Wahai Muslimin Tolonglah Saudaramu di Bumi Jihad SURIAH !!!

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, bahwa di bumi Syam (termasuk Suriah atau Syria di dalamnya) akan senantiasa ada para pembela-pembela Islam. Disana akan senantiasa tegak hamba-hamba Allah Ta’ala yang selalu konsisten di atas agama-Nya, menjaga Syariat-Nya, serta berkorban demi izzah Dinul Islam. Di Syam akan senantiasa tegak para penolong-penolong agama Allah. Sejarah telah membuktikan kebenaran sabda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam tersebut.

Namun di era modern (abad 20-21) bumi Syam senantiasa menangis darah, nyawa, air-mata, dan tulang-belulang kaum Muslimin terongkok bagaikan bangkai yang bergelimpangan. Tidak peduli para pemuda, para gadis, kaum tua, sampai anak-anak yang tidak mengerti dosa; mereka menjadi korban kezhaliman, kedurjanaan, pengkhianatan, kesesatan yang gelap, ambisi kekuasaan yang dikooptasi jiwa-jiwa iblis laknatullah, serta kecongkakan kekufuran tiada tara. Na’udzubillah wa na’udzubillah min kulli dzalik. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum, wa li sa’iril Muslimin, khushushan li ikhwanina wa akhawatina fi Syiria. Amin ya Mujibas sa’ilin.

Sekutu Durjana Hendak Menumpas Singa-singa Islam di Bumi Syam.

Bumi Syam telah membara, terbakar, terhimpit oleh pekat kezhaliman dari segala penjuru. Kaum Muslimin Ahlus Sunnah disana ditikam oleh kaum Zionis Israel; mereka dijerat leher oleh kaum Syiah dari Libanon, Iran, Irak, dan Syria sendiri; mereka ditumpas oleh kaum Alawi radikal yang haus darah dan berlumur kezhaliman gelap; bahkan mereka menjadi bulan-bulanan ambisi kerakusan ekonomi negara-negara Barat dan Timur penjajah.

Mengapa demikian wahai Saudaraku?

Sebab kaum Al Ahzab (Sekutu) di atas kesesatan, kezhaliman, dan kekufuran itu; mereka semua sangat sadar dan meyakini kebenaran sabda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam, bahwa di bumi Syam akan senantiasa lahir singa-singa Islam, pembela-pembela panji Sunnah, penolong-penolong Syariat yang suci, serta para mujahidin yang gagah berani. Orang-orang sesat, durjana, dan kufur, mereka tahu akan hakikat para pembela Islam tersebut. Maka, mereka pun bergandeng tangan, membuat makar, menumpahkan darah, melenyapkan nyawa, serta menghancurkan kehidupan; demi untuk menumpas singa-singa Allah itu.

Kini regim “Fir’aun” gaya baru, Bashar Asad, laknatullah ‘alaihi wa ahzabihi ajma’in; manusia terkutuk ini rupanya ingin mewarisi jiwa kejam “Fir’aun sebelumnya”, yaitu Hafezh Asad, yang tidak kalah durjana, sesat, dan kufurnya. Antara anak dan ayah, seperti pinang dibelah kedua. Keduanya sama-sama berlomba memiripkan dirinya dengan sosok Fir’aun laknatullah ‘alaih. Kaum durjana ini telah membunuhi kaum Muslimin Ahlus Sunnah di Suriah, baik dulu maupun kini.

Berikut jeritan saudara-saudara kita kaum Muslimin Ahlus Sunnah di Suriah:

SERUAN DARI SURIAH UNTUK UMAT ISLAM INDONESIA

Oleh Ghiyast Abdul Baqi
(Universitas Malik Abdul Aziz Jeddah. Jamaah Huquq Al Insan fi Suriah)

Sejak sepuluh bulan yang lalu rezim Assad melancarkan operasional biadab dan serangan dahsyatnya terhadap rakyat Suriah terutama kota-kota Himsha, Edlib, Dir’a dan kota-kota serta desa-desa sekitar Damaskus. Masyarakat itu digempur dengan tank-tank, bom, mortir, dan tembakan dari pesawat terbang. Sungguh telah mati sejumlah penduduk yang tidak berdosa, tanpa senjata, mereka dibunuhi di rumah-rumah mereka. Kebenyakan mereka adalah anak-anak, para wanita, dan kakek-kakek serta nenek-nenek.

Di jalan-jalan dapat dilihat jasad-jasad yang sudah tidak bernyawa karena dibunuh, dan ratusan yang luka-luka, namun tidak ada seorang pun yang menolong dan mengobati lukanya.

Dewan Keamanan ada namun tidak ada kebaikan yang dilakukannya, sedangkan Rusia dan Cina berdiri di belakang Bashar Assad, mendukungnya denga senjata  sehingga membunuhi rakyat Suriah yang mereka itu menuntut kebebasan,kehormatan, dan mengatakan demi Allah, tiada penolong bagi kami kecuali Allah. Ya Allah. Namun sampai-sampai ada yang disiksa dengan agar bersujud pada gambar Bashar Assad, dan harus mengatakan tiada tuhan selain Assad.

Berdiri di belakang rezim pembunuh ini adalah Iran yang memberikan senjata, tenaga, dan harta. Dan Juga Hizb Nasrullah la’natullah yang syiah dari Libanon, serta pemerintahan Al-Maliki Irak yang syiah. Para Gerombolan hitam itulah yang membunuhi anak-anak, wanita-wanita, dan kakek-kakek serta nenek-nenek di Suriah sejak sepuluh bulan yang lalu.

Di manakah para propagandis hak-hak asasi manusia di dunia ini? Di manakah propagandis kebebasan rakyat? Kenapa Amerika dan Barat tidak bergerak, padahal merekalah yang mengumandangkan cinta rakyat dan demokrasi. Kenapa mereka tidak bergerak dan menghentikan kebrutalan sadis Bashar Assad di Suriah? Juga di manakah Dunia Islam, di mana pula bangsa-bangsa Arab? Apakah mereka buta, tuli, dan bisu hingga mereka tidak melihat sedikitpun tentang kejahatan yang tidak berperikemanusiaan ini?

Wahai bangsa Indonesia, suadara-saudaramu di Suriah sangat butuh sekali untuk berdiri bersama, untuk dibantu dalam tragedi yang mengenaskan sekali ini.

Organisasi-organisasi kemanusiaan mengatakan, sekarang jumlah korban yang dibunuhi lebih dari 10.000 orang. Tetapi sebenarnya jumlah sejatinya lebih besar dari itu. Sedang yang dipenjara lebih dari 150 ribu. Yang luka-luka ada ribuan orang, tidak ada yang merawatnya dan tidak ada obat.

Rakyat Suriah yang lari mengungsi ke Turki sekitar 12.000 orang. Ke Libanon 5.000-an orang. Ke Yordan lebih dari 10.000 orang. Ke Arab Saudi dan Negara-negara Teluk sekitar 3.000 orang.

Di kota Himsha itu sendiri ada 5.000-an orang yang cacat karena disiksa, ada yang buntung kakinya, buntung tangannya dan sebagainya. Itu akibat penyiksaan di penjara-penjara Suriah. Di penjara-penjara, polisinya Bashar Assad sampai memotong alat vital, mencongkel mata dan sebagainya. Kesadisan yang luar biasa itu semua disiksakan terhadap Ummat Islam Ahlis Sunnah, bukan karena apa-apa tetapi hanya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ [البروج/8]

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS Al-Buruj: 8).

Para penyiksa itu adalah pelanjut dari apa yang disebut oleh Imam Ibnu Taimiyah sebagai golongan Syiah Nushairiyah yang kejamnya terhadap Muslimin lebih sadis ketimbang Yahudi dan Nasrani.

Dari kenyataan itu, kami yang berasal dari Suriah menyerukan dan mengajak kepada para ulama dan da’i serta khatib di Indonesia, kami berharap pada Antum untuk tidak melupakan saudara-saudara kalian kaum Muslimin di Suriah untuk didoakan terutama di Hari Jum’at , karena pemerintah Suriah yang dhalim, membunuh dan menyembelihi kaum Muslimin.

(Sumber: Seruan dari Suriah untuk Umat Islam Indonesia).

Kaum Muslimin…

Dengarkan seruan saudaramu itu! Tolonglah saudaramu di Suriah, para Ahlus Sunnah yang terzhalimi oleh Yahudi, Syiah Rafidhah, Alawi haus darah, Soviet-China, dan negara-negara kapitalis Barat. Saudaramu kini menderita, kehilangan nyawa, berkuah darah, tertindas tanpa penolong, menjadi santapan srigala-srigala buas berhati iblis. Kini Ummat Muhammad di Suriah menderita, kehidupan mereka hancur, masa depan mereka dipertaruhkan.

Disana wahai kaum Muslimin, putra-putra Islam, para pembela agama Allah, singa-singa Syariat agama ini; mereka tengah dikepung oleh maut dari segala penjuru. Siapa yang hendak menolong wahai Saudaraku? Siapakah? Kepada siapa mereka hendak merintih, menghiba, dan berteriak: “Tolonglah kami wahai pejuang Islam? Tolonglah kami wahai pembela Sunnah? Tolonglah kami wahai pengibar bendera Nabi?”

Mereka merintih, menjerit, dan meminta pertolongan kepadamu, wahai Saudaraku! Tolonglah saudaraku, tolongkah kaum Muslimin disana, kasihanilah mereka, santuni mereka, tolonglah dengan apapun yang sanggup engkau berikan. Tolonglah wahai kaum Muslimin Indonesia atas derita sesama saudaramu di Suriah! Tolonglah saudaramu, wahai Ummat Muhammad?

Jika mampu, berangkatkan ke bumi Suriah, gentarkan musuh-musuh Islam dengan pengorbananmu. Jika tidak mampu, bantulah para pemuda mujahidin yang hendak berangkat kesana. Jika tidak mampu juga, sisihkan harta-bendamu untuk membantu saudara-saudaramu di Suriah yang sedang menderita. Jika tidak mampu juga, berdoalah meminta pertolongan Allah Ta’ala, agar membantu kaum Muslimin Suriah menghadapi kebrutalan manusia-manusia durjana, sesat, dan kufur.

Orang-orang durjana, sesat, dan kufur itu sedang berkolaborasi untuk mematahkan sabda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam. Mereka hendak menumpas singa-singa Islam yang akan selalu lahir dan menjaga agama dari bumi Syam. Dengan cara itu, mereka ingin mengamankan DUA IMPERIUM BATHIL (imperium Rafidhah di Iran dan imperium Zionis Israel). Mereka hendak menumpas benih-benih para pembela Islam, agar singa-singa Islam tidak pernah lagi mengganggu imperium Rafidhah yang kufur, dan imperium Zionis Israel. Inilah rahasia di balik kebiadaban selama ini.

Ya Allah ya ‘Aziz ya Jabbar ya Mutakabbir…

Ya Allah pecahkan kepada Bashar Ashad dan manusia-manusia durjana yang mendukung kebiadabannya. Tumpahkan kebutaan, kelumpuhan, kehinaan, serta jeritan kesedihan bagaikan lolongan anjing paling menderita, atas diri mereka; musuh-musuh Islam, para penghina kesucian Nabi, penghina Ahli Baitnya, serta penghina para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Patahkan tangan dan kaki-kaki mereka ya Jabbar ya Malik ya Qahhar, seperti Engkau patahkan bala tentara Fir’aun laknatullah. Hujani musuh-musuh Islam itu berupa penyakit, angin topan, ketakutan, serta pertikaian di antara mereka sendiri. Pulangkan doa-doa laknat mereka, sumpah serapah mereka, atas Nabi, isteri-isteri beliau, para Shahabat, dan kaum Muslimin; pulangkan doa-doa itu ke diri mereka, laksana panah api baja yang menembus ke jantung mereka, membakar rumah dan rambut-rambut mereka. Ya Allah benamkan para penyembah syaitan itu, kaum musyrikin yang najis, serta bala tentara dajjal itu dalam lautan kekalahan dan kehinaan; karena mereka bermakar ingin menumpas para pembela-pembela agama-Mu di bumi Syam.

Ya Arhama Rahimin, ya Rabbul Arasyil Karim…

Ya Allah rahmati kaum Muslimin Ahlus Sunnah di Syam. Ampuni mereka atas segala dosa dan kesalahan, atas segala khilaf dan kelemahan. Perbaiki hidup mereka, iman mereka, semangat mereka, serta kehidupan mereka. Rahmati mereka yang telah gugur di jalan-Mu, baik dulu maupun kini. Hapuskan dosa-dosa mereka, sucikan diri mereka seperti Engkau sucikan kain yang putih dengan air, salju, dan embun. Tolonglah mereka yang menderita, terluka, kehilangan kesehatan, tertimpa kesempitan, musibah, serta teraniaya. Mudahkan urusan mereka, berikan jalan-jalan keluar atas segala kesulitan. Ya Allah ya Sallam, tolonglah kaum wanita, anak-anak, dan kaum lemah Ahlus Sunnah (Muslim) di bumi Syam. Tolonglah mereka, santuni mereka, sayangi mereka, selamatkan hidup dan kehidupan mereka.

Ya Allah ya Aziz ya Malik ya Quddus…musnahkan makar kaum durjana, sesat, dan kufur di bumi Syam. Jagalah kehidupan singa-singa Islam, para pembela agama-Mu, serta kesinambungan kehidupan mereka. Ya Allah ya Ra’uf satukan hati-hati kaum Muslimin sedunia untuk menolong para saudaranya di bumi Syam (khususnya Suriah). Satukan hati kami dalam kepedulian, perhatian, serta saling menolong dan meringankan beban saudara kami.

Ya Allah ya Qarib ya Mujib…terimalah doa-doa kami. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Ardhullah, 13 Februari 2012.

(Abu Muhammad Syakir).

About these ads

46 Balasan ke Wahai Muslimin Tolonglah Saudaramu di Bumi Jihad SURIAH !!!

  1. sahabat mengatakan:

    amin Allahumma amin.

    Ini salah satu BUKTI TERKUAT masa kini, bila SYIAH BERKUASA pasti menghabisi SUNNI siapapun dia dg dalih dia adl WAHHABI…
    apakah rakyat sunni suriah wahhabi semuanya????

    Bangunlah wahai SUNNI….

    SYIAH ADL BAHAYA LATEN
    SYIAH ADL PENJAHATNYA

    RAKYAT indonesia ANTI SYIAH.

  2. shadowlight mengatakan:

    Aamiin. Yaa Robbal ‘aalamiin.
    Syiah adalah Yahudinya Islam. mereka berkhianat seperti khianatnya Yahudi, keras seperti kerasnya Yahudi, Ingkar seperti Ingkarnya Yahudi, mengubah syariat seperti merubahnya Yahudi dengan merubah syariat yang datang pada para rasul.

    Yaa Allah, Laknat atas mereka Yahudi dan Syiah di Dunia, dalam Sakaratul maut, di Barzakh, dan Dalam neraka Jahiim.

  3. Ferli mengatakan:

    Maaf, tapi Mas Waskito saya lihat terlalu terburu nafsu dalam permusuhan terhadap “Syiah” ketika sebenarnya Suriah adalah fenomena adu-domba “Syiah vs Sunni” yang dipropagandakan Barat (AS, Israel, Eropa).

    Perlu diketahui bahwa para “pemberontak” di Suriah adalah teroris-teroris yang dipersenjatai oleh Barat, persis seperti yang terjadi di Libya.

    Betapa pun “Syiah” berbeda dari kita yang “Sunni”, tapi “Syiah” adalah saudara Muslim kita, sementara Barat, sang pengadu-domba adalah musuh yang lebih nyata.

    Mari kita lebih berhati-hati dalam melakukan penyikapan, untuk keadilan dan Islam.

  4. [...] [i]. Wahai Muslimin Tolonglah Saudaramu di Suriah! [...]

  5. Liong mengatakan:

    mas fer, klo mmg syiah itu muslim, knp tdk ada belas kasihan dgn warga kota Homs yg jg muslim? apa krn kota itu kotanya org sunni?
    barat musuh yg nyata aj, msh mengajukan tawaran menghentikan adu senjata dgn perundingan (smpe kofi anan ke suriah), lha syiah?? yg ada iran mlah mengirimkan garda republikny membantu assad membantai sunni. Musuh dalam selimut, ngaku saudara tp nusuk dari belakang. Repotlah

  6. rudi taslim mengatakan:

    Kalau kita jujur rezim si suriah yang berkuasa belasan mungkin puluhan tahun sampai sekarang dikuasai oleh syiah.

    Sejalan dengan perkembangangan dan eskalasi di Timur tengah dengan model Tunisia, mesir , yaman dan libyia timbul gesekan antar sunni dan syiah yang mungkin diprovokasi oleh pihak asing.

    Terjadilah bentrok antar penguasa syiah dan sunni yang merasa tertidas selama ini.

    Di Saudi dan beberapa negara teluk dimana di beberapa bagian terdapat kawasan syiah faktanya terjadi penindasan pula terhadap warga syiah.
    Dan juga dijumpai di Iran dimana Sunni sebagai minoritas ditekan habis oleh pemerintah.

    Itulah fakta yang terunkap bila kita melihat dari sisi politik, lain lagi kalau dilihat dari segi aqidah …. saya setuju kalau rafidha itu SESATTT……..

  7. Ferli mengatakan:

    Mas Liong,

    Warga Homs adalah korban para pemberontak Suriah, yang didanai oleh Barat/Eropa/Israel dan sejumlah diktator Arab, terutama Arab Saudi dan Qatar.

    Silakan baca referensi2 ini:

    Pembantaian di Homs dilakukan oleh kelompok teroris yang didukung secara internasional untuk melawan Pemerintahan Suriah (SYRIA:Terrorist Groups Committed Atrocious Massacre in Homs to Elicit International Support against Syrian Government. http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29716)

    Salah satu yang membuat kisruh dalam menilai “siapa yang bertanggungjawab dalam kekacauan di Suriah” adalah kebohongan media massa yang saham-sahamnya dikuasai para pemilik modal yang berafiliasi ke Barat (Al-Jazeera, Al Arabiya), dll (MEDIA LIES: Deaths in Syria: Counting them (politically) correctly
    British-based Syrian Observatory of Human Rights (SOHR) Reveals its True Face. http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29860).

    Kelompok perlawanan di Suriah, seperti halnya pemberontak di Libya, adalah kakitangan Barat. Dan mereka punya kepentingan supaya Suriah tetap kacau, karenanya tidak heran kalau para pemberontak itu tidak mau memberikan garansi/jaminan bahwa mereka akan melakukan gencatan senjata. Padahal pemerintahan Assad telah bekerjasama dan berkomitmen untuk mendukung rencana 6-poin dari Kofi Annan (SYRIA: THE WINDS OF WAR.

    http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=30247)

  8. Ferli mengatakan:

    Kekacauan Suriah sejak tahun lalu memiliki satu tujuan: penggulingan rezim/pemerintahan, untuk digantikan rezim yang lebih ramah terhadap kepentingan Amerika/Eropa/Israel. Familiar? Mestinya, karena itulah tujuan Barat melakukan penghancuran terhadap Irak, Libya, dan kini Suriah dan Iran. Mereka ingin negara2 Timur Tengah menjadi boneka bagi kepentingan Barat dan Israel, seperti dicontohkan Arab Saudi.

    Caranya banyak. Untuk Irak, dihembuskanlah isu WMD, Weapons of Mass Destruction, yang terbukti bohong besar. Isu mirip WMD digunakan Barat untuk mengancam Iran, yaitu bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, ketika Iran adalah sebuah negara penandatangan Nuclear NPT (Non-Proliferation Treaty) dan mengizinkan IAEA (International Atomic Energy Agency) memeriksa fasilitas pembangkit tenaga nuklir mereka.

    Kasus Suriah mirip Libya, yaitu menggunakan para pemberontak untuk mengganti pemerintahan yang pro-rakyat, anti-asing, menjadi sebaliknya. Libya kini hancur lebur, karena NATO memberikan jalan melalui “carpet bombing” kepada para pemberontak untuk menuju pusat pertahanan pemerintah.

    Suriah sedang menuju “Libya 2″, dengan skenario yang mirip.

    Jadi, kalau Mas Waskito meminta ada bantuan untuk “memecahkan kepala Assad”, jangan kuatir Mas, karena sebentar lagi tentara NATO akan melakukan hal itu, atas dasar doktrin PBB “responsibility to protect”, untuk melakukan sebuah “humanitarian war”.

    Yang mungkin Mas Waskito tidak sadar, doktrin itu dan serangan NATO pada Suriah nantinya, adalah sebuah taktik licik untuk menguasai Suriah, seperti halnya yang mereka lakukan atas Libya. Nantinya Suriah makin berdarah, teror terjadi di mana-mana, persis dengan yang terjadi di Libya, Irak, Afghanistan.

    Mas Waskito akan senang …

    SYRIA’S “ROGUE ISLAMIST OPPOSITION”: US-NATO’s New Lie in its Bid for Regime Change

    by Finian Cunningham
    Global Research, April 10, 2012

    http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=30232

    The Western propaganda offensive against Syria looks like tripping over itself in the rush to cover up the increasingly threadbare lies and deception that the mainstream media have been shamelessly churning out over the past year.

    In the latest innovation, the Western corporate media are trying to tell us that a “rising tide” of rogue Islamic extremists is “sullying” the honourable armed opposition groups who are fighting the good fight for democracy in Syria.

    The London Financial Times reports: “Both secular and Islamist groups are distancing themselves from a rising tide of propaganda by extremists intent on exploiting the uprising.”[Financial Times]

    The FT adds: “For now, however, observers say the jihadi element in the revolution remains small [sic] and the extent to which it will be able to make headway is uncertain, given that the extremists are being denounced by both the secular and Islamist opposition.”

    What this signals, more accurately, is an ideological move by the Western powers to create a false dichotomy between a “good opposition” and a “bad opposition” in Syria.

    Then, all the violence and atrocities attributed to armed anti-government factions can henceforth be conveniently blamed on the “rogue” Islamic extremists, who are not “really part of the good opposition”.

    The diversion of public understanding of what is going on in Syria is given greater urgency because of the overwhelming evidence emerging that the so-called Syrian Free Army opposition is steeped in heinous acts of violence, ranging from no-warning car bombs in crowded cities to gun attacks on buses carrying pilgrims.

    This is the same “opposition” that is being armed and funded to the tune of $100 million by Saudi Arabia, Qatar and the other Gulf Arab reactionary monarchies, as openly declared at the “Friends of Syria” conference in Istanbul on 1 April. This is the same “opposition” that has been afforded training camps by Turkey; the same “opposition” that is given an extra $800,000 in “aid” by the British government (at a time of swingeing public austerity in Britain); the same “opposition” that is supplied with communications and other “non-lethal” equipment by Washington, not to mention the clandestine caches of weapons – assault rifles, anti-tank mines, rocket-propelled grenades – from the US, Israel, Britain, France and Turkey, nor the teams of professional killers, known euphemistically as Special Forces, from these same countries.

    As Michel Chossudovsky has carefully documented since March 2011 on Global Research, the armed so-called opposition groups have been waging a concerted campaign of violence and sabotage against the Syrian state from the outset. That is not the spontaneous operation of amateur would-be revolutionaries, who one day put down pens and the next day take up guns. This is not some peaceful civilian uprising that characterised the social upheavals in other Arab countries over the past year.

    Syria, as with Libya, has been the target for a long-held Western desire for regime change. The so-called rebels and opposition are Trojan Horses that have been driven into Syria and Libya to unleash terrorism and instability on behalf of Western powers and their Sunni Arab proxies. Syria has the added value of being an important ally of Iran, Russia and China – all of whom are in the sights of Western imperialism.

    And the Western mainstream media have obliged this propaganda line accordingly, portraying the Syrian government in particular as barbarous in its alleged attacks on civilian centres to crush a “peaceful opposition”.

    The mental gymnastics of the Western corporate media has even cast doubt on the perpetrators behind a string of deadly car bombs in Syria’s capital and second city, Damascus and Aleppo, with the BBC and CNN both insinuating that President Assad’s forces committed the mass murder of hundreds of citizens in order to tarnish the oppositionists.

    Nonetheless, the glaring facts protruding from the mainstream miasma are that the putative Syrian opposition is a Frankenstein creation of Western powers and Sunni Arab proxies, comprising Islamic extremists stitched together from Libya, Iraq, Lebanon, Saudi Arabia among others, as well as criminal opportunists from within Syria. It is armed to the teeth by the West and the Gulf kingdoms, and trained in Turkey and Jordan. All these sponsors are desperately trying to cohere the terrorist assault on Syria with a semblance of discipline, hence the nomination of the Syrian National Council as the authoritative mouthpiece of the disparate armed groups and the prompting by US secretary of state Hillary Clinton to get this mouthpiece to say a few articulate, sonorous words about its “vision”.

    But despite the best efforts by Western governments and the media to dignify and conceal, the facts are bursting from the seams of their monstrous lies. The Syrian armed opposition groups are an extremist army of mercenaries right across their ranks. The real dichotomy in Syria is between a state, its army and civilians, and a mercenary army that is waging a campaign of foreign state terrorism. Syria is at war, but not with itself. It is at war against an array of foreign powers.

    Meanwhile, the United Nations secretary general, the pathetic Ban-ki Moon, denounces the Syrian government and army besieged by a not-so clandestine war of aggression.

    Last week, the Syrian government gave a honourable commitment to former UN secretary general Kofi Annan’s apparent Peace Plan. However, that plan looks increasingly dead in the water because the Syrian state forces cannot implement a ceasefire when armed groups acting on orders to destroy the Syrian state have rejected any notion of cessation and are still continuing their campaign of kidnappings, executions and bombings.

    And yet Washington, in all its strident arrogance, imperiously demands that the Syrian government implements the impossible – a unilateral ceasefire in the face of mass murder and mayhem orchestrated in part by the US.

    With the latest propaganda construct of a “good opposition” and a “bad, rogue, Islamist, fundamentalist opposition”, the Western powers can now make out a spurious asymmetry in the conflict. The Syrian army (in defending the state and civilians) is presented as guilty of violations, while the violence from oppositionists that the West partially permits into the pages of its unfree press – it can no longer do otherwise because of the appalling level – well, that violence is being committed by “rogue Islamists” who are not really representative of the opposition.

    Therefore, the Western twisted logic will run, the Syrian government is “not interested in peace”, is “guilty of brutality”, and NATO is, alas once again, morally mandated to intervene, this time to save the people of Syria out of the noble principle of “responsibility to protect”.

    You could hardly make it up. But the Western powers are doing just that.

  9. Liong mengatakan:

    A German-owned freighter loaded
    with weapons from Iran was stopped
    on Friday near the Syrian port of
    Tartus in the Mediterranean Sea,
    SPIEGEL has learned.
    A few days prior, the Atlantic Cruiser ,
    owned by the Emden carrier
    Bockstiegel, had allegedly picked up
    heavy military equipment and
    munitions meant for Syrian dictator
    Bashar Assad’s regime from an
    Iranian freighter at the Djibouti port.
    The cargo, desperately needed
    reinforcements for Assad’s crackdown
    on dissidents, was supposed to be unloaded on Friday…

    http://www.spiegel.de/international/world/0,1518,827553,00.html

    klo liat berita ini sih kesimpulannya barat ma syiah itu sama-sama pendusta.. barat bilang embargo suriah tapi kapalny masih ada tuh yang nganterin amunisi dari iran buat suriah. lucukan kapal segede itu bisa lolos..
    bung ferli jgn trlalu percaya nato ma syiah deh. dagelan aja tuh mereka

  10. Ferli mengatakan:

    @Liong:
    “klo liat berita ini sih kesimpulannya barat ma syiah itu sama-sama pendusta..”

    Saya tidak melihat Anda mengajukan argumentasi apa pun yang mendukung kesimpulan itu.

    “bung ferli jgn trlalu percaya nato ma syiah deh”

    Saya mengutip tulisan dari GlobalResearch (http://globalresearch.ca) yang merupakan situs media alternatif Barat, yang kritis terhadap mayoritas opini Barat sendiri (yang banyak terkontaminasi oleh propaganda kepentingan Israel, di mana mainstream media Barat dikontrol oleh para pemilik modal yang berafiliasi pada Zionisme, spt. Ruppert Murdoch dll).

    Jadi kalau Anda bilang saya mempercayai Nato dan Syiah, Anda sangat keliru, saya mempercayai berita/tulisan/argumentasi yang ditulis secara logis berdasarkan fakta, oleh orang2 yang relatif netral/tidak ada kepentingan ekonomis atau politis dengan apa yang mereka tulis (mereka — saya nilai — adalah sebagian kecil ilmuwan/jurnalis Barat yang mengambil risiko besar melawan arus kuat opini mainstream media semata karena mendengarkan hati nurani mereka).

  11. Liong mengatakan:

    “barat bilang embargo
    suriah tapi kapalny masih ada tuh
    yang nganterin amunisi dari iran
    buat suriah. lucukan kapal segede
    itu bisa lolos”
    komentar saya yang ini ko ga ditanggepin sama mas ferli?
    argumentasi saya ya berita yang saya kutip. kira2 global riset sdh menanggapi berita ini ga? klo sdh, minta tlg kasih linkny.

    apa yang ditulis cunningham kan baru sebatas hipotesa. mana bisa anda gunakan untuk membantah fakta bhwa ribuan muslim dibantai syiah dsuriah. apalagi memakai tulisan globalriset utk membenarkan syiah itu muslim. anda yakin globalriset berbeda dari mainstream media? kl blh tw sp jurnalis globalriset yg saat ini ada dsuriah,sy ingin mmbca tulisanny. krn anda katakan globalriset berbeda dari media yg lain,mrk pasti sdh menempatkan jurnalisny dsuriah. tdk mgkn kan globalriset mmbuat tulisan tp datany bersumber dari mainstream media seperti kata anda.

    btw, minta jg tulisan dari globalriset yg membhas knp iran sebegitu semangatny mmbntu suriah trhadap ancaman humanity war barat tp tdk membantu afghanistan,irak,libya saat diserang barat.

  12. Adif Sahab mengatakan:

    Saya kira inti yang ingin disampaikan bung Ferli ini semua sebenarnya adalah permainan politik global. Kalau mengacu pada realitas geopolitik dewasa ini tidak ada satupun konflik -baik antar negara, antar etnis, ataupun antar kelompok agama- di dunia sekarang ini yang lepas dari pertarungan kepentingan kekuatan2 politik besar dunia. Kasus Afghanistan tahun ’80an adalah contoh bagus tentang hal ini. Amerika memberikan bantuan secara tidak langsung -lewat intelijen Pakistan- kepada para mujahidin Afghan untuk melawan Soviet yang adalah musuh besar Amerika ketika itu. Ini bukan berarti para mujahidin adalah antek2 Amerika. Tapi kita tidak boleh menutup mata bahwa Amerika berusaha menunggangi atau memanfaatkan jihad di Afghanistan waktu itu untuk kepentingannya sendiri. Begitu juga yang terjadi di Suriah sekarang, sangat logis kalau NATO menunggangi pemberontakan rakyat Suriah untuk menggulingkan rezim Al Assad yang tidak mau tunduk pada Barat dan memang banyak data yang menunjukkan hal itu. Ini kalau kita berbicara dalam konteks pertarungan geopolitik. Dalam konteks syari’ah perlawanan kaum Muslimin di Suriah terhadap rezim zhalim Al Assad -yang kebetulan Syi’ah- adalah sah dan sudah barang tentu wajib kita dukung -minimal dengan do’a.

  13. Liong mengatakan:

    berarti sangat logis juga saya katakan barat (lewat natonya) dan syiah adalah sama-sama pendusta, sama-sama membenci kaum muslimin.alhamdulillah ada yg membantu saya untuk argumentasi. trims bwt mas Adif.

  14. Ferli mengatakan:

    @Adif, Liong:

    Poin utama saya adalah tentang “pentingnya lebih berhati-hati, lebih memahami konteks dan kompleksitas permasalahan”, dibandingkan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa “Syiah itu musuh Islam”, “Assad itu pembantai Muslim Sunni”.

    Kerusuhan Suriah itu baru marak Maret 2011, dengan bertebarannya tuduhan bahwa pemerintahan Suriah-lah pelaku pembantaian dalam kerusuhan itu.

    Pertanyaan yang harus dijawab adalah: Siapa yang paling diuntungkan oleh pembantaian seperti itu? Apakah pemerintahan Suriah sendiri?

    Saya yakin, bukan pemerintahan Suriah sendiri. Dalam kerangka agenda apa mereka “tiba2″ melakukan pembantaian atas warganya sendiri?

    Kita harus ingat bahwa media massa global praktis dikuasai oleh kaum Zionis. Jadi tidak heran, setiap peristiwa global pasti disaring, dimodifikasi, diberikan bias, yang sedikit banyak menguntungkan agenda Zionis.

    Setiap kali Anda baca berita dari mainstream media, coba gali lebih jauh daripada sekedar “apa yang terjadi”, tapi juga dalam konteks global seperti apa kira2 hal itu terjadi: agenda besar, motivasi, para pemain, kepentingan2 global, dll.

    Agenda besar Zionis adalah kekacauan di Timur Tengah, sehingga mereka bisa menaruh pemimpin boneka yang menjaga kepentingan mereka.

    Assad, seperti halnya Muammar Gadhafi, berseberangan dengan kepentingan Zionis.

    Saddam Husein suatu ketika menjadi sekutu Barat, bahkan berhasil di-“suruh” memerangi Iran oleh AS selama 8 tahun. Tetapi ketika ia berubah haluan, berdamai dengan Iran, fokus mensejahterakan negerinya sendiri, maka oleh Barat ia dieksekusi, negerinya dihancurleburkan.

    Mujahiddin Afghanistan dibantu persenjataannya ketika melawan Uni Sovyet. Persis ketika mereka memenangkan perang itu, ketika Afghanistan dalam transisi menuju ketertiban umum oleh tentara mahasiswa Taliban, dimunculkan isu pelanggaran HAM oleh Taliban dan Al-Qaeda yang bercokol di Afghanistan sebagai preteks bagi pembantaian bangsa dan negeri Afghanistan.

    Dan kini Suriah.

    Tidak heran kalau media massa global, termasuk mungkin media massa Indonesia yang kebanyakan kurang kritis, melahap mentah-mentah “berita” pembantaian yang “dilakukan” oleh Pemerintahan Assad.

    Don’t make mistake. Media massa alternatif seperti yang saya referensikan, Global Research (http://globalresearch.ca), datang dengan fakta dan logika yang kuat bahwa pembantaian2 di Suriah dilakukan oleh para pemberontak yang didalangi, dibiayai, dipersenjatai oleh negara2 asing (ini saja sudah merupakan pelanggaran hukum internasional).

    Sumber berita2 tentang Suriah yang dikutip mainstream media, termasuk Indonesia, kebanyakan diperoleh dari Syrian Observatory Human Rights (SOHR), sebuah lembaga berbasis asing — Inggris.

    Saya kutipkan salah satu tulisan dari Global Research, MEDIA LIES: Deaths in Syria: Counting them (politically) correctly British-based Syrian Observatory of Human Rights (SOHR) Reveals its True Face (http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29860): “Frankly I don’t think the people even using these figures have any objectivity. They have an agenda, a clear agenda. It’s to justify, by any means possible, that Assad’s regime is a brutal massacring regime and it needs to fall as soon as possible. And we can see at the UN when that human rights strategy for regime change doesn’t work how annoyed Western governments have got,” freelance journalist Sukant Chandan told RT.

    Pelajari dulu semua permainan politik dan militer yang ada di berbagai krisis dunia saat ini, lihat kesamaan polanya, dan temukan benang merah yang menghubungkan semuanya, sebelum datang dengan tuduhan, cacian, kutukan, antar sesama Muslim.

    SYRIA:Terrorist Groups Committed Atrocious Massacre in Homs to Elicit International Support against Syrian Government (http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29716).

    Admin: Dan lain-lain link yang disebutkan oleh @ Ferli. Karena blog ini tidak mendukung Bashar Assad dan kritis untuk informasi-informasi Barat, maka link2 yang ditunjukkan itu sengaja tidak disebutkan. Kami ikut bertanggung-jawab agar pembaca tidak terpengaruh oleh opini media pro Syiah. Terimkasih.

  15. Ferli mengatakan:

    @Mas Waskito: “…Kami ikut bertanggung-jawab agar pembaca tidak terpengaruh oleh opini media pro Syiah. …”

    Ketika sekitar 2 tahun lalu saya menemukan blog Mas Waskito, saya terpikat dengan kekritisan,kecerdasan dan keberanian tulisan2 Mas Waskito, jadi sejak itu pula saya menjadi pembaca reguler blog ini.

    Dalam banyak hal saya sepakat dengan pikiran2 Mas Waskito, meski dengan catatan bahwa saya terkadang kurang ‘sreg’ dengan gaya Mas Waskito yang — buat saya — terkesan sangat agresif dalam memojokkan pihak atau individu tertentu. Tapi secara keseluruhan, blog Mas Waskito ini punya karakter yang baik untuk dipelajari.

    Khusus untuk tulisan2 terakhir Mas Waskito tentang Suriah dan Syiah, saya melihat banyak aspek yang lepas dari pertimbangan Mas Waskito ketika menuliskan pikiran2 Anda.

    Saya ingin memperjelas posisi saya.

    Saya seorang Muslim Sunni, bukan penganut Syiah. Begitu juga Global Research, tulisan2 mereka tidak berangkat dari preferensi ideologi tertentu, apalagi “pro Syiah”. Jelas bahwa situs itu melihat “Syiah vs Sunni” lebih pada konteks sosiologis (“peristiwa sosial”), bukan ideologis (“masalah keyakinan”).

    Adalah tidak adil apabila komentar/argumentasi saya atau Global Research mengenai Suriah dan/atau Syiah, digelincirkan menjadi “pembela Syiah”.

    Saya harap Mas Waskito bisa bersikap lebih adil.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

    “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan.” (QS. Al Maa’idah: 8)

  16. Adif Sahab mengatakan:

    Saya setuju dengan mas Ferli. Kita perlu melihat suatu masalah secara utuh, menyeluruh, dan obyektif sebelum memberikan penilaian.

    Memotret konflik di Suriah sebagai perang antara “kaum Muslimin (Sunni) vs rezim kafir Syi’ah” memang ada benarnya tapi itu masih belum utuh. Ada dimensi lain di balik konflik tersebut yaitu kepentingan Amerika & sekutu2nya utk menggulingkan rezim Assad yang memang tidak bersahabat dengan Amerika. Lagi2 hal semacam ini tidak bisa dilihat dengan kacamata ideologis semata. Secara ideologis Amerika pasti lebih sreg dengan penguasa sekuler semacam Assad ketimbang Al Qaidah misalnya. Tapi kepentingan taktis dan strategis bisa mengalahkan faktor kedekatan ideologis. Dalam pertimbangan strategisnya Amerika lebih mendahulukan untuk menyingkirkan musuh2 yang mengganggu kepentingannya secara langsung ketimbang musuh ideologisnya seperti Al Qaidah (Muslim Sunni ‘fundamentalis’) bahkan kalau perlu musuh ideologis itu dimanfaatkan untuk menyingkirkan ‘musuh strategis’ Amerika. Tentu saja setelah musuh strategis itu jatuh Amerika akan berusaha memasang penguasa yang tidak mengganggu kepentingannya. Ini sudah pernah terjadi dalam kasus Afghanistan. Aspek ini harus kita lihat juga dalam memandang konflik di Suriah. Jadi selain mendo’akan kemenangan para mujahidin tidak kalah pentingnya kita mendo’akan agar para mujahidin tidak terjebak dalam permainan licik Amerika.

    Kemudian soal opini. Setiap pihak berhak mengeluarkan opini dan pasti meyakini bahwa opininyalah yang benar, tinggal apakah opini itu dibangun atas fakta2 dan argumentasi yang kuat atau tidak. Di sinilah diperlukan kejelian dan kecerdasan kita dalam menelaah opini tersebut. Adalah tindakan yang tidak dewasa dan tidak bijak kalau kita membatasi akses pada opini yang berbeda dengan opini kita. Inilah yang namanya memonopoli kebenaran. Saya yakin orang2 yang mengikuti secara serius isu Suriah ini adalah orang2 cerdas dan kritis yang tidak mudah termakan opini sepihak.

    @ Ferli: Soal pembantaian oleh rezim Assad di Suriah itu juga bukan berarti tidak ada. Jadi kita memang harus mengikuti berita tentang kejadian di sana dari berbagai sumber, tidak hanya satu sumber saja. Lalu tentang tulisan mas Waskito di atas saya menganggapnya memang bukan sebuah analisis tapi sebuah seruan kepedulian jadi wajar kalau nuansanya sangat emosional. Kita harapkan saja nanti mas Waskito juga menulis sebuah analisis yang lebih komprehensif dan obyektif.

  17. @Adif:

    Terima kasih, opini Anda cerdas dan objektif.

    Tentang pembantaian oleh rezim Assad, saya tidak begitu yakin, terus terang.

    Mengapa?

    Karena masalah pembantaian ini muncul hanya sejak Maret 2011, ketika “protes damai” thd Pemerintahan Suriah diberitakan media massa dihadang dengan kekerasan.

    Padahal, krisis yang terjadi di Suriah ini sudah DIRANCANG Barat bahkan sejak tahun 1957 (!!!).

    Yang terjadi sekarang di Suriah adalah hasil operasi klandestin CIA (AS), MI6 (Inggris), Mossad (Israel). Mereka membiayai SFA (Syrian Free Army) untuk melakukan terorisme atas bangsa Suriah, dengan tujuan mendiskreditkan Assad.

    Mungkin seperti kasus pembantaian oleh “penyerang” Ahmadiyah, untuk mendiskreditkan “Islam garis keras” seperti FPI, ketika sebenarnya ternyata para penyerang ini punya hubungan dengan kelompok Ahmadiyah itu sendiri. Saya percaya ada permainan asing juga dalam peristiwa itu.

    Tetapi skala operasi rahasia/klandestin di Suriah itu jauh lebih besar. Ada istilahnya: “false flag operation”, yaitu rekayasa peristiwa untuk memfitnah pihak lawan.

    Ini kutipannya (dari http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29234):

    “In order to facilitate the action of liberative (sic) forces, …a special effort should be made to eliminate certain key individuals. …[to] be accomplished early in the course of the uprising and intervention, …

    Once a political decision has been reached to proceed with internal disturbances in Syria, CIA is prepared, and SIS (MI6) will attempt to mount minor sabotage and coup de main (sic) incidents within Syria, working through contacts with individuals. …Incidents should not be concentrated in Damascus …

    Further : a “necessary degree of fear .. frontier incidents and (staged) border clashes”, would “provide a pretext for intervention… the CIA and SIS [MI6] should use … capabilities in both psychological and action fields to augment tension.” (Joint US-UK leaked Intelligence Document, London and Washington, 1957)

    The “protests” did not emanate from internal political cleavages as described by the mainstream media. From the very outset, they were the result of a covert US-NATO intelligence operation geared towards triggering social chaos, with a view to eventually discrediting the Syrian government of Bashar Al Assad and destabilizing Syria as a Nation State.

    Since the middle of March 2011, Islamist armed groups –covertly supported by Western and Israeli intelligence– have conducted terrorist attacks directed against government buildings including acts of arson. Amply documented, trained gunmen and snipers including mercenaries have targeted the police, armed forces as well as innocent civilians. There is ample evidence, as outlined in the Arab League Observer Mission report, that these armed groups of mercenaries are responsible for killing civilians.

    While the Syrian government and military bear a heavy burden of responsibility. it is important to underscore the fact that these terrorist acts –including the indiscriminate killing of men, women and children– are part of a US-NATO-Israeli initiative, which consists is supporting, training and financing “an armed entity” operating inside Syria.

    The evidence confirms that foreign intelligence operatives, according to reports, have integrated rebel ranks:

    “As the unrest and killings escalate in the troubled Arab state, agents from MI6 and the CIA are already in Syria assessing the situation, a security official has revealed. Special forces are also talking to Syrian dissident soldiers. They want to know about weapons and communications kit rebel forces will need if the Government decides to help.

    “MI6 and the CIA are in Syria to infiltrate and get at the truth,” said the well-placed source. “We have SAS and SBS not far away who want to know what is happening and are finding out what kit dissident soldiers need.” ” Syria will be bloodiest yet, Daily Star). (emphasis added)

    The Free Syrian Army (FSA) is a creation of the US and NATO. The objective of this armed insurrection is to trigger the response of the police and armed forces, including the deployment of tanks and armored vehicles with a view to eventually justifying a military intervention, under NATO’s “responsibility to protect” mandate.

    A NATO-led intervention is on the drawing board. It was drafted prior to the onset of the protest movement in March 2011. According to military and intelligence sources, NATO, Turkey and Saudi Arabia have been discussing “the form this intervention would take”.

    US, British and Turkish operatives are supplying the rebels with weapons. Britain’s Ministry of Defence confirms that it “is drawing up secret plans for a NATO-sponsored no-fly zone [in coordination with its allies] “but first it needs backing from the United Nations Security Council.” (Syria will be bloodiest yet, Daily Star). According to these secret plans: “fighting in Syria could be bigger and bloodier than the battle against Gaddafi”.(Ibid ).

    A “humanitarian” military intervention modeled on Libya is contemplated. NATO Special Forces from Britain, France, Qatar and Turkey are already on the ground inside Syria in blatant violation of international law. Reports from British military sources (November 2011) confirm that:

    “British Special forces have met up with members of the Free Syrian Army (FSA)… The apparent goal of this initial contact was to establish the rebel forces’ strength and to pave the way for any future training operations. … More recent reports have stated that British and French Special Forces have been actively training members of the FSA, from a base in Turkey. Some reports indicate that training is also taking place in locations in Libya and Northern Lebanon. British MI6 operatives and UKSF (SAS/SBS) personnel have reportedly been training the rebels in urban warfare as well as supplying them with arms and equipment. US CIA operatives and special forces are believed to be providing communications assistance to the rebels.” Elite Forces UK, January 5, 2012 (emphasis added)

    The Social and Political Context in Syria

    There is certainly cause for social unrest and mass protest in Syria: unemployment has increased in recent years, social conditions have deteriorated, particularly since the adoption in 2006 of sweeping economic reforms under IMF guidance. The later include austerity measures, a freeze on wages, the deregulation of the financial system, trade reform and privatization. (See IMF Syrian Arab Republic — IMF Article IV Consultation Mission’s Concluding Statement, 2006).

    Moreover, there are serious divisions within the government and the military. The populist policy framework of the Baath party has largely been eroded. A faction within the ruling political establishment has embraced the neoliberal agenda. In turn, the adoption of IMF “economic medicine” has served to enrich the ruling economic elite. Pro-US factions have also developed within the upper echelons of the Syrian military and intelligence.

    But the “pro-democracy” movement integrated by Islamists and supported by NATO and the “international community” did not emanate from the mainstay of Syrian civil society.

    The wave of violent protests represents a very small fraction of Syrian public opinion. They are terrorist acts of a sectarian nature. They do not in any way address the broader issues of social inequality, civil rights and unemployment.

    The majority of Syria’s population (including the opponents of the Al Assad government) do not support the “protest movement” which is characterised by an armed insurgency. In fact quite the opposite.

    Ironically, despite its authoritarian nature, there is considerable popular support for the government of President Bashar Al Assad, which is confirmed by the large pro-government rallies.

    Syria constitutes the only (remaining) independent secular state in the Arab world. Its populist, anti-Imperialist and secular base is inherited from the dominant Baath party, which integrates Muslims, Christians and Druze. It supports the struggle of the Palestinian people.

    The objective of the US-NATO alliance is to ultimately displace and destroy the Syrian secular State, displace or co-opt the national economic elites and eventually replace the Syrian government of Bashar Al Assad with an Arab sheikdom, a pro-US Islamic republic or a compliant pro-US “democracy”.

  18. adiffahrizal mengatakan:

    @ Ferli: Saya sudah baca artikel dari Global Research itu mas. Ya memang pada akhirnya dalam politik tidak ada kawan abadi atau lawan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. Dalam tataran taktis dan strategis ‘kerjasama’ antar pihak yang bersebrangan secara ideologis adalah hal yang jamak terjadi. Ini bisa terjadi pada kelompok seperti Al Qaidah sekalipun. Ditinjau dari kacamata akidah sebenarnya yang wajib adalah memerangi thaghut, siapapun yang jadi thaghut. Dalam kasus Suriah, tampaknya Al Qaidah dan kelompok2 mujahidin lainnya di Suriah lebih memprioritaskan untuk memerangi rezim Assad dan di sinilah terjadi pertemuan kepentingan dengan pihak Barat. Tapi saya yakin kalau nanti mereka berhasil mengalahkan rezim Assad mereka akan melawan usaha hegemoni AS dan sekutu2nya. Melawan musuh kan tidak bisa langsung sekaligus tapi harus satu persatu. Ya semoga saja mereka tidak masuk perangkap Amerika.

    Btw saya teringat sebuah hadits riwayat Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa di akhir zaman kaum Muslimin akan berdamai dengan bangsa Rum untuk melawan musuh yang datang dari belakang mereka. Dalam konteks sekarang bangsa Rum itu ya negara2 Barat. Adapun musuh yang datang dari belakang ada yang mengartikan itu Syi’ah. Kalau melihat yang sekarang terjadi di Suriah dan kemungkinan nanti juga di Iran sepertinya cocok dengan hadits itu. Wallahu a’lam bish shawab….

  19. Ferli mengatakan:

    @adiffahrizal:

    Lebih tepat Barat lah yang licik dengan tidak memiliki standar/prinsip sehingga di satu waktu bilang Al-Qaeda harus dibasmi, tapi di waktu lain malah dipersenjatai.

    Al-Qaeda sedang diperalat, bukan Al-Qaeda yang memperalat Barat.

    Lebih tepatnya lagi: sesama Muslim memang diadu-domba supaya saling bunuh, supaya jadi lemah, supaya akhirnya dikuasai dan ditindas.

    Anda bilang: “Tapi saya yakin kalau nanti mereka berhasil mengalahkan rezim Assad mereka akan melawan usaha hegemoni AS dan sekutu2nya.”

    Pola yang sama sudah diikuti Libya. Yang ada hanyalah Libya makin hancur. Barat menikmati kekayaan minyak Libya di atas kehancuran Libya yang diakibatkan pemberontakan yang ditunggangi Barat.

    Apakah kita ingin Suriah bernasib seperti Libya? Tegakah kita? Apakah karena Suriah mayoritas “Syiah” maka kita tega membiarkan mereka hancur?

  20. Liong mengatakan:

    kita harus tega karena syiah itu SESAT. insyaAllah syiah akan hancur. mari kita berdoa untuk kehancuran syiah yg suka menikam umat muslim dari belakang. sekte SESAT yg selalu mencela para sahabat Rasulullah. silahkan kunjungi hakekat.com untuk melihat keSESATan syiah

  21. Ferli mengatakan:

    @Liong: Semoga suatu waktu nanti Allah SWT membuka mata hati Anda.

  22. adiffahrizal mengatakan:

    @ Ferli: Dalam konteks konflik di Suriah pernayataan “sesama Muslim diadu domba” itu sebenarnya tidak tepat. Rezim Assad adalah penganut Syi’ah Nushairiyah (Alawi) yang sudah jelas2 sesat dan keluar dari Islam. Tentang apa itu Nushairiyah silakan dicek di sini:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Alawi

    http://arrahmah.com/read/2011/07/26/14270-membongkar-kedok-rezim-nushairiyah-suriah.html

    Adapun bukti2 kesesatan kaum Nushairiyah pendukung rezim Assad silakan buka:

    Kalau Syi’ah Imamiyah seperti di Iran ada sebagian ulama menganggap masih bagian dari Islam. Tapi Nushairiyah sudah sangat jelas bukti kesesatannya dan mereka bukan bagian dari Islam alias sudah murtad. Yang jadi prioritas kaum Muslimin di Suriah saat ini dalah memerangi rezim Assad. Kalau ada yang membantu ya wajar kalau diterima, terlepas ada udang di balik batu. Di manapun perang dan politik itu tipu-daya. Tinggal adu cerdik saja. Jangan under-estimate pada Al Qaidah. mereka itu isinya bukan orang2 bodoh mas.

    @ Liong: Syi’ah itu banyak variannya. Apakah anda tahu perbedan di antara aliran2 Syia’h? Sudah berapa banyak literatur tentang Syi’ah yang anda baca? Apakah anda sudah menelaah semua kitab milik Syi’ah sendiri secara langsung? Ataukah anda tahu tentang Syi’ah hanya dari “katanya…katanya…” saja? Kalaupun anda sudah memepelajari semua kitab Syi’ah apakah anda sudah tabayun ke orang Syi’ahnya sendiri (yang ‘alim, bukan orang awamnya)?

  23. Liong mengatakan:

    alhamdulillah Allah telah membuka mata hati saya dengan mengetahui kesesatan syiah. semoga kita semua para pembaca, terbuka hatinya untuk mengetahui kesesatan syiah.

  24. wawan_feb mengatakan:

    @Ferli
    Siapa bilang Suriah mayoritas syi’ah. Suriah itu mayoritas sunni, hanya saja dikuasai oleh rezim nusyairiyah syi’ah. Anda berkata bahwa Barat ingin rezim Suriah tumbang? Apa bener? Coba anda bandingkan dengan Libya dimana negara-negara Barat sontak mengirimkan pasukannya untuk menggempur Libiya, sangat berbeda dengan Suriah yg seolah dibiarkan saja rezim tersebut membantai rakyatnya.

  25. Adif Sahab mengatakan:

    @ Admin: kok komentar saya sebelumnya gak dimuat? Gimana nih??
    @ wawan_feb: analisis Ferli itu bukan sembarangan, ada data2nya. Kalaupun Suriah tidak diserang seperti Libya itu cuma beda taktik saja. Toh sekarang pun negara2 antek AS -temasuk negara2 Teluk- sudah mulai koar2 untuk pengiriman pasukan ke Suriah.

  26. Harry Parker mengatakan:

    Amin Allahumma Amin..

  27. dodi mengatakan:

    Wah seru dari dulu sunni – syah – barat – israel, bingung ni :
    sunni – syiah Islam (semua sodara tak satupun penghujat nabi, alquran dan Allah.

    Mohon terangin dong secara berimbang, tentang :
    1. Misi syiah saat ini
    2. Misi sunni saat ini
    3. Diberita. Misi barat + israel sejak dulu terhadap suni & syiah
    soalnya barat+israel disuatu negara dukung sunni
    tapi ada juga di negara lain dukung syiah.
    4. Diberita, Barat sering hujat nabi dan alquran
    Apakah syiah dan sunni menentang keras atas kasus ini?
    5. Tiap negara bergolak pasti ada pelanggaran Ham/Agama,
    rakyat jd korban yang sengaja dan tidak disengaja. Kalo
    mau jujur dan adil Pasti ada yg dilakukan Pemerintah dan ada
    juga dilakukan oleh Oposisi. Dari korban rakyat
    Permerintah dan Oposisi bilang tidak bertanggungjawab
    (saling tuduh)
    tapi selalu Pemerintah disalahkan terus di Media, trus kapan
    Media memuat berita pelanggaran Ham dari oposisi?
    6. Kalopun Sekutu/Barat turun tangan perang dengan dalih
    selamatkan rakyat negara tsbt, tetap saja rakyat jadi korban.
    tapi korban rakyat atas serangan itu Sekutu tdk ada pelaggaran
    HAM Berat (padahl rakyat juga banyak korban) dan tidak ada
    Embargo untuk Sekutu/Barat
    Setelah selesai perang atas nama rakyat maka ekonomi negara
    hancur dan negara mulai banyak hutang sana sini dan yang
    nanggung hutang rakyat lagi.
    7. Dalam kontek Dunia siapa Pembela Islam Sunni dan Syiah ?
    Note : Kalo kontek Agama, Islam dibela Allah.
    8. Siapakah sebaik-baik kawan yang banyak kebaikannya
    daripada keburukannya dimasa mendatang ?
    9. Siapa Negara Islam yang berdikari sebenar2nya ?

    Barangkali ada yang bisa nerangin sesuai sejarah2 dahulu dan fakta kondisi saat ini…. ?

  28. abisyakir mengatakan:

    @ Dodi…

    Maaf Brother…pertanyaanmu komplek dan banyak. Untuk sementara ini tidak bisa dijawab dulu. Smoga para pembaca lain bisa bantu Pak Dodi ini. Jazakumullah khair.

    Admin.

  29. dodi mengatakan:

    Abisyakir makasih. Mudahan nanti ada yang lain bisa nerangin yang ber-imbang. Iya ni kalo nanya gak komplek saya makin bingung…. nanti dapat info separo2 jurusan kesimpulan malah bisa tdk jelas.

    Monggo pembaca yang lain bantu nerangin yang berimbang….

  30. arif mengatakan:

    biarin aja lha mujahadenya aja berteman sama israel dan amerika kog…… apa itu nama jihad?????? ALQAEDA ITU ANTEK AMERIKA lha perang dimana2 tapi gak ada yg dimenangi.. perangnya main acak gak tanggung jawab.. belum menang udah lari pindah2 tempat buat onar tempat lain…gak jelas….. pejuang jihad gak kayak gitu……. alqaeda cuma antek amerika yg di susupkan dalm tubuh mujaheden.untuk bikan rusuh agar amerika punya alasan perangi mujaheden… .. basar asad memang sufyani(orang yg baik jga jahat)tpi biarkan aja dulu dia menghabisi para mujaheden koor itu dlu… nanti pada saat dia menentang imam mahdi baru kita perangangi pasukan sufyani itu…

  31. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea mengatakan:

    Om Ferli, Mas Adif & Pak Liong… diskusinya OoooKeeeeyyyyy BbaaaannnngggggeeeTTTT.. Ruarrrrrrr Biasa.. MaaanTeeeeppp.. Pas Banget…!!!

  32. Buddy mengatakan:

    ustad waskito kenapa sikap dr. joserizal agak berbeda
    menyikapi syria. Mhon pnjelasannya,syukron

  33. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea mengatakan:

    Adif Sahab/Adif Fahrijal..

    Mas Adif, saya tambahin videonya yah.. ini dia ::

  34. umar abdul malik al yasin mengatakan:

    assalamu’alaikum.sy siap lahir batin di berangkatkan ke syiria.sblm dtng bln romadhon th ini.jzklloh.

  35. abisyakir mengatakan:

    @ Umar Abdul Malik…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Barakallah fikum ya akhi, sahhalallahu lakum fi umurikum wa a’malikum wa niyatikum shaliha, wa ja’ala bainakum wa fina mujahidina mukhlisina fi sabilillah. amin Allahumma amin.

    Admin.

  36. Si'Ardjuna mengatakan:

    permasalahannya, Oposisi yang ada di’suriah itu ada banyak (beragam)… baik secara kelembagaan maupun secara Ideologi.. nah, terkait beragamnya Oposisi ini -khususnya secara Ideologi-, hal ini sangat perlu untuk di’fahami oleh kita semua. diantara sebagian manfaat dari memahami tentang beragamnya Oposisi ini, antara lain supaya tidak terjadi pengeneralisiran (seperti halnya menyamakan Oposisi Suni (Islam) dengan Oposisi Demokrasi Sekuler Liberal & non Islam lainnya), serta demi menghindari kesimpulan keliru seperti halnya kesimpulan yang menyakan bahwa Mujahidin Sunni di’bawah pimpinan George Sabra yang Kafir itu.

    kemudian terkait beragamnyamnya Oposisi ini (baik secara kelembagaan maupun secara Ideologi), maka ini menjadi bukti bagi kita semua, bahwa yang menginginkan Tumbangnya Rezim Bashar Assad itu bukan hanya pihak Sunni saja. melainkaan Barat & sekutu-sekutunya (termasuk para penguasa pada sebagian Negara-negara teluk) pun menginginkannya.

    Barat & sekutu2nya, mereka tidak begitu suka kalau Suriah dikuasai oleh Rezim Bashar Assad, namun Barat & sekutu-sekutunya, mereka lebih tidak suka lagi apabila Suriah dikuasai oleh kelopok Jihad Sunni.

    selama ini, Suriah menjadi medan perang terbuka antara Oposisi Sunni (Islam) melawan pihak Rezim Bashar assad. apabila pihak barat & sekutu2nya telah memandang atau memastikan bahwa “sehari lagi (maksudnya sebentar lagi)” Rezim Bashar Assad akan tumbang, maka kemungkina besar Barat akan menurunkan Pasukan Militernya kesuriah. tujuannya adalah agar Suriah tidak jatuh ke’tangan kelompok Jihad Sunni, serta demi memperluas hegemoni Barat di’timur Tengah.

    Sangat disayangkan, akhir-akhir ini, banyak orang yang berpendapat bahwa Pihak yang terlibat Konflik di’suriah itu hanya ada dua kelompok. Pertama/A; kelompok Pro Bashar assad (saya tambahkan: terdiri dari Rezim penguasa, Iran, hizbull.., Rusia, Irak). Kedua/B; yaitu kelompok anti Bashar yang dibelakangnya ada Amerika. Hanya ada dua yang menjadi pelaku, yaitu A & B. padahal Konflik model dua polar (dua kutub) ini memang biasanya lazim terjadi pada pertikaian sederhana seperti “Perkelahian anak-anak di’Kampung”, “Tawuran warga atau siswa & sejenisnya”. Sedangkan untuk Konflik Negara Strategis (strategis karena berbatasan langsung dengan Israel) apakah sesederhana itu.??

    Ada model pertikaian yang sifatnya Multiple polar (multi kutub). Pemainnya tidak hanya A & B saja. Contohnya dimasa Rasulullah. Ada kekuatan Persia (sebut saja A) dan kekuatan Romawi (sebut saja B) serta kaum Muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah (sebut saja C). Surat Ar-Ruum memberi tahukan kaum Muslimin saat itu bahwa Persia akan kalah dalam perang melawan Romawi. Kaum Muslimin, atas dasar pertimbangan strategi, senang dengan berita bahwa Persia akan kalah. Namun, apakah kaum muslimin saat itu satu kubu dengan Romawi.??

    Orang yang berpendapat bahwa konflik disuriah adalah konflik model dua polar, tidak keluar dari dua jenis orang ::
    1. Orang yang tahu namun pura-pura tidak tahu. Ini adalah trik-trik kuno orang Syi’ah yang dinamakan dengan “Taqiyyah” –yang kemudian di’ikuti oleh sebagian orang menyimpang yang ngaku-ngaku Ahlus Sunnah-.
    2. Orang bodoh yang tidak tahu hakikat syi’ah, dan termakan Syubhat media yang menjadi corong Syi’ah (Misalnya: Republika dan Mizan Group.) –kemudin orang bodoh tersebut ngaku-ngaku Ahlus Sunnah-.

    Menyederhanakan konflik strategis suriah dengan tawuran ala kampong (maksud saya konflik model dua polar), adalah sebuah kekeliruan. Disana ada kubu Bashar Assad yang didukung penuh oleh Iran, Hizbull.. Lebanon, Rusia, -bahkan kini Irak’pun mendukung Bashar Assad-. Kubu ini disatukan oleh kepentingan berupa; pertama, sesame pengnut Syi’ah (rezim Bashar, Iran, Hizbull..). kedua, yaitu melawan usaha Hegemoni barat (pesertanya ditambah Rusia). Ada juga kubu Amerika dan sekutunya yang terdiri dari Penguasa Saudi, Qatar, negara2 eropa, & tentu saja Israel. Kepentingan mereka diantaranya; pertama, mengamankan agar suriah tidak jatuh ketangan kelompok jihad (sunni) sehingga Israel tetap aman. Kedua, memperluas hegemoni Barat ditimur tengah. Namun kedua kubu ini distuka oleh kepentingan yang sama, yaitu “mencegah agar jangan sampai kelompok jihad menguasai Suriah pasca Bashar assad”.

    Itulah mengapa Amerika dkk’nya belum mau masuk kesuriah. Mereka hanya bermain di’negara sekitar, menabur uang kepada Oposisi bisa diharap jadi bonekanya kelak, menyususun intrik politik dalam negeri Suriah & sebagainya. Kalau tentara mereka turun ke’suriah melawan Bashar assad, jelas akan menguntungkan kelompok jihad. Sementara tidak mungkin bagi mereka untuk bergabung dengan Bashar secara langsung guna menumpas kelompok ketiga ini (kelompok jihad -Sunni-). Kemungkinan besar Amerika CS hanya kan turun kesuriah saat sehari sebelum Bashar assad dipastikan Jatuh. Tujuannya, sekali lagi “Agar Suriah pasca Bashar tidak di’kuasai oleh kelompok Jihad (Sunni).

    Jadi, untuk kalian yang berpendapat bahwa model konflik disuriah adalah konflik model dua polar, disana ada kelompok ketiga yang menjadi seteru bagi kedua kubu di’atas. Mereka adalah Mujahidin sunni yang betempur melawan Aliansi Syi’ah, namun Tabiat akidah mereka tidak memungkinkan bagi mereka untuk berdamai dengan Amerika Cs. Maka menyebut barat menyokong oposisi itu memang ada benarnya, tapi oposisi yang mana dulu.?? Sebab kelompok anti Bashar asli suriah’pun beragam motifnya. Ada yang Sekuler, Nasionalis, dan ada juga yang Jihadis. Pengaruh masing-masing kelompok ini berbeda-beda sesuai dengan kekuatannya, terutama kekuatan dimedan tempur.

    Bagi para Mujahidin sunni (semoga Allah memuliakan mereka), apabila Rezim Bashar Assad Tumbang (semoga Allah menumbangkannya), maka tugas selanjutnya bagi mereka adalah melawan Usaha hegemoni Barat di’sana. Nampaknya perlawan Mujahidin sunni terhadap usaha hegemoni barat disana bentuknya kemungkinan bisa jadi dengan pertempuran dari segala lini (dengan hati, lisan –termasuk lewat media-, maupun dengan tangan –berupa pertempuran-). Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membumi hanguskan Musuh-musuhnya serta memuliakan para Mujahidin Sunni. Aamiin.

    Kemudian tentang Syi’ah, nampaknya Banyak umat Islam yang gagal mengendus bahaya Syi’ah. Bukan hanya kalangan awam, bahkan tokoh agama dan tokoh politik di negeri ini. Ada yang terkesima karena busananya. Ada yang terkecoh dengan solidaritas kemanusiaannya. Ada yang terkesan dengan keramahan dan sopan santunnya. Dan yang paling banyak, terkecoh karena selalu membawa nama Nabi Muhammad saw dan keluarganya (ahli bait) dalam menyampaikan pesan. Mereka terkecoh dengan Syiah karena tak memiliki sesuatu yang membuat mereka bisa mengenali kekeliruan Syiah. Mereka menjadi amat rapuh di hadapan makar dan siasat licik Syi’ah yang dengan lihai memanfaatkan kejahilan umat Islam terhadap kemurnian Islam. Mereka memanfaatkan beragamnya cara pandang umat Islam dalam menyikapi Syi’ah, antara yang membela, simpati, netral hingga menentang. Perbedaan pandangan ini akan dijadikan amunisi bagi Syiah untuk mengadu umat Islam. Tokoh yang simpati diadu dengan tokoh yang menentang. Akhirnya umat Islam menjadi bulan-bulanan permainan politik dan loby Syiah.

    Referensi :: ………………

  37. fatih mengatakan:

    ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian beliau SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani)

  38. Zippo mengatakan:

    Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah dari Nafi’ bin ‘Utbah, beliau berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kami hafal darinya empat hal yang aku hitung dengan tanganku, beliau bersabda:

    تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللهُ، ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ، ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللهُ، قَالَ: فَقَالَ نَافِعٌ: يَا جَابِرُ لاَ نَرَى الدَّجَّالَ يَخْرُجُ حَتَّى تُفْتَحَ الرُّومُ.

    “Kalian akan memerangi Jazirah Arab lalu Allah menaklukkannya, kemudian Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian akan memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian akan memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya.” Dia (Jabir) berkata, selanjutnya Nafi’ berkata, “Wahai Jabir, kita tidak akan melihat Dajjal keluar hingga bangsa Romawi ditaklukkan.” -{Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/26, Syarh an-Nawawi)}-

    ket:: Hadits di atas saya kutip dari sebuah artikel yang berjudul “51. BANYAKNYA JUMLAH BANGSA ROMAWI[1] DAN PEPERANGAN MEREKA DENGAN KAUM MUSLIMIN”. silahkan lihat disini http://almanhaj.or.id/content/736/slash/0/50-51-mengharapkan-kematian-karena-beratnya-cobaan-banyaknya-jumlah-bangsa-romawi/ . Arrtikel tersebut diisalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

  39. Zippo mengatakan:

    Ahmad Syakir rahimahullah berkata, “Penaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar (adanya) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir (paling besar). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [11]
    Sumber kutipan:: http://almanhaj.or.id/content/709/slash/0/52-53-penaklukan-konstantinopel-munculnya-al-qahthani/

  40. El Faḍl mengatakan:

    Akhirnya, Jazirah (Saudi), Persia (Syiah), Romawi (Usa, dkk), dan Yahudi (pasukan Dajjal) lah yang akan ditumbangkan oleh ISLAM (Jihadist)… :)

    Pertarungan yang besar dan bukan sekedar terjadi di antara 2 kelompok :)

  41. silahkan di'lihat mengatakan:

  42. silahkan di'lihat mengatakan:

    @ Ferli: Semoga suatu waktu nanti Allah SWT membuka mata hati Anda.

  43. black force mengatakan:

    Sungguh umat Islam sedang dilanda fitnah dajjal.
    Saatnya kita bersatu.
    Untuk menyelamatkan umat di syiria.
    Kita butuh pemahaman islam yang tegas agar kita tidak menyalahi aturan Allah. Jauh jauh dari kata mudah percaya pada media dan berita simpang siur. Karena faktanya ada 2 berita berbeda di dunia. Banyak tulisan membela Assad atas nama jihad dan banyak tulisan membela rakyat pemberontak syria atas nam jihad. Dan menambahkan bahwa rakyat syria dibela oleh israel dan anerika

  44. Anonymous mengatakan:

    waduh ada yang bertaqiah tuh…

  45. Anto mengatakan:

    Ya nampaknya ada ‘syiah’ yang sedang bertaqiah

  46. Ahmad Fariz Hibatullah mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Permisi, apa ad yg tahu cara terbaik/termudah utk berangkat ke Syam?
    Media sudah melatunkan ragam berita pro-kontra dri ragam sumber.
    Saya ingin menjadi bagian dari “kebenaran” dibalik semua ini, apapun resikonya. InsyaAllaahuta’ala.

    email/fb saya>> lionheart_21@live.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 153 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: