Kurma Bisa Berbuah di Indonesia

Oktober 11, 2015
Lewat Metode Budidaya, Kurma Bisa Berbuah di Negeri Kita

Lewat Metode Budidaya, Kurma Bisa Berbuah di Negeri Kita

SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH. Pohon kurma bisa berbuah di Indonesia. Tepatnya di Banyuwangi. Melalui proses “perangsangan”. Subhanallah…

RANGSANG KURMA BERBUAH: Kini petik buah kurma dengan tangan telanjang tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah atau ke California. Dengan perangsangan kurma setinggi 1 m sudah dapat berbuah.

Ir Eko Mulyanto sukses merangsang kurma berbuah di tanahair. Kurma yang tumbuh di pekarangan rumah dr A Bakarman SpB di Banyuwangi, Jawa Timur, itu sangat istimewa. Tanaman asal Timur Tengah itu memunculkan 7 tandan buah Phoenix dactylifera sarat buah dari batang setinggi 1 m. Total tinggi hingga ke tajuk 2,8 m. Posisi buah di bagian timur lingkar batang.

Eko meracik beragam unsur hara seperti klor (Cl), mangan (Mn), molibdenum (Mo), boron (Bo), dan kalsium (Ca) dengan asam amino dan zat perangsang tumbuh. Bakarman lalu mengencerkan pupuk itu dengan seember air bersih dan menyiramkan semua pupuk di sekitar pangkal batang kurma.

Sam Hikmat.


Teori Evolusi dan SYARIAT

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

* Sebuah pandangan Islami untuk membantah Teori Evolusi Darwin. Berdasar Kitabullah & fakta sains.

* BAHWA manusia bukanlah makhluk bumi. Tapi makhluk dari langit, yaitu sejak Adam As & Hawwa’ diturunkan ke dunia. Dalilnya Surat Al Baqarah: 30-39.

"Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA"

“Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA”

* JADI kita manusia ini, termasuk Darwin, tidak mengalami PROSES EVOLUSI di bumi. Kita turun ke bumi sudah dalam KEADAAN SEMPURNA as human being.

* MUNGKIN saja hewan-hewan mengalami evolusi, jika merujuk teori Darwin. Tapi manusia TIDAK. Manusia sudah sempurna.

* APA manusia sendiri tidak mengalami evolusi?

* SECARA hakiki manusia mengalami evolusi postur, bentuk, warna kulit. Tapi masih dalam RANAH KERAGAMAN manusia.

* Dulunya Nabi Adam As sangat tinggi besar, lalu manusia smakin kecil. Awalnya wajah Nabi Adam satu bentuk, lalu jadi aneka etnis & warna kulit. Itu evolusi juga. Tapi dalam lingkup manusia.

* Secara pemikiran, spiritual, budaya manusia juga evolusi. Maka SYARIAT para Nabi/Rasul semakin lama semakin maju dan komplek.

* YAKINI sebenar-benarnya, bahwa manusia adalah MAKHLUK LANGIT. Tidak mengalami proses evolusi biologis seperti teori Darwin. Andai terjadi evolusi, ia terbatas dalam LINGKARAN KEMANUSIAAN.

* FAKTA: adanya sisa-sisa kehidupan kaum-kaum masa lalu yang sudah Allah binasakan. Mereka manusia, sama seperti kita.

* KONTRA FAKTA: Adapun terkait fosil-fosil yang macam-macam, dengan bentuk aneh, usia sekian juta atau ribu tahun.

JAWAB: Kita tak tahu hakikat benda-benda itu karena TAK ADA INFORMASI dari Allah dan Rasul-Nya. Tapi jika bentuknya beda dengan manusia, berarti mereka itu MAKHLUK BUMI. Beda dengan manusia yang turun dari langit dalam keadaan SEMPURNA.

* Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Note: Sebenarnya, secara sains teori Darwin itu juga tidak benar. Hanya lain kali kami sampaikan, insya Allah.


Teknologi Minyak Goreng

Maret 3, 2015

Ini ilmu unik. Anda perlu tahu. Gak rugi, insya Allah.

COBA PERHATIKAN: Saat Anda menggoreng kerupuk dan merebus kerupuk, bagaimana hasilnya? Saat digoreng kerupuk mengembang; saat direbus kerupuk hancur lebur.

Padahal SAMA-SAMA memakai Zat Cair; minyak dan air; tapi hasil beda. Apa rahasianya?

Baiklah, akan profesor jelaskan… He he he ingat gaya “profesor kura-kura” seri kartun Dancow. Tapi sekarang sudah tak ada.

Sebagai Sarana Penghantar Panas

Sebagai Sarana Penghantar Panas

* Saat menggoreng pakai minyak, fungsi minyak hanya sebagai PENGHANTAR PANAS saja. Jadi ia tidak merusak bahan yang digoreng. Kecuali kalau pemanasan terlalu lama, hasilnya gosong.

* Saat merebus, air berfungsi sebagai PELARUT juga, maka obyek yang direbus kalau strukur lemah akan hancur.

* Apa semua cairan bisa dipakai sebagai PENGGORENG? Tidak. Hanya cairan yang berkarakter tertentu: a. Dia tidak LEBUR bersama makanan, hanya menghantar panas saja; b. Dia tidak beracun dan pahit; c. Dia tidak mengubah warna makanan. Itulah dia ZAT MINYAK.

* Zat minyak bisa diambil dari bahan sawit, mentega, lemak hewan, minyak kelapa, jagung, kacang, zaitun, dll. Pokoknya yg mengandung sifat-sifat minyak.

* Sejak zaman dulu manusia membuat minyak dari bahan lemak hewan (minyak samin), zaitun (olive oil), minyak kelapa (klentik), susu (mentega), dll. Jadi ini sudah dikenal lama.

* Fakta menakjubkan, ternyata PASIR HALUS juga bisa dipakai untuk menggoreng. Kerupuk bisa digoreng pakai pasir. Itu tandanya, pasir hanya penghantar panas saja. Sama seperti minyak.

Demikian sekedar wawasan. Smoga bermanfaat. Amin.

(WeAre).


Hebatnya Pohon Baobab…

November 5, 2014

*) Pernah dengar nama pohon Baobab? Mungkin pernah ya, tapi jarang yang dengar. Ini pohon hebat. Di Indonesia ada sebagian versi pohon Baobab, tapi yang di Madagaskar sangat hebat kontruksi dan bentuknya.

*) National Geographic pernah mengangkat tema pohon ini. Bagus sekali. Bagus isi, bagus juga covernya. Sampai diperlihatkan penampang pohon ketika ditebang secara melintang. Luar biasa.

*) Kadang heran ya, meskipun majalah NG itu berakidah evolusi, tapi secara penampilan, pendalaman informasi, serta kualitas grafis dan cetak, kok bagus ya. Kami sering geleng-geleng kalau baca majalah itu. Bukan karena ideologinya, tapi karena kualitas teknisnya bagus. (Ternyata, “untuk masuk neraka saja, orang perlu kerja profesional”).

*) Inilah pohon BAOBAB. Pohon dengan karakter unik. Batang besar, tinggi, tapi dedaunan terkumpul di atas membentuk semacam formasi payung. Pohon ini laksana legenda Afrika. Banyak terdapat di Madagaskar. Ia bisa berusia sampai ratusan tahun.

*) Akar-akarnya sangat menyerap air. Menjadi semacam “telaga” di tengah kegersangan Afrika. Volume akarnya bisa lebih besar dari batangnya. Menandakan suatu ketegaran, tetap memberikan air bagi sekeliling.

*) Hanya satu kata: SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAH AL ‘AZHIM.

*) Berikut sebagian gambar pohon Baobab:

Kekar. Tegak. Menjulang di muka bumi.

Kekar. Tegak. Menjulang di muka bumi.

Bandingkan dengan postur orang Afrika-nya. Sangat jauh beda.

Bandingkan dengan postur orang Afrika-nya. Sangat jauh beda.

Lihat lagi. Betapa raksasanya ia.

Lihat lagi. Betapa raksasanya ia.

Di atas rawa-rawa, Bro. Ada ya...

Di atas rawa-rawa, Bro. Ada ya…

Masih di daerah rawa-rawa, berair...

Masih di daerah rawa-rawa, berair…

Lihat menara kayu sebelah kiri itu. Hebat bukan?

Lihat menara kayu sebelah kiri itu. Hebat bukan?

*) Beginilah, intinya Anda suka gak dengan profil pohon ini? Kalau suka, berarti sama dengan saya. Kalau gak suka, kenapa man? Apa alasannya? Kenapa sih gak sama selera “sama gue”? He he he…alay banget ya.

*) Jadi manusia sangat bagus ya kalau bisa seperti pohon Baobab ini. Filosofinya: tegar, tegak, menjaga persediaan air, tetap tegar dan berdaun mesti di tengah gurun pasir Afrika.

*) Ssssstttt…ada yang lebih hebat lagi. Katanya, buah dari pohon ini kerap disebut “The King Fruits”. Raja buah. Katanya, selain enak, kandungan gizinya man, wuaaaaduh buaaaanyaaakkkk BGT. (Halah kena penyakit alay lagi…).

== Someone ==


Fakta Pemuaian…

Juli 29, 2013

Pemuaian (expand) termasuk salah satu fenomena dalam dunia Fisika. Benda yang memuai akan mengalami pertambahan dari sisi panjang, luas, atau volume. Pemuaian ini bisa terjadi pada benda gas, cair, dan padat. Tapi saya mau bicara pemuaian benda padat. Lebih menarik.

Kabel Logam Bisa Memuai...

Kabel Logam Bisa Memuai…

Hayo kita mulai…

[1]. Cara mudah melihat pemuaian pada benda padat, lihatlah pada kabel-kabel listrik di pohon-pohon, tiang-tiang, atas gedung. Ketika siang hari, kabel-kabel itu memanjang sehingga terlibat melengkung ke bawah. Tapi kalau malam hari, sore hari (saat hawa tidak panas), atau saat pagi hari, kabel-kabel itu tampak tertarik kencang. Saat panas, kabel yang terbuat dari logam (tembaga) memanjang, sedangkan saat dingin, kabel itu mengkerut.

[2]. Pemuaian juga terlihat pada jalan-jalan aspal tertentu yang bergelombang. Asalnya jalan ini tidak bergelombang, tetapi dibuat rata, lurus, dan teratur. Tetapi akibat pemanasan matahari yang terus-menerus, akibatnya aspal mengembang, mengajak material di sekitarnya ikut mengembang pula. Ketika aspal mendingin, nanti akan menyusut kembali. Ketika proses mengembang dan menyusutnya aspal ini terjadi tidak teratur, menimbulkan lekukan-lekukan pada permukaan aspal (jalan).

Antara Sambungan Selalu Ada "Ruang Kosong"

Antara Sambungan Selalu Ada “Ruang Kosong”

[3]. Pada pemasangan rel-rel kereta api, juga memperhatikan proses pemuaian. Kalau kita lihat, sambungan antar satu balok rel dengan balok rel lainnya, selalu ada ruang kosong “missing” yang dibiarkan terbuka. Ruang itu yang kira-kira lebarnya antara 1 – 1,5 cm sengaja disediakan untuk memberi ruang pemuaian balok-balok rel yang tersambung tersebut. Jika pemuaian ini tidak diberi tempat, nanti akan merusak rel itu sendiri.

[4]. Sangat menarik kalau melihat benda-benda kaca/gelas yang retak, setelah ditumpahi air panas (air minum atau kuah). Ia retak karena kaca/gelas tiba-tiba mengembang karena terkena hawa panas (dari air). Jika proses mengembangnya kaca/gelas ini merata, ia tak akan menyebabkan retak/pecah. Tetapi ketika sebagian bagian kaca/gelas mengembang, sementara yang lain masih belum mengembang secara sempurna….akibatnya materi kaca/gelas itu pun retak/pecah. Itulah makanya bahwa sifat memuai ini tidak bisa ditahan-tahan, jika ia terjadi, bisa memiliki power potensial yang menarik.

[5]. Kadang terjadi, sebuah bola bisa masuk ke dalam toples. Tapi pada kesempatan lain, bola itu tidak bisa masuk. Mengapa ia terjadi? Saat toples terkena panas, mulut toples akan mengembang, sehingga bola bisa masuk. Tapi ketika dingin, mulut toples kembali mengkerut. Bola pun tidak bisa masuk.

Bisa Memecahkan Kaca/Gelas.

Bisa Memecahkan Kaca/Gelas.

[6]. Saat ini banyak dibuat jalan-jalan dengan bahan cor-coran semen. Banyak jalan tol yang dibuat dari coran semen. Uniknya, setelah coran selesai, telah sempurna, dan kering; sering kali pihak pembuat coran jalan membuat lubang berbentuk garis-garis di cor-coran itu, panjangnya selebar jalan, lebarnya sekitar 1 cm, dengan kedalaman tertentu. Lalu ke atas lubang itu dimasukkan lelehan aspal atau karet. Kalau tak percaya, coba lihat jalan-jalan tol itu, di sana pasti ada garis-garis hitam yang dimasuki lelehan karet/aspal. Untuk apa semua ini? Ternyata, untuk mengantisipasi proses pemuaian pada semen.

Singkat kata begini, pemuaian pada benda padat itu jelas terjadi, tetapi mata kita tidak bisa melihat saat proses itu sedang terjadi, karena begitu mikroskopik proses berlangsung pada materi bendanya. Kita hanya bisa melihat efek/hasil dari pemuaian itu sendiri.

Dan uniknya, pemuaian terjadi pada semua benda padat, termasuk logam, plastik, aspal, kaca, hingga semen (hasil cor-coran). Kalau kayu atau batu, saya belum tahu. Wallahu a’lam bisshawaab.

Semoga bermanfaat ya. Amin Allahumma amin. Jujur…minat kepada dunia sains sering muncul seperti sebuah kerinduan cinta pada kekasih lama. He he he…lebay.

Mine.


Pemanis Alami: Stevia Rebaudiana…

Juli 27, 2013

Berikut ini sebuah inspirasi, tanaman Stevia Rebaudiana. Ia adalah pemanis alami, dari bahan daun Stevia Rebaudiana. Bisa menghasilkan rasa manis 100 x melebihi manis gula tebu. Dihasilkan melalui proses ekstrak terhadap daun Stevia. Bukan pemanis sintetik, jadi lebih sehat bagi konsumen.

Satu lagi yang hebat, pemanis ini tak berkalori, sangat cocok bagi mereka yang takut kegemukan, terkena keluhan diabetes, dan selainnya. Cuma, di Indonesia belum berkembang.

Sejenis Tanaman Perdu...

Sejenis Tanaman Perdu…

Struktur Daun Lebih Dekat...

Struktur Daun Lebih Dekat…

Dalam Kultivasi di Sawah atau Ladang Stevia...

Dalam Kultivasi di Sawah atau Ladang Stevia…

Proses Awal, Daun Kering Ditumbuk...

Proses Awal, Daun Kering Ditumbuk…

Hasil Sementara...

Hasil Sementara…

Hasil Bubuk Kering...

Hasil Bubuk Kering…

Bentuk Gula Jadi...

Bentuk Gula Jadi…

Sudah Dikemas...

Sudah Dikemas…

Anda Tertarik? Hayuh...

Anda Tertarik? Hayuh…

Di Indonesia belum populer. Banyak ditanam di China, India, Jerman, dan lainnya. Potensial untuk dikembangkan. Katanya di kawasan Lembang, Kab. Bandung, sudah ada tanaman ini. Coca Cola disebut-sebut memakai pemanis jenis ini.

Oke deh, sekian dulu. Kalau tertarik silakan saja cari informasinya. Kita cuma sekedar mengenalkan…

Mine.


[03]. Islam dan Teori Evolusi

Februari 13, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Masih ada relevansinya kita membahas teori evolusi, meskipun sifatnya praktis. Singkat kata, dalam Al Qur’an terdapat Surat Al Baqarah ayat 164. Disana terdapat penggalan ayat yang berbunyi sebagai berikut: “Wa maa anzalallahu minas samaa’i min maa’in, fa ahya bihil ardha ba’da mautiha, wa bats-tsa fiha min kulli daabbah” [dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, yang dengan air itu Dia hidupkan bumi setelah matinya (tandus); kemudian Dia sebar-luaskan di permukaan bumi itu segala macam makhluk melata (hidup)].

Secara umum, ayat ini menjelaskan tentang Kemurahan Allah Ta’ala yang menjalankan mekanisme siklus air. Dia menurunkan air dari langit dalam bentuk hujan; lalu hujan itu menyirami tanah-tanah tandus, sehingga ia hidup kembali sebagai tanah subur. Saat mana tanah sudah subur, tanam-tanaman hidup menghijau, maka makhluk berupa hewan maupun manusia akan singgah dan menetap di tempat itu.

Alam Diciptakan dalam Keragaman Luar Biasa. Setiap Makluk Sudah FINAL.

Alam Diciptakan dalam Keragaman Luar Biasa. Setiap Makluk Sudah FINAL.

Tapi ada satu pelajaran besar di balik ayat ini. Bahwa mahkluk hidup itu eksis di muka bumi karena proses PENYEBARAN. Mereka semua disebarkan oleh Allah Ta’ala. Sebagai makhluk yang disebarkan, tentu ia sudah jadi, sudah sempurna, sudah finalisasi dalam segala aspeknya (bentuknya, ukurannya, tabiatnya, peranannya, serta ketergantungannya satu sama lain). Tidak mungkin Allah menyebarkan makhluk “setengah jadi”, lalu mereka menjadi sempurna melalui proses-proses alam. Tidak demikian.

Makhluk (terutama hewan) ketika hidup di muka bumi, jenisnya sangat beragam, ukurannya sangat beragam, fungsi dan tabiatnya juga beragam. Mereka semua adalah makhluk yang telah sempurna, telah jadi, telah berada dalam proporsi FINAL. Keragaman makhluk yang luar biasa itu, menandakan Kebesaran Allah Ta’ala. Makhluk-makhluk ini tak pernah berubah wujud ke bentuk-bentuk lain, selain dirinya. Ia berada dalam koridor aslinya, sebagaimana saat pertama diciptakan.

Perlu dicatat, setiap makhluk ini memiliki batas ambang eksistensi. Ia adalah sejumlah kondisi dimana makhluk itu masih bisa eksis dalam batas-batas kemampuan adaptasinya. Kalau ia menghadapi kondisi ekstrem sehingga keluar dari batas-batas kemampuan adaptasinya; maka otomatis makhluk tersebut akan punah. Ia tak pernah berubah ke dalam bentuk lain, karena kondisi ekstrem di luarnya. Sampai disini, teori evolusi dengan sendirinya gugur di titik “ulu hati” paling krusial.

Singkat kata, tidak ada teori evolusi. Yang ada adalah fakta keragaman penciptaan. Allah Ta’ala menciptakan makhluk hidup beragam di muka bumi. Amat sangat beragam, sehingga untuk menjelaskan semua bentuk keragaman itu, kita tak akan mampu melakukannya. Setiap jenis makhluk yang diciptakan telah memiliki sifat-sifat khusus, dan memiliki ambang toleransi dalam proses adaptasinya. Jika menemui situasi ekstrem, apalagi dalam tempo lama, makhluk itu tidak akan berevolusi menjadi makhluk lain, tetapi ia akan punah karena ketidak-mampuannya bertahan.

Lalu bagaimana degan fosil-fosil yang ditemukan di masa lalu?

Fosil-fosil itu mencerminkan bentuk makhluk yang pernah ada di masa lalu. Fosil itu tidak pernah berubah menjadi fosil lain, atau merupakan hasil perubahan dari fosil sebelumnya. Ia tetap dalam bentuknya sebagai makhluk mandiri; asalnya begitu, anak keturunannya juga begitu.

Pendek kata, tidak pernah ada evolusi semacam tikus menjadi marmut, marmut menjadi kelinci, kelinci menjadi domba, domba menjadi sapi, dan seterusnya. Itu hanyalah lamunan orang-orang bodoh yang tersesat di belantara ilmu pengetahuan modern. Nas’alullah al ‘afiyah.

Sedangkan manusia sendiri; manusia bukanlah makhluk yang berasal dari bumi. Manusia berasal dari sepasang manusia tertua, Adam dan Hawwa. Keduanya semula ada makhluk dari langit. Jadi generasi manusia tidak mengalami proses apapun di bumi. Manusia sepenuhnya dari Adam dan Hawwa, keduanya dari langit. Kita ini sudah given atau build up seperti ini sejak nenek-moyang kita.

Nabi Saw pernah berkata: “Antum banu adama, wa adama min turab” (kalian itu anak-cucu Adam, dan Adam diciptakan dari tanah). Sekali lagi: no evolution in universe!