Mengapa AHOK Terus Mengguncang Moral Bangsa ???

April 29, 2015

* Anda tahu cara-cara orang Liberal dalam menghujat agama? Pasti tahu ya… Tapi ciri mereka adalah: MENGHUJAT KONSEP FUNDAMENTAL KEILMUAN ISLAM. Itu ciri utamanya.
* Sedangkan Ahok peranannya sama dengan kaum Liberal itu; hanya saja, dia coba menyerang memakai jalur birokrasi. Setelah jadi pemimpin (apalagi Gubernur Ibukota), dia puas-puasin menyerang simbol-simbol Islam dan moral.

MOTIV utamanya begini...

"Mereka Mau Selamatkan Investasinya"

“Mereka Mau Selamatkan Investasinya”

* Jaringan ekonomi China-Hongkong-Singapura-Indonesia sudah menggelontorkan dana ratusan triliun untuk menguasai Indonesia ini. Katanya, saat Pilpres 2014 lalu, mereka siap gelontorkan 100 triliun untuk memaksakan sosok tertentu jadi presiden. Katanya nih, “Ongkos jadi presiden Indonesia murah. Cuma 100 triliun.” Tapi bagi mereka, itu investasi politik yang murah, karena mereka berharap akan dapat “uang kembalian” ribuan triliun.
* Itu belum termasuk dana yang sedang diproses saat ini dan akan terus mereka gelontorkan agar Indonesia menjadi “provinsi RRC”.
* Di mata Chinese, jangankan duit triliunan; duit 10 rebu atau 15 rebu saja, akan mereka kejar, kalau merasa itu haknya.
* Pastinya, mereka sangat “ngeri-ngeri sedap” melihat nasib investasi ratusan triliun mereka di Indonesia ini. Mereka sangat takut kalau investasi itu gagal, lalu berakhir dengan skema chaos yang sangat tidak diharapkan.
* Saat itu mereka mulai membaca satu data: “Apa ya kira-kira potensi yang bisa membahayakan investasi kami?”
* Ternyata, hasil riset mereka, faktor KEISLAMAN DAN MORAL, merupakan bahaya yang sangat menakutkan mereka. Keislaman bisa memicu semangat Jihad. Moralitas, bisa menggagalkan agenda bisnis mereka. Bagi orang bisnis “manusia makin gak bermoral, makin edan-edanan belanjanya”. Begitu rumus mereka…
* Maka itu sekarang kerjaan gubernur “mulut comberan” itu adalah terus menyerang dan menyerang: AGAMA dan MORAL. Hanya itu pilihannya.
* Dia berkoar-koar, katanya negara ini bukan negara Syariah, orang telanjang gak masalah. Baik, kami ladenin kamu! COBA sekarang kamu contohkan telanjang di depan umum, wahai comberan!!! Kami tunggu aksinya wahai pejabat “mulut soak”!
* Inilah alasan kenape “si mulut comberan” ini terus beraksi.
* Jadi ini adalah medan JIHAD MORAL atau JIHAD KEIMANAN. Kaum Muslimin harus turun ikut serta membela agamanya dari para “begal moral” ini.
* Ingat…di balik investasi China, ada masa depan agama yang ingin dikorbankan. Sepanjang sejarah…China tak pernah ramah kepada komunitas Muslim di negerinya.

HATI-HATI SELALU WAHAI BANGSA & RAKYAT INDONESIA.

(TheGodam).


Setitik Rahasia di Balik RISALAH AMMAN

April 29, 2015

* Risalah Amman (Amman Message) adalah semacam “deklarasi damai” antara para tokoh dan ulama Muslim anggota OKI. Disepakati di ibukota Yordan Amman, pada 4-6 Juli 2005.

* INTI risalah itu adalah seruan damai bagi penduduk negeri-negeri Muslim (khususnya anggota OKI). Hendaknya tidak saling menyerang/perang antar sesama bangsa; meski punya perbedaan-perbedaan paham.

* Kesepakatan ini tidak lepas dari situasi konflik di Irak pada 2003 dan Afghanistan pada 2001. Jadi antisipasi supaya konflik/perang tidak makin meluas ke negeri-negeri Muslim lain.

* Dalam Syariat Islam berdamai boleh. Dengan Ahlul Kitab, boleh; seperti Piagam Madinah; di sana ada damai dg Yahudi. Dengan orang musyrikin, boleh; seperti perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah Saw dg orang-orang musyrik Makkah. Dengan kaum sesat seperti Khawarij, boleh; seperti Khalifah Ali Ra biarkan Khawarij Nahrawan, sampai mereka membuat serangan, baru diperangi. Damai dg sesama Muslim, lebih boleh lagi.

* KESIMPULAN, akad damai dengan siapapun boleh. Karena damai lebih baik daripada perang.

* Tapi kalangan Syiah selalu mengklaim, bahwa ULAMA-ULAMA SUNNI MENGAKUI KEABSAHAN SYIAH lewat Risalah Amman. Ini klaim mengada-ada. Tidak benar seperti itu. (Kalau klaim itu benar tentu ulama-ulama Sunni itu akan mudah saja menyeberang menjadi pengikut Syiah).

* SATU LAGI, setelah Risalah Amman beredar tahun 2005, Iran Syiah justru sangat agressif menyerbu negeri-negeri Muslim dengan makar revolusinya. Itu berjalan sampai skarang. Banyak negeri Sunni berkobar akibat Syiah ini seperti: Irak, Yaman, Bahrain, Libanon, Suriah, Saudi Timur, bahkan aromanya sudah tercium di Indonesia.

* SEOLAH para ulama dijebak agar “sepakat dg keabsahan Syiah” lebih dulu; setelah itu agen-agen Syiah merajalela tawarkan revolusi Khomeiniyah.

Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. Amin.

(JoinNow).


Selamat Malam, Jendral !!!

April 29, 2015

++ Jendral, kenapa Anda senang banget dg slogan “NKRI Harga Mati”.

>> Pasti dong. Stiap prajurit harus hafal slogan itu. Dan disebarkan dimana-mana.

++ Memang kenapa, Jendral?

"Selamat Malam, Jendral"

“Selamat Malam, Jendral”

>> Ya tahu sendirilah, slama ini banyak ancaman-ancaman terhadap keutuhan bangsa.

++ Contoh ancamannya apa dan dari mana?

>> Misalnya gerakan radikal, ektsrem, teroris. Itu membahayakan NKRI.

++ Apakah ancaman bagi NKRI cuma teroris saja, Jendral?

>> Ya teroris paling bahaya.

++ Bagaimana dg konglomerat yang punya dana triliunan rupiah, dan terus merusak dan menyandera kehidupan politik nasional?

>> No comment.

++ Bagaimana dg investor-investor asing yg terus merajalela menguasai aset-aset bangsa?

>> Gak tahu.

++ Bagaimana dg gerakan China Rantauan yg mau menguasai negeri ini?

>> Ra weruh.

++ Bagaimana dg gerakan PKI yg kian berani tampil terbuka dan buat manuver?

>> Oh ya, benarkah?

++ Bagaimana dg gerakan Syiah yg terus mematangkan revolusi di negeri ini?

>> Syiah bukan teroris kan. Dia orang Muslim kan? Kenapa antar Muslim tidak bersatu?

++ Aneh, bukan ulama, tapi sok tahu. Anda mau negeri ini jadi seperti Suriah, Yaman, Libanon, dan Irak?

>> Jangan didramatisir.

++ Bagaimana dg rezim penguasa yg terus menerus menghancurkan sendi-sendi agama, kekuatan ekonomi rakyat, dan menindas semena-mena?

>> Ya itu semua ada mekanismenya. Ada aturan. Smua ada UU-nya.

++ Jadi mau Anda apa Kopral, eh maksudnya, Jendral?

>> Pokoknya begini ya. Ini negara hukum. Ini negara Pancasila. Smua ada aturannya. Stiap aturan bisa KAMI AKALI. Eh maksudnya, harus dipatuhi. Apapun namanya…yang penting “NKRI harga mati”.

++ Aneh Anda Jendral! Orang-orang yg tulus membela bangsa, dimusuhi. Sedang yg jelas-jelas merusak bangsa, malah dibela. Aneh bin ajaib.

>> Itu hak saya dong. Mau apa kek, itu urusan saya.

++ Sangat menyedihkan, Jendral!

>> Apa maksudmu?

++ Dengan kata-kata “NKRI Harga Mati” itu seolah Anda mau menjual negara ini.

>> Kok bisa, apa alasannya?

++ Ya Anda bermaksud menjual negara ini tapi dengan “harga mati” atau “harga pas”. Tanpa tawar-menawar.

>> Bukan, bukan begitu maksudnya.

++ 1001 kata Anda mau membela diri, percuma Jendral. Rakyat melihat kelakuan, bukan omongan.

>> Terserah, suka-suka.

++ Selamat malam Jendral. Moga esok hari dapat pembeli dengan harga yang cocok.

PESAN: Ingat selalu saudaraku. Kita ini anak-cucu para pahlawan, para patriot! Jangan Anda gentar atas tekanan orang-orang yang tidak tulus mencintai bangsa dan rakyatnya sendiri.

(TheWall).


MENJAGA KEHIDUPAN DENGAN MANHAJ

April 29, 2015

>> Allah SWT menjaga kehidupan di bumi dengan menghadirkan insan-insan shalihin yang mendiami bumi. Dengan demikian akan turun sebab-sebab Keridhaan-Nya. Dalilnya, Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasul AS untuk mengajarkan jalan keshalihan kepada manusia. Sebaliknya, bila insan durhaka dan mendustakan Allah, mereka dihalalkan adzab atasnya.

Tool to Safe Life

Tool to Safe Life

>> LAUT MATI (Death Sea) terletak di antara Yordan, Israel, Palestina. Tidak ada hewan atau tumbuhan hidup di laut ini. Airnya tidak dapat diambil manfaat & bau. Manusia tidak boleh lama-lama berendam di airnya, bisa dehidrasi. Di tempat inilah ribuan tahun lalu bercokol kaum Sodom. Kedurhakaan menyisakan derita ribuan tahun lamanya.

>> Itulah pentingnya kita menjaga keshalihan, dalam rangka menjaga kehidupan dan alam. Jangan menjadi pendurhaka yang mengundang malapetaka.

>> BERIKUT MANHAJ KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM:

#1. Menjalankan agama berdasarkan ILMU, yaitu ilmu pengetahuan Syariat yang kuat dan terpilih.

#2. Menjalani kehidupan sebagai IBADAH kepada Allah SWT, dg tanpa menyekutukan Dia dg sesuatu apapun.

#3. Menghidupkan SUNNAH Nabi dalam kehidupan sehari-hari, dalam tata-cara ibadah, dan menjauhi bid’ah.

#4. Mendukung usaha-usaha menghidupkan SYARIAT Islam dalam kehidupan sosial dan masyarakat.

#5. Melaksanakan DAKWAH Islam secara hikmah, bijaksana, santun.

#6. Mengutamakan PERSATUAN Ummat, saling hormat-menghormati antar elemen-elemen Muslim.

#7. Mendukung usaha-usaha SIYASAH untuk menekan kemungkaran dan menyokong kemakrufan.

#8. Melaksanakan usaha-usaha pemberdayaan kehidupan Muslim.

#9. Mengadopsi kemajuan teknologi untuk mendukung maslahat hidup Ummat di segala bidang.

#10. Menjaga konsep akidah AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH; sebagai koridor keagamaan Muslim.

#11. Menyebarkan akhlak RAHMAT ke segenap penjuru alam (semampunya).

#12. Melindungi sistem kehidupan Muslim dengan kekuatan JIHAD di jalan Allah.

>> Semoga Allah memberikan kita hidayah & taufiq untuk menempuhi jalan yang diridhai-Nya. Amin Allahumma Amin.

Tatar Pasundan, 24 April 2015.

(AM. Waskito).

SUMBER: Status facebook.


NASEHAT ULAMA

April 29, 2015

>> Ini adalah nasehat emas dari seorang ulama para pejuang.

>> “Berkenaan dg para ulama yang kita tidak setuju dg mereka di beberapa isu, dan mereka memiliki dalil. Maka kita tidak boleh MELAMPAUI BATAS dalam bersikap terhadap mereka. Dan sebaliknya, kita harus memberikan HORMAT kepada mereka dan BERSIKAP ADIL.” (Syaikh Atiyatullah Al Libi rahimahullah).

>> Dalam 10 tahun terakhir, tanpa disadari, gerakan-gerakan pejuang Islam telah melahirkan ulama-ulama baru. Mereka bukan hanya paham Syariat, tapi mengutamakan SIKAP INSHAF (ADIL); baik kepada lawan maupun kawan.

>> Dulu ulama-ulama para pejuang IDENTIK dengan TAKFIR. Tapi alhamdulillah, paham itu kini smakin minoritas di sana.

>> MEMANG ada kekhususan. Para ulama Jihad rata-rata anti demokrasi. Tapi mereka tidak smena-mena menjadikan itu sebagai dalil TAKFIR. Buktinya, mereka berempati kepada partai FJP yang dihajar Jendral As Sissi di Mesir. Andai mereka mutlak mengkafirkan, pasti tidak ada empati di sini.

>> Kekhususan lain: mereka jadikan Amerika & Zionis sebagai MUSUH UTAMA. Maka itu kalau ada rezim-rezim yang pro Amerika dan BERSERIKAT dengannya, mereka tak ragu untuk menghadapi rezim tersebut.

>> TAPI terkait sikap “anti demokrasi” dan “anti penguasa serikat Amerika”; dalam ranah ilmu, itu termasuk BEDA PENDAPAT yang harus dihormati.

>> Bila ada pendapat berbeda, sedang di balik pendapat itu ada DALIL yang kuat; sikap terbaik kita adalah TASAMUH (lapang dada). Jangan egois. Jangan juga monopolis. Hargai pendapat yg berbeda. Seperti pesan Syaikh Atiyatullah Al Libi di atas.

>> Hayo bersikap bijak! Mangga atuh. Matur nuwun.

(GreenLand).

SUMBER: Status facebook.


Setelah 15 Tahun Aktif di Media

April 17, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada imam kaum Muslimin, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan para Shahabatnya semua.

Bukan waktu yang pendek bagi kami dalam kiprah di media. Sekitar 15 tahunan. Tentu ia waktu yang sangat cukup untuk merasakan suka-duka, manis-pahit, pasang-surut dunia media.

15 Tahun Jadi Jurnalis Tanpa "Blue Card"

15 Tahun Jadi Jurnalis Tanpa “Blue Card”

Tambahan lagi, dari pengalaman ini banyak POIN penting yang bisa disimpulkan terkait karakter masyarakat dan bangsa kita, khususnya dilihat dari sisi kebudayaan media. Di sini kami ingin berbagi. Terlepas soal setuju atau tidak, namun inilah sebagian yang kami ketahui –lewat pengalaman-.

Kami mulai aktif di media, sekitar tahun 2000-an. Pada tahun 1996 atau empat tahun sebelumnya, saya memutuskan mundur kuliah di Faperta Unpad. Tahun 1998, isteri lulus sebagai sarjana pendidikan dari IKIP Bandung.

Media yang saya terjuni beragam. Mulai dari forum diskusi online di Myquran.com; menulis di majalah-majalah Islam (seperti Sabili dan Saksi); menulis di media online Muslim; menulis di koran Republika, Pikiran Rakyat, Galamedia; aktif di media sosial (Facebook); aktif di media blog; menjadi narasumber siaran radio, dan lainnya.

Baca entri selengkapnya »


Perih dalam Bertahan…

April 15, 2015

* Banyak org salah mengerti. Mereka menuduh dari kejauhan. Mereka menetapkan gelar ekstrem, radikal, garis keras; sambil tidak paham.

 * Sejujurnya… Lelah skali dengan perselisihan. Debat. Balas-balasan. Serang-serangan. 

* Fithrah kita merindukan damai, tenang, bersaudara, harga-menghargai, saling bantu & kerjasama.

* Coba renungkan kehidupan SURGAWI… Apa di sana penuh dengan amarah, dendam, kebencian; debat, serang-serangan, bom-boman? Jawabnya adalah: “laa yasma’una fiha laghwa wa laa ta’tsima, illa qilan salama salama.” (Al Waqi’ah 25-26).

* Sejatinya kita lebih suka suasana damai, tenang, sentosa. Spt doa yang sering kita baca unt Rasulullah Saw: “Ya Allah limpahkan salam, damai sentosa…baginya.”

* TAPI betapa banyak orang menyerang. Betapa lebat panah dusta & fitnah. Betapa kejam permusuhan pada Syariat. Betapa banyak darah dan tulang UMMAT berhamburan di bawah laras-laras kezhaliman. Betapa perih agenda konspirasi, ekstra konspirasi, serta ultra konspirasi…demi melumpuhkan nafas agama.

* Posisi kami lebih banyak BERTAHAN, membelai, menjaga hak-hak khusus & umum. Mereka slalu memulai, kembali & kembali memulai. Kami sebatas bertahan…

* Ya Allah, kami rindukan damai & tenang bagi Ummat ini. Tapi mereka terus MENGOBAR API. Ya Allah, pada-Mu kami pasrah & berlindung.

* Mungkin inilah yang disebut Nabi Saw sebagai “qabdhi ‘alal jamri” (menggenggam bara api). Kalau bara dilepas, api padam; kalau terus digenggam, tangan hangus.

* Kita tak suka berselisih. Tapi DIPAKSA TERUS berselisih. Bila tidak angkat bicara, agama kan ditikam; bila angkat bicara kita babak belur. Wallahul Musta’an.

* Biarlah…manusia tahu, bahwa kami hanya bertahan, melindung diri, menjaga hak-hak.

* Pahamkan hati-hati mereka ya Rabbi ya Rahmaan ya Malik; agar mencintai KEDAMAIAN ISLAM lebih dari lainnya. Amin amin ya Allah.

(WaterFlow).