnya malas atau kurang kreatif. Bisa juga karena (2) kita pernah melakukan kesalahan, lalu kesulitan itu datang sebagai “penebus dosa” kita. Atau bisa jadi, kemungkinan (3) kesulitan datang untuk menempa mental, kekuatan, kesabaran kita, agar nantinya bisa memikul amanat Allah yang lebih berat dan besar. Setidaknya, ksulitan itu akan membuat kita (4) lebih rajin ibadah dan berdoa, sehingga hal ini menjadi tabungan pahala tanpa kita sadari. Minimal, kesulitan itu bermakna (5) agar kita bersyukur dengan kondisi yang ada, karena di sana masih ada orang-orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Coba pikirkan, sesulit apapun kondisi kita, maka masih ada orang lain yang lebih sulit lagi keadaannya. Demikian, semoga bermanfaat dan lebih menguatkan hati. Amin.

    Admin.

  63. zubaidin berkata:

    alhmdllh sy d beri rasa syukur stlh membaca artikel bpk tadiya sy sudah seprti pts asa.usaha menrun dratis utang dibank ada d pegadaian ada.tp semua teryata mrupakan satu pemblajaran usaha yg sangat berharga

  64. abisyakir berkata:

    @ Zubaidin…

    Alhamdulillah Bapak, smoga bermanfaat. Smoga lancar usahanya. Semoga Allah beri jalan keluar terbaik untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi keluarga. Salam hormat, salam juang, dan tetap semangat.

    Admin.

  65. nia berkata:

    Saya kn dagang jualn ayam,padahal saya jualn murah tpi pelanggan saya gak ad yg lengket,dtg dan pergi saya kn mau nya pelanggan tetap..dan aneh nya ad sableh saya yg spropesi dgn saya,padahl orang nya judes dan agak mahaln ssidikt jualn daripda saya,tpi ad pelanggan saya yg setelah beli dstu lengket gak mau lg beli sama saya…jdi saya bingung,bnyak pelanggan saya yg beli dsna.mohon balasan nya aq ingin pelanggan yg dlu beli sama saya bisa kembali beli sama saya

  66. abisyakir berkata:

    @ Nia…

    Caranya mudah, hafalkan AYAT KURSYI, dan sering-sering dibaca saat di pasar maupun di rumah. Tapi bacanya pelan-pelan, dengan suara lirih. Jangan terlihat orang lain bahwa kita sedang dzikir. Khawatir kondisi itu karena ada unsur “ghaib” tertentu. Tapi sering bersedekah kepada manusia, insya Allah akan melariskan usaha kita. Amin amin ya Rabb.

    Admin.

  67. holephone berkata:

    Assalamu’alaykum
    Terimakasih pencerahannya Pak ^_^
    Semua yang di tulis bapak sangat menampar saya
    saya slalu seperti yang bapak tulis
    saya itu pesimis, pemalu, merasa tidak punya kmampuan, tidak percaya diri dll
    Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin
    Terimakasih atas Pencerahan Bapak
    saya akan slalu save page bapak sebagai nasehat bila suatu saat nanti saya mengalami kelesuan nasehat
    sekali lagi terimakasih Pak
    semoga Allah SWT melancarkan rizki kita semua dan seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia
    Aaaaamiiiiin ya Allah Ya Robbal ‘alamiiin
    Wassalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh

  68. nita berkata:

    assalamualaikum warrahmatullah hiwabarakatuh…
    pak…sya sedang galau…
    ibu saya memiliki usaha jualan nasi campur beserta bakso.. udah lama sekali.
    usaha itu kami buka di rumah sewa kami. baru 3 bulan kami membeli rumah dan lokasinya tepat di depan rumah sewa kami. namun belum kami tempati setelah kami beli…
    maksudnya kami sewakan dahulu sembari menunggu rumah sewa yang kami tempati jatuh tempo.
    sampailah suatu ketika rumah baru kami diwewa oleh orang…
    awalnya hanya berjual sarapan pagi…. tapi melihat jualan nasi ibu saya laku…merekapun meniruberjualan dengan produk yang sama. lauk pauknya sama.
    hampir sebagian langganan kami berpindah. tiap hari mereka ramai pembeli. sedangkan jualan ibu saya sepi. ada aja yang pesan catering ke mereka. sedang ibu saya tidak ada. padahal setelah saya banding dari segi rasa, harga dan kualitas jauh lebih bagus punya ibu saya. promosi, pengembangan produk udah kami lakukan sampai service yang baik pun udah kami lakukan tapi tetap saja sepi. sampai-sampai ada rasa sakit hati karena tempat jualan mereka dirumah asli kami sendiri dan berhadapan. jadi kami harus gimana pa… mohon bantuannya kepala saya rasanya mau pecah…

  69. nita berkata:

    mhn dibalas

  70. samsul berkata:

    Trimakasih tlah memberi ilmu dan semoga anda di beri kesehatan amin ye robbel alamin

  71. abisyakir berkata:

    @ Samsul…

    Amin amin, sama-sama, semoga bermanfaat. Dan itu baru sebagian yang bisa disampaikan.

    Admin.

  72. Anonim berkata:

    saya jual roti bakar baru2 minggu , 1minggu pertama 10 roti ,minggu berikutnya naik 15 roti ,2hari terakhir turun sgr tajam hanya 4 roti,
    maaf kpenyebab nya apa ya

  73. ardiyanto berkata:

    Menginspiratif sekali bagi saya selaku usahawan yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: