Kalau IM Menyerah, Bagaimana Nasib Gerakan Islam Lain?

Agustus 28, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada sesuatu yang SANGAT KRITIKAL pada situasi yang dihadapi jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir saat ini. Kalangan Salafi banyak yang menyerukan para pendukung IM agar tidak demonstrasi, agar menerima hasil kudeta, agar mereka pulang ke rumah masing-masing.

Monumen Rabi'ah Al Adawiyah

Monumen Rabi’ah Al Adawiyah

Seruan Salafi “Mulukiyah” ini sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan bencana yang lebih hebat lagi bagi IM di Mesir, bagi gerakan-gerakan Islam di Mesir, bahkan bagi gerakan Islam di seluruh dunia.

Kok bisa begitu? Bagaimana memahaminya? Adakah koneksitas kausalitasnya?

[1]. Kalau IM mundur, jelas mereka akan dihabisi oleh militer Mesir dan seluruh jajaran kekuatannya. Mengapa demikian? Karena militer Mesir sudah tahu kekuatan IM, sudah tahu tabiatnya, dan perlawanan mereka secara politik ke jajaran militer. Militer Mesir sangat tahu bagaimana sikap IM kepada rezim militer Mesir; IM tidak menyukai militer, ingin mengamputasi kekuatan politik militer, ingin mengembalikan militer ke barak. Maka itu, kalau para pendukung Presiden Mursi pulang ke rumah masing-masing dan melupakan kejadian yang sudah-sudah; itu sama artinya mereka “menyerahkan nyawa” ke militer.

Doakan Saudaramu di Mesir!

Doakan Saudaramu di Mesir!

[2]. Kalau IM mundur, mereka akan dihabisi oleh militer Mesir, para pemimpin ditangkap/ditahan, para aktivis dipenjara, para pembangkang dibunuh, aset-asetnya akan dirampas, dan seterusnya. IM akan dijadikan “partai terlarang”, sejenis “musuh negara” atau “teroris”. Ini sangat berbahaya.

[3]. Setelah militer berhasil menumpas IM, maka cara yang sama akan digunakan untuk memerangi gerakan-gerakan Islam lain; terutama yang kekuatannya lebih kecil dari IM. Ini bisa jadi efek berantai. Kalau IM berhasil ditumpas di basisnya di Mesir, maka gerakan militer (dengan didukung koalisi Barat, sekuler-liberal, dan raja-raja jahiliyah Arab) akan terus merambah ke gerakan-gerakan Islam lain. Sangat mungkin gerakan “non Jihad” seperti HT atau Jamaah Tabligh juga bisa jadi sasaran.

Apa yang dikatakan ini bukan isapan jempol belaka. Kita bisa berkaca pada Tragedi FIS di Aljazair. Ketika kemenangan FIS dirampas, lalu rakyat Aljazair menyerahkan urusan ke tangan militer, akibatnya FIS ditumpas, dihabisi, benar-benar dihancurkan. Saat kini kita tak pernah lagi mendengar nama FIS dan kiprahnya dalam kehidupan Umat Islam.

Jangan Biarkan Saudaramu Sendirian!

Jangan Biarkan Saudaramu Sendirian!

Begitu juga…dulunya IM ditumpas oleh Hafezh Assad di Suriah. Lalu IM memilih “mundur” dan tidak melawan Assad. Akibatnya struktur IM di Suriah benar-benar dihancurkan oleh Assad. Sejak itu IM tidak pernah terdengar lagi di Suriah. Bahkan kemudian kekejaman Hafezh Assad dilanjutkan anaknya, Basyar Assad, dimana kedua manusia itu sama-sama terlaknatnya; karena tangannya berlumuran darah kaum Muslimin dan Mukminin.

Maka pilihan bagi IM saat ini hanya satu saja: “Teruskan revolusi untuk menumbangkan rezim militer Mesir!” Jangan mundur atau menyerah, tapi teruslah membangun gerakan politik untuk memulangan Jendral As Sisi ke pintu-pintu Jahannam. (Amin Allahumma amin).

Masa Depan Gerakan Islam Dipertaruhkan di Mesir!

Masa Depan Gerakan Islam Dipertaruhkan di Mesir!

Ummat Islam sedunia perlu mendukung gerakan IM di Mesir, dengan segala dukungan yang memungkinkan. Sebenarnya konsentrasi kaum Muslimin saat ini ke Suriah dan Myanmar. Tapi karena urgen-nya perjuangan Mesir ini, maka perhatian harus dicurahkan kesana.

Sadarilah… Jendral As Sisi dan para pendukungnya tidak sedang memerangi Ikhwanul Muslimin; tetapi mereka menjadi kepanjangan tangan New World Order untuk melibas gerakan Islam secara keseluruhan.

Bantulah para pejuang Islam di Mesir. Jangan sampai mereka mundur, lalu gerakan Islam disikat oleh militer dimana-mana. Na’udzubillah min dzalik, wa nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

Mine.

Iklan

Bedah Buku “Air Mata Presiden Mursi” di TB. Walisongo Kwitang

Agustus 27, 2013

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Bagi kawan-kawan, bapak/ibu, saudara-saudari kaum Muslimin yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya; bagi yang ada waktu dan keluangan, silakan ikuti bedah buku “Air Mata Presiden Mursi” di TB. Walisongo, Kwitang Jakarta Pusat. Tepatnya di Masjid Al A’raaf TB. Walisongo.

Acara dilaksanakan hari Ahad, 1 September 2013, selesai Shalat Zhuhur (di tempat). Insya Allah yang akan menyampaikan bedah buku, penulis sendiri. Sebuah kesempatan baik untuk share, diskusi, saling shilaturahim. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesehatan, kemudahan, pertolongan, dan barakah kepada kita semua. Amin Allahumma amin.

(Admin).

Bedah Buku "Air Mata Presiden Mursi".

Bedah Buku “Air Mata Presiden Mursi”.


Konflik Mesir dan Logika “Rampok”

Agustus 24, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dunia Islam saat ini benar-benar geger dengan kondisi terakhir di Mesir, khususnya setelah pembantaian “Tragedi Rabu” 14 Agustus 2013 yang menimbulkan terbunuhnya ribuan kaum Muslimin pro Presiden Mursi. Dunia seakan bertanya-tanya: “Inilah agenda politik yang diperjuangkan kelompok Tamarod? Mereka ingin keadilan politik atau pembantaian?”

Jangan Menjadi Sekutu Perampok (Kekuasaan)!

Jangan Menjadi Sekutu Perampok (Kekuasaan)!

Meskipun begitu, banyak beredar pemikiran-pemikiran aneh, menyeleweng, menyesatkan, dan mengesankan si penyebar pemikiran seperti itu tidak memiliki koridor akal sehat yang layak ditimbang. Mereka berargumen secara sulas, dengan logika-logika aneh, mencari-cari dalil untuk memenuhi ambisinya (menjaga kepentingan raja-raja monarkhi Arab).

Di antara pemikiran yang beredar itu, katanya:

“Sebaiknya rakyat Mesir jangan demonstrasi lagi. Ayolah pulang ke rumah. Terimalah kudeta dengan ikhlas, jangan ditolak. Maafkan pelakunya. Cara ini lebih baik, untuk menyelamatkan nyawa kaum Muslimin Mesir. Darah sudah tumpah, jangan ditambah lagi. Jangan karena posisi jabatan, harus mengorbankan nyawa banyak manusia. Kita tahu semua, militer Mesir sangat kejam dan sadis, maka itu jangan dilawan, Kita tak memiliki kekuatan. Mereka pun belum tentu bisa disebut kafir.” Dan lain-lain logika.

Orang-orang itu sangat tidak jujur dalam berpikir dan membangun opini. Mereka melukapakan banyak fakta-fakta yang sengaja tidak ditampakkan. Mereka menjadikan dalil-dalil Syariat sebagai kendaraan untuk melayani hawa nafsu dan kekuasaan (raja-raja monarkhi Arab).

Mari kita lihat sekilas kesalahan-kesalahan berpikir mereka…

[1]. Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya hanya berusaha mempertahankan hak-hak politik yang telah mereka peroleh secara SAH, melalui mekanisme yang telah sama-sama dimaklumi (pemilu). Mempertahankan hak sampai titik darah penghabisan adalah bukti bahwa kita MENGHARGAI dan MENSYUKURI nikmat yang Allah limpahkan. Maka itu Nabi Saw bersabda: “Wa man qutila duna maalihi wa huwa syahid” (siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, dia mati syahid). Itui baru harta yang sifatnya privat dan terbatas; lalu bagaimana kalau memperjuangkan kekuasaan yang akan digunakan untuk memperbaiki kehidupan Muslimin seluruh Mesir? Apa itu tidak lebih afdhal?

[2]. Posisi Ikhwanul Muslimin saat ini sedang dizhalimi. Seharusnya, kita membantu mereka dan menahan tangan orang-orang yang menzhaliminya. Rasulullah Saw bersabda, “Al Muslimu akhul muslimi, laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (Muslim itu saudara Muslim yang lain, jangan menzhaliminya dan jangan membiarkannnya dizhalimi). Kok sekarang malah berkembang ajakan, agar Muslim Mesir menerima begitu saja penzhaliman hak-hak mereka? Masya Allah, begitu khianat manusia-manusia penyeleweng itu.

[3]. Kalau kita menyuruh Muslimin Mesir agar pulang ke rumah, jangan menuntut hak-hak dengan demo, “pulang saja dan duduk manis di rumah”, dan seterusnya. Maka hal ini sama saja dengan MENOLONG ORANG-ORANG ZHALIM, MEMULUSKAN AGENDA MEREKA, SERTA MENOLONG TUJUAN MEREKA untuk merampas hak-hak kekuasaan dari tangan kaum Muslimin (IM). Maka seruan demikian adalah kejahatan besar dalam Islam. Justru kita menyerukan kepada kaum Muslimin Mesir agar terus menuntut hak-hak kekuasaan mereka, sekalipun hanya tinggal satu orang Muslim yang tersisa. Kalau mereka pulang, tidak menuntut lagi, JUSTRU itulah yang ditunggu oleh koalisi militer penindas, sekuler-liberal, Koptik, Zionis Yahudi, Amerika dan Uni Eropa, Syiah Rafidhah, dan seterusnya. Ini adalah JIHAD, kaum Muslimin harus mempertahankan hak-haknya sampai titik darah terakhir!

[4]. Militer Mesir sebenarnya sudah melemah, sejak Revolusi Januari 2011. Yang membuat mereka jadi kuat, beringas lagi, dan menindas, adalah datangnya bala bantuan dana, peralatan, dan strategi dari Amerika, Israel, Saudi, Emirat Arab, dan lainnya. Masuknya bantuan itulah yang membuat mereka punya daya lagi untuk membantai rakyatnya. Harusnya manusia-manusia menyeleweng itu sadar akan hakikat ini, mereka segera bertaubat, dan pensiun dari menyesatkan kaum Muslimin.

[5]. Ketika terjadi pembantaian manusia, sampai gugur ribuan nyawa, jangan menyalahkan Ikhwanul Muslimin; karena bukan mereka pelaku kekejaman itu; mereka menempuh cara damai; mereka berhak menuntut hak-haknya. Aneh sekali logika manusia itu. Misalnya ada ibu masuk pasar sambil pakai kalung emas, lalu dijambret penjahat. Bukannya kita mengejar penjahat dan mengembalikan hak sang ibu, kita malah berkata menyalahkan si ibu: “Ibu sih biang keroknya. Ibu ke pasar pakai kalung emas. Sudah tahu banyak penjahat, malah pakai kalung emas.” Harusnya kejar dulu sang penjahat, ambil kalung sang ibu, serahkan ke pemiliknya; setelah itu baru nasehati sang ibu. Ini cara yang adil, bukan main salahkan korban. Banyak manusia berlogika seperti orang tidak waras

Singkat kata, untuk memahami bagaimana situasi di Mesir saat ini, caranya mudah. Mari berpikir tentang kejadian perampokan.

Misalnya rumah Anda dirampok sekawanan rampok. Rumah Anda mereka duduki, lalu Anda dan semua anggota keluarga diusir dari rumah. Setelah itu, si perampok membuat plang besar: “Rumah Ini Milik Keluarga Dalton”. Dalton adalah si pemimpin perampok. Setelah itu, Pak RT, RW, Lurah, dan lainnya sepakat mengakui rumah milik keluarga Dalton. Malah mereka memasang polisi untuk menjaga keluarga Dalton. Tidak lupa Pak Lurah berpesan, “Kalau ada yang menuntut keluarga Dalton, ketahuilah dia adalah TERORIS.”

Jika kejadian ini terjadi, bagaimana sikap Anda? Apa Anda akan menyalahkan diri sendiri dan keluarga? Apa Anda akan memaafkan, mengikhlaskan, dan mendoakan keluarga Dalton? Apa Anda akan mencarikan dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah untuk membenarkan perampokan keluarga Dalton?

Wahai manusia, wahai aktivis, wahai orang berakal, wahai ustadz kibar, wahai syaikh ‘alim… dimana akal kita atas logika perampokan ini?

Apapun jawaban Anda, maka Allah akan memperlakukan Anda tidak jauh dari jawaban yang Anda lakukan. Siapa mendukung perampok, nanti dia akan dirampok; siapa membela korban, maka dia akan dibela. Mengapa demikian? Karena kini kita sedang bicara tentang hak-hak kaum Muslimin, hak harta, darah, kehormatan, agama, dan kehidupan mereka. Siapa yang membela Umat, Allah akan membelanya; siapa yang membela perampokan atas Umat, maka dia akan menjadi korban kejahatan yang sama. Dalam ayat: In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa laha (kalau kalian berbuat baik, kebaikannya untuk diri kalian sendiri; kalau kalian berbuat jahat, akibatnya akan menimpa kalian juga. Al Israa’: 7). Berhati-hatilah dari kejahatan menjadi sekutu perampok, secara tidak disadari.

Semoga bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abine Syakir).


Mengenal Aliran “Mulukiyah”…

Agustus 24, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Anda pernah dengar ada aliran “Mulukiyah”? Rasanya sangat asing ya. Asalnya dari kata Muluk, artinya raja-raja. Aliran ini masih bagian dari kaum Muslimin, mereka hidup dan berkembang di tengah Umat Islam. Ciri utama sekte ini ialah: mereka membangun keyakinan, sikap, dakwah untuk menjaga kepentingan para raja-raja.

Biasanya seorang Muslim mendedikasikan hidup dan agamanya untuk Allah Ta’ala, sebagai konsekuensi akidah dan ibadah kepada-Nya. Inilah yang sering disebut Mukhlishina lahu ad din (mengikhlaskan agama semata kepada-Nya). Dalam salah satu versi doa iftitah sering dibaca: Innas shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘alamiin (sesungguhnya shalatku, manasikku, hidupku, matiku, ialah untuk Allah Rabbul ‘alamiin).

Tapi aneh, ada yang mengabdikan hidupnya, ibadahnya, pemikiran, dan amal-amalnya untuk selain Allah, yaitu kepentingan para raja-raja. Ya kita tidak menuduh mereka musyrikin, tapi kita menasehatkan agar mereka berubah, meluruskan akidah, dan memperbaiki diri.

Dalam membangun sikap keagamaannya, sekte Mulukiyah dikenal tidak memiliki prinsip atau manhaj yang jelas. Bagi mereka, apa saja bisa halal, kalau menguntungkan posisi para raja-raja. Dan apa saja bisa haram, kalau merugikan kepentingan raja-raja. Sikap keberagamaan mereka jauh dari istiqamah, tetapi plin plan, menjilat ludah, dan standar ganda.

Musuh terbesar sekte ini adalah gerakan Islam, sebab kaum harakah itu dianggap sebagai pengganggu utama kekuasaan raja-raja monarkhi. Cita-cita gerakan Islam membentuk Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah dianggap sebagai ancaman atas kekuasaan raja-raja monarkhi; maka itu karakter utama aliran ini ialah: memusuhi gerakan Islam lahir batin, sejak awal sampai akhir. Mereka bisa kerjasama dengan Nasrani (Amerika) dan Yahudi (Israel), tapi tidak dengan gerakan Islam.

Ciri-ciri pemahaman kelompok Mulukiyah ini antara lain sebagai berikut…

[1]. Semua orang boleh membentuk organisasi, lembaga, yayasan, perkumpulan, dan seterusnya. Itu semua tidak dituduh hizbiyah dan ahli bid’ah, kecuali untuk gerakan Islam. Gerakan Islam biasa mereka tuduh hizbiyah dan ahli bid’ah.

[2]. Semua pemimpin di negeri Muslim (seperti Indonesia) bisa diangkat sebagai Ulil Amri, sekalipun berasal dari Demokrat, PDIP, Golkar, dan lainnya. Tetapi kalau pemimpin itu berasal dari gerakan Islam, seperti di Mesir dan Palestina, mereka “menunda gelar” Ulil Amri itu.

[3]. Semua jenis pemberontakan dan kudeta, adalah bathil; kecuali kalau kudeta dan pemberontakan kepada pemimpin yang berasal dari gerakan Islam.

[4]. Semua jenis demonstasi adalah salah, munkar, tidak sesuai Salafus Shalih; kecuali demo yang ditujukan untuk menggoyang pemimpin gerakan Islam; itu sah, benar, diperlukan oleh agama.

[5]. Pemimpin diktator beraliran Syiah harus dilawan dengan Jihad; kalau perlu melakukan penggalangan dana membantu Jihad, sambil menangis-nangis. Tetapi kalau pemimpin diktator yang merampas kekuasaan gerakan Islam dan membunuhi para pendukungnya; nah, ini harus didukung, harus direstui, harus didoakan. Contoh, rakyat Mesir diminta “pulang ke rumah” dan merelakan segala kejahatan pemimpin diktator itu.

[6]. Kezhaliman Basyar Assad di Suriah adalah terkutuk, terlaknat, harus dibasmi dari muka bumi. Tapi kezhaliman rezim militer di Mesir, yang tak kalah biadabnya dengan Basyar Assad; itu harus diterima, harus dimaafkan, dinasehati baik-baik, jangan dilawan. Kenapa? Karena yang ditumpas oleh rezim militer itu adalah gerakan Islam yang membahayakan para raja-raja.

[7]. Demokrasi adalah batil, kufur, sesat, musyrik; tetapi hasil kepemimpinan dari demokrasi adalah sah, legal, harus didukung, harus sami’na wa atho’na. Meskipun sarananya dianggap bathil, hasilnya bisa diterima. Shalat Lima Waktu dengan tata-cara Kristiani adalah batil, tidak sah, tertolak. Tapi kalau sudah melakukan “shalat begituan”; pelakunya didoakan, dianggap orang saleh, didekatkan, dimintakan rahmat dan hidayah baginya.

[8]. Semua jenis pemberontakan adakah teroris khawarij; tapi kalau pemberontakan dan makar kepada pemimpin dari gerakan Islam boleh, sah, diberkahi, didoakan ulama “Salafus Saleh”. Kenapa ya? Karena lagi-lagi gerakan Islam dianggap membahayakan posisi raja-raja.

[9]. Perjuangan melawan Yahudi Israel adalah sah, benar, dan bagian dari Jihad Fi Sabilillah. Tetapi kalau pelakunya gerakan Islam semisal Hamas, nanti dulu; harus dilihat dulu orang Hamas itu siapa? Mereka itu biasa pakai jeans, biasa membuka baju, kadang merokok, kadang tidak shalat; wanitanya jilbabnya tidak Syar’i, anak-anak kecilnya masih memakai celana isbal (menutup mata kaki), dan seterusnya.

[10]. Syiah Rafidhah adalah bathil, akidah rusak, menghujat para Shahabat Nabi, dan seterusnya. Tapi kalau Syiah mendukung kudeta militer di Mesir, itu manis sekali…so so sweet. Kalau presiden Syiah (Ahmadinejad) tidak boleh dikudeta, malah harus disambut dengan ramah-tamah dan uluran tangan persahabatan.

Nah, begitulah sekilas ciri-ciri pemahaman kelompok Mulukiyah ini. Lha beragama kok jadi kayak main-main (istihza’). Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Maka bersyukurlah bagi mereka yang TIDAK BERHUTANG BUDI kepada para raja-raja. Karena mereka bisa selamat agama dan Syariatnya, karena bisa mengikhlaskan hati dan jiwa untuk menghamba kepada Allahu Rabbul ‘alamiin.

Rabb kita itu Allah Al A’la, bukan raja-raja di mana saja. Kita tak butuh bantuan dan derma mereka; jika untuk itu agama kita dipenjara; iman kita disandera; akal kita dikendalikan seperti budak-budak tak merdeka.

Allahumma inna nas’alukal huda wat tuqa wa ‘afaf wal ghina (ya Allah, kami meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, rasa kehormatan, dan rasa kecukupan). Amin Allahumma amin.

(Abine Syakir).